Yang bikin Bahagia

7/29/2012

Apa sih yang bisa bikin kita bahagia ? Bikin kita bersyukur? Bikin kita merasa 'beruntung'?

Beberapa pertanyaan diatas yang terbesit pertama ketika gue nulis judul itu. Sebenarnya postingan kali ini cuman sebatas opini tentang kata 'bahagia' kata yang tampaknya masih tabu untuk di capai setabu kata 'sempurna'.
Baik, saya akan membagi postingan kali ini dengan beberapa point. Ingat sekali lagi ini cuman masalah opini. Gue enggak ada kepentingan mengenai apapun yang lu pikirin setelah membaca postingan ini.

  • ENGGAK PERLU KAYA BUAT BAHAGIA

Itu point pertama. Kenapa ? Kalian tahu apa yang dilakukan orang buat jadi kaya ? Usaha? Pejabat tinggi di perusahaan? PNS pajak tingkat dewa ? Untuk yang terakhir gue enggak ngerti kenapa mereka bisa kaya, denger-denger si PNS pajak adalah PNS dengan gaji paling tinggi dari PNS yang lain.
Oke, jadi ngelantur gue. Bukan kaya tapi berkecukupan :p
Sebenernya enggak perlu kaya buat bahagia yang penting kalian sekeluarga punya waktu buat canda gurau bareng keluarga, bukan asik sama handphone-nya masing-masing.
Sebenernya enggak perlu kaya buat bahagia yang penting jalan-jalan bareng keluarga selalu sesuatu yang dinantikan bukan mimpi buruk.
Sebenernya enggak perlu kaya buat bahagia yang penting jika suatu kala nanti ketika kalian punya anak si anak hormat bukan takut dengan kalian. Tau kan bedanya apa?
Sebenarnya kaya dan bahagia enggak selalu jadi sebab akibat, ya walau kadang nyerempet. Tapi kaya atau kekayaan tepatnya kadang membuat gap antar keluarga.
Gue juga enggak muna kok gue pengen kaya, tapi dibanding memburu kekayaan ada baiknya memburu kebahagiaan kan ?

  • BAHAGIA ITU SEBANDING LURUS DENGAN KUALITAS PERTEMANAN BUKAN KUANTITAS

Mungkin point itu terlalu panjang, tapi yang jelas bagi gue. Cukup gue punya mungkin dua hingga tiga teman yang sering gue temuin dan disetiap pertemuan selalu berkesan, berkualitas dan menyenangkan. Point terakhir yang sekarang rada susah.
Katanya banyak teman banyak rezeki (gada ya ucapan kaya gitu? Udah anggep aja ada) tapi buat apa lu punya teman sebanyak fans Mario teguh di fanspage-nya kalo lo bahkan enggak tau si temen punya obsesi akan apa. Mungkin itu terlalu dalam, tapi itulah teman sesungguhnya. Kita tau apa yang menjadi angan-angan nya.
Teman itu saudara yang bisa dipilih, ada yang bilang, temenan ama tukang parfum kita bakalan mendapatkan wanginya bertemanan dengan penjual ikan kita akan dapet bau amis nya. Tapi gue enggak percaya akan kata-kata itu. Buktinya gue udah berteman lama ama penjual pulsa tapi gue enggak pernah dapet pulsa gratisan tuh.
Teman ya teman. Dia bilang apa yang tidak orang lain katakan dengan kalian, teman sebenci apapun dia, ia akan tetap ada ketika waktunya. 
  • KALIAN MENYEMPATKAN MEMBACA KORAN

Terdengar konyol memang, memang apa sangkut paut keduanya ?
Bagi Anda yang kesehariannya diisi dengan membaca koran, sudah selayaknya ada menyandang gelar 'bahagia' bagaimana tidak? Wong orang susah macam apa yang menyempatkan diri buat baca koran. Orang yang bahagia dengan kekayaan mana sempet baca koran wong dia selalu disibukan dengan pikiran ekpansi ke sektor mana lagi. 
Oh iya teori ini gue dapet dari kompas edisi kisaran minggu ke empat bulan juli.
Betul tidak ? Setuju dong sekarang ?

Udah gitu ada, idenya mentok. Oke see you....

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon