(cerbung) Cowok suka baca ?, hmm (part2)

10/02/2011
#Lanjutan, #sebelumnya
Hmm, apa yang bisa ku lakukan, lihat sebelah ku itu taipan orang yang hanya bisa ku bayangkan akan selalu ada disamping dan selalu memeluk ku ketika jatuh, baiklah aku terlalu sering menonton sinetron. Hmm, benar juga apa kata dia, dia benar-benar fokus dengan apa yang sedang bu ferda (guru bahasa indonesia, kalau kau ingin tau), aneh. Bu ferda kan suka ngomong enggak jelas dan kadang malah suka ketawa sendiri.

"kenapa ngeliatin gue mulu lu wi?" kata taipan membuyarkan lamunan ku. "ada apa di muka gue wi?" tambahnya lagi sembari meraba mukanya dengan tangan.
"enggak ada apa apa kok" jawab ku dengan terbata.
"hmm, yakin lo?" katanya sekali lagi sedang meraba mukanya. "mau pulang bareng enggak nanti?" tambahnya lagi, oh my god. Cowok macem apa ini ?, agresif banget. Batin ku.
"enggak ah, kasian si kika kalo pulang sendiri" kataku
"oh, padahal kika yang nyuruh gue tuh" katanya polos
"mmm, eh bu ferda udah melolotin tuh"
Kembali lagi ia fokus dengan pelajaran.
***
"duduk lagi ama taipan aja deh" kata kika mengusir ku, ketika ku ingin duduk dibangku biasa, keesokan harinya.
"enggak ah"
"kenapa?"
"kasian lo duduk sendirian"
"kata siapa ?, lagian si asik ama taipan aja ampe-ampe lupa ama temen sendiri" katanya sambil melirik bangku yang biasanya ku duduki, benar dugaan ku. Sudah ada tas disana. Ku tarik nafas panjang kemudian ku hempuskan.
"apaan si lo?, udah lupain aja" kata kika senyum2, "cepet pergi, udah dateng tuh dia?"
***
Sudah sekitar seminggu aku, duduk dengan taipan. Bukannya makin tergila malah aku makin ilfil dengannya, ternyata dia benar-benar orang yang membosankan. Di hari kedua saja ia sudah benar-benar tidak pernah mengajak ku bicara selama pelajaran, aku tanya ia malah diam saja. Lalu keesokan harinya, ia malah menceritakan seorang cewek yang sedang dekat dengannya, katanya orangnya baik, cantik dan ia anak pak ustad, oh my god. Orang macam apa ini, sudah jelas-jelas aku menyukai nya, malah ia menceritakan orang lain. Lalu kemarin hari keempat ia malah terus menerus bicara tentang tim sepakbola kesayangannya 'arsenal' baru kalah telak 8-2 lawan apalah aku lupa, ia sibuk menceritakan kesalahan-kesalahan pemain belakang arsenal yang ia nilai bodoh, bisa apa dia ? Menendang bola aja tidak bisa. Lalu dia juga membicarakan kebodohan pemain depan, entahlah aku lupa istilahnya apa. Dia bilang pemainnya benar-benar terlalu membuang peluang, ayolah semua orang pasti tau mereka sudah berupaya dengan maksimal.
Lalu bagaimana hari ini ?, tidak lebih baik, setelah hari sebelumnya aku dengan tidak sengaja yang ia nilai sengaja, mengerti kan maksud ku?. Menjatuhakan tempat air minum ku yang ada isinya tentunya. Kedalam tasnya yang ada di lantai, sekarang ia malah seperti seorang cewek yang sedang ngambek, oh my god. Banci sekali cowok ini.
"sori ya belakangan ini mungkin gue terkesan kaya anak kecil, dan gue rasa lo pasti jijik ama gue, jangan dipotong. Tapi elo harus tau satu hal, gue kaya gini karena gue lagi butuh per..." perkataannya terputus.
Di hidungnya ada yang keluar, aku rasa darah. Karena aku terlalu fokus dengan darah itu aku tanpa menyadari ia jatuh ke arahku. OMG, kenapa ini? Tak lama, sedikit yang ku ingat. Bu ferda, guru bahasa indonesia ku yang kebetulan sedang mengajar, menghampiri ku, lalu semua murid di kelas menertawakan kami karena mereka kira kami sedang pacaran, bu ferda memarahi kami-atau lebih tepatnya aku, karena taipan masih tak sadarkan diri- dengan berdecak pinggang dan sesekali murid tertawa, lalu tak lama kelas gaduh, aku pun ikut pingsan.

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon