Galau tentang Jurusan

6/03/2012

Kali ini gue sekali lagi mengalami kegalauan tentang masa depan, galau yang terakhir gue alami saat tiga tahun yang lalu ketika gue galau ingin masuk sma atau smk kali ini terulang lagi kegalauan masa depan bisa dibilang. Disatu sisi gue pengen banget masuk ke fakultas semacam jurnalistik, atau bahkan hubungan internasional alasannya si klasik. Demi popularis dan demi jalan-jalan kedunia lalu ada keinginan masuk ke jurusan yang bisa menghantarkan gue ke kancah perpolitikan. Enggak tau ketertarikan macam apa yang sedang gue alami sehingga tertarik masuk politik mungkin gue yang sedari kecil dicekokin bokap dan nyokap dengan siaran politik atau obrolan keluarga gue yang sering menghina para pemimpin mungkin alasan itulah yang membuat gue tertarik dalam dunia politik. Kepesemisan semua warga negara dengan para pemimpinnya membuat gue mau merubah itu semua dan gue rasa salah satu cara buat gue sukses di dunia politik ya gue harus ngambil jurusan yang mungkin ada jurusan politiknya tapi selama ini gue enggak tau jurusan apa yang bisa membuat gue masuk kancah politik.

Dunia bagi gue cuman kaya tulisan ini berlalu gitu aja di akhir paragraf nanti kaya akhir cinta gue yang enggak pernah manis atau kaya akhir si jacop dalam film Titanic yang tenggelam gitu aja di pertemuan pertamanya dengan rose. (kalo namanya salah gue mohon maaf ya) Dunia selalu memberi keistimewaan bagi orang-orang yang mau mengejarnya kita tau siapa radiyta dhika tapi apa kita akan kenal ama dia kalo dia enggak cukup nekat ngirim kopian blog nya ke penerbit? Lalu kita juga kenal Regina Idol yang suaranya memang cukup wah bagi gue tapi akankah regina bisa seterkenal sekarang kalo dia enggak ikut audisi. Itulah segelintir orang yang dunia berikan keistimewaan padanya karena mereka memang mengingginkannya. Jadi dunia sekali lagi emang simple dia memberi harapan bagi yang mau melihatnya ia juga memberi kesempatan bagi yang mau memanfaatkannya. (maaf kalo rada out of topic, OOT, dari judul).

Terlepas apapun akhirnya gue sampailah ke perbincangan gue dengan kakak gue suatu sore. Ia yang memberi gambaran dengan sedikit lebih jelas daripada pembicaraan kakak gue yang lainnya membuat gue sedikit ada pencerahan. Pencerahan. Akhirnya gue pun tengguh memilih jurusan yang bagi segelintir teman-teman gue di tempat bimbingan belajar  memandang remeh dengan jurusan yang gue pilih. Toh yang bakalan ngejalanin hidup kan gue bukan mereka, jadi liat saja. Gue juga mungkin akan bertanya nanti, apa yang lu terima di MIPA, apa yang bakalan lu dapet selepas jadi SE lalu apa yang bakal lo banggain jadi bagian dari fakultas komunikasi, apa yang lu terima nanti selepas jadi sarjana matematika?. Mungkin jawabannya akan menjatuhkan gue tapi gue rasa nanti jika mereka tanya "apa yang lu dapet jadi S,Pd?" gue pun akan menjawab dengan lancar "tiga tahun langsung jadi pns, tahun kelima jadi kepala sekolah, tahun kesepuluh diangkat jadi kasi. Dan ditahun ke 25 gue akan membuat sekolah sendiri" (masih anggan-anggan si tapi semoga terwujud). GOOD LUCK BUAT SEMUA DENGAN CITA-CITANYA MASING-MASING

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 kicauan

Write kicauan
17 Juni 2015 23.34 delete

Aamiin. Semoga niat lu itu tercapai, Dick. :))

Btw, font-nya kurang bagus. Agak gimana gitu bacanya. Hehehe. ( saran aja )

Gue dulu juga awalnya galau soal jurusan. Gue suka nulis, tapi gue bingung akan cari duit di masa depan. Dulu gue mikir, masuk sastra mau jadi apaan? Terus, di kampus gue, akreditas jurusan yang gue mau itu kurang. Pas gue tanya temen, rata-rata ngambilnya ekonomi. Terus kata temen, kemungkinan gue untuk sukses di bidang penulisan itu sulit. Akhirnya gue nerusin SMK, ambil Manajemen. Setelah gue milih Manajemen atau Fakultas Ekonomi biar nanti jadi manager gitu, gue malah pusing ngitung-ngitung. Hahaha. Merasa salah jurusan.

Akhirnya, gue nggak peduli soal salah jurusan. Yang penting gue bahagia bisa nulis. :D

Sorry, kunjungan pertama gue malah curhat. :p

Reply
avatar
Dicky Renaldy
AUTHOR
22 Juni 2015 15.37 delete

makasih bang saran nya udah gue ganti tuh, semoga makin enak ya.
btw, jadi dulu lu mencampuri realistis sama passion ya? dan lu lebih memenangkan realistis, enggak salah si. dan semoga sekarang dengan lu suka nulis lu enggak salah lagi ya bang.

Reply
avatar

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon