(cerbung) Cowok suka baca ?, hmm

9/10/2011
"kalo menurut gue si kayanya tuh cowok enggak punya temen deh wi. Masa si cuman bergaul ama benda bernama buku. Lo lagi demen ama cowok macem itu. Aneh banget" kata Kika sahabatku,
Apa perlu ku beri tahu ?, aku baru saja cerita dengannya tentang seorang cowok, yang belakangan sering mengisi kepala ku. Cowok dengan mata yang selalu ke arah buku, bukan kearah ku. Batinku.
Oia aku belum memperkenalkan diri ya ? Namaku Dewi Mustapa, kalian boleh memanggil ku dengan dewi saja, asal jangan mustapa, memalukan sekali nama itu :D Maaf mama aku bercanda, aku sekolah di SMA tunas harapan salah satu sekolah swasta yang tak terlalu wah, tapi setidaknya cukup ada nama di daerahnya. Sudah sampai mana tadi ?. Hmm oh iya, ku akui cowok yang ku maksud itu memang tak tampan tapi setidaknya ia tak jelek, dia bukan artis alias siswa yang suka mencari perhatian juga bukan seorang cowok yang berandal yang kerjanya tiap hari nyari masalah, bukan juga seorang cowok yang eksis di jejaring sosial, dia hanya anak baru di kelas ku yang tidak pernah berbincang apalagi kumpul dengan cowok-cowok lainnya di kelas apalagi berbincang dengan cewek, dia saja duduk di bangku paling depan yang notabene bagi kebanyakan anak sekolah jaman sekarang itu posisi sakral terutama bagiku, tapi dia malah duduk di bangku  terdepan itu sendirian.
Hari pertama ia masuk aku masih ingat, kerlingan matanya memang terasa spesial setidaknya bagiku tapi aku enggak rela ini disebut cinta pada pandangan pertama loh, karena aku baru benar-benar menyukainya kau tau maksudku? itu sebulan setelah dia jadi bagian dari kelas ku. Dia pintar walau kami tak ada yang tau, karena ku perhatikan ia tak pernah masuk barisan atau apalah dibagian siswa/i yang remedial dan bahkan kadang ia sering jadi murid dengan nilai tertinggi sendiri maksud ku pernah sekali ulangan sosiologi nilainya 8,5 padahal murid lainnya hanya do,re,mi , yang rangking satu sekalipun hanya mendapatkan nilai 6, waw itu benar-benar mempesona bagiku.
Aduh, ku tepuk kening ku, kenapa aku bisa memikirkan seperti itu?. Ayolah tak mungkin dia mau menerima ku, ia tampak seperti einstein nah bagaimana aku ?, emang si diriku enggak bego-bego amat, ku sedikit cerdas lah, apalagi olah raga. Olala, itu bukan sesuatu yang bisa di andalkan d-e-w-i.
"kenapa lo?" tanya kika menyadarkan ku akan kehadirannya.
"hmm, tau nih kepikiran si taipan mulu" kataku, itu nama si einstien teman.
"haduh lo jatuh cinta aneh banget si"
"kenapa, emang salah?" tanya ku bingung
"enggak salah, jatuh cinta ama orang yang bahkan kepikiran cewek aja gue rasa enggak" kata kika, sembari menyantap ketang goreng nya, apa penting ini ku beri tahu?, kami sekarang sedang di sebuah foodcourt di sebuah mall di bilangan jakarta.
"ayolah, gue enggak butuh ceramah lo. Gue perlu bantuan lo"
"apa yang bisa gue bantu w-i?" kata kika dengan tangan yang kali ini sibuk dengan HP-nya.
"cieeee, dari adit ya?" kataku dengan nada cemburu. Adit 'pacar' nya, mereka belum jadian si tapi mereka tetap saja sering membuatku sirik
"mau tau aja" katanya, pipinya sedikit terlihat memerah
"ciiiieeee, kapan neh gue dapet PJ-pajak jadian- neh?" kataku sembari dengan gerakan cepat melirik hape ku, siapa tau taipan menghubungi ku, tapi hanya kekecewaan yang datang.
Yang ditanya malah hanya tersenyum dengan wajah yang memerah, sejenak ia masih tersipu tapi tak lama seperti biasanya ia langsung berubah, ia bisa menguasai dirinya. "tadi lo bilang perlu bantuan gue, bantuan apaan tuh?"
"bisa aja lo mengalihkan perhatian" kataku memasang tas selempang ku pundak, bangun dengan sekali sentakan yang membuat kika kaget "sambil jalan aja yuk, tuh oom-oom ngeliatin mulu daritadi, takutnya nanti elo ditawar lagi" gurau ku tentu dengan suara yang tak terlalu besar
"bagus deh, udah lama neh enggak dapet tamu, hhhhee" canda kika
"hush, nanti beneran loh" senyum ku mendengar jawaban kika
"ayo, takut juga" wajahnya langsung berubah serius. "cepetan" tambahnya lagi dengan panik.
***
"hay dewi, einstein lo enggak masuk?" kata kika keesokan harinya.
Ku langsung lirik bangku yang biasanya ia duduki, benar bangkunya masih kosong padahal biasanya ia akan jadi murid pertama yang datang dan akan langsung asik dengan buku didepan muka. "kesiangan kali" kataku, melanjutkan kegiatan ku, kau tau memindahkan pr teman :D
"mana mungkin" kata kika sambil menggoda
"udahlah, eh ekonomi yang lks lo udah belom?, punya si maya enggak yakin neh gue, lu tau kan dia" kataku dengan tangan menodong
"emang ada pr ?, nah gue aja baru tau? mana gue nyalin juga dong" kata kika

***
"et dah, bangku kosong aja diliatin terus" tegur kika kepadaku ketika aku sedang melamun ke arah bangku taipan pagi hari, masih kosong padahal ini sudah hari ketiga.
"kenapa ya kira-kira" kataku
"sakit kali, kenapa enggak kita jenguk aja?"
"sakit? tau darimana lo, kok enggak kasih tau gue si" kataku panik
"hhe canda doang kok gue, semalem gue sms dia, gue bilang gini 'kemana aja neh enggak masuk ?, ada yang menantimu loh. Tapi bukan gue loh'" kata kika tetap menggoda
"serius lo, terus dia jawab apa?"
"enggak dibales" kata kika sekarang sedang melirik ke pintu. Ku ikuti arah pandangannya, Oh liat siapa yang disana ?, taipan ?
"hey pan, sini dong" kata kika membuatku kaget.
Yang dipanggil menaruh tas ke meja nya, lalu berjalan ke arah kika. Liat jalan, jalannya saja sudah sangat membuatku tergila. Aduh sekali lagi ku ketuk kening ku.
"napa ka?" kata taipan, tersenyum kepada kika, dan juga PADAKU, ya padaku aku cukup yakin itu.
"dewi boleh duduk ama lo ga?, auw" ku injak saja kakinya, coba lihat berani2nya ia mempermalukan ku?. "sehari aja" tambahnya lagi, ketika aku masih tetap diam
Yang ditanya tampak sedang berpikir, tak lama "seterah dewi aja, tapi gue enggak bisa di ajak ngobrol kalo lagi ada guru loh" kata taipan sembari berjalan ke arah bangkunya, eh bukan keluar kelas "ke kantin ya" katanya
"maksud lo apa si ka?" tanyaku ketika sudah cukup yakin taipan tak akan mendengar
"hmm, bingung gue mau ngapain, eh kepikiran itu ya udah. Mau enggak lo? apa gue aja?"
"jangan, tapi gue malu duduk ama dia, entar yang ada gue malah salting mulu lagi"
"ayolah"
"tapi, gila lo ya. duduk ama siapa lo?"
"gampang, cepetan mau ga. Kapan lagi sapa tau tambah deket" tambah kika lagi.

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon