Pengalaman Menggunakan XL Prioritas

1/03/2018
Sejak Oktober 2017, kurang lebih dua bulan saya menggunakan layanan pascabayar XL. Kisah bermula saat saya kehilangan kartu XL. Tanggal 13 Oktober saya pun berkesempatan untuk mengunjungi Xplor yang ada di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebenarnya lokasinya bagus, tapi karena sebagian besar La Piazza (Bagian dari komplek MKG) ditutup, jadinya agak kesulitan menuju ke sana.

Berlokasi enggak jauh dari Farmers Market Kelapa Gading, ruangannya dibuat agak trendy. Tidak sekaku operator merah. Artinya tidak ada batas yang benar-benar memisahkan antara pelanggan dan Rangers nya (Sebutan bagi Custemer Servis XL). Pelanggan dengan Rangers hanya dipisahkan oleh meja yang tersusun berjarak mengelilingi sudut salah satu sisi ruangan. Mejanya berbentuk ‘n’ sempurna, setiap ‘n’ dapat diisi oleh dua rangers. Menurut daya ingat saya ada 2/3 ’n’ disana. Yang jelek (setidaknya menurut saya) adalah, kedua pihak berada dalam posisi berdiri. Yap, si Rangers melayanin pelanggan dengan berdiri. Bagi pelanggan yang lelah bisa duduk dikursi tunggu yang terletak tidak jauh dari meja ‘n’ tadi, itu akan jadi kendala saat kursi tunggu penuh.

Saya yang awalnya hanya ingin mengganti kartu yang hilang, berpikir sekalian saja berpindah ke Prioritas. Saya bilang ke rangers bahwa saya ingin mencoba perbedaan kualitas layanan prioritas XL dengan Prabayar XL, si rangers pun lebih menyarankan saya untuk menggunakan nomer baru. Karena jika saya lakukan migrasi dari prabayar ke pascabayar ada kontrak minimal setahun jika ingin kembali ke prabayar. Sedangkan dengan nomer baru kontrak minimal sekitar 3 bulan (setidaknya menurut rangers tadi). Ditambah jika saya memilih untuk menggunakan nomer baru saya bisa mendapatkan nomer XL dengan 10 digit angka. Saya pun memilih untuk menggunakan nomer baru dengan 10 digit angka.

Setelah mendapatkan nomer XL 10 digit, si rangers menanyakan bagaimana saya ingin melakukan pembayaran. Karena tidak punya kartu kredit, saya memilih untuk memasukan deposit. Minimal 200K, deposit itu yang akan menjadi batas pemakaian perbulan. Saya memilih paket seharga 150k, dengan batas 200k artinya dalam sebulan saya hanya mempunyai 'pulsa' 50k diluar biaya untuk paket prioritas.

Saya memilih berlangganan paket prioritas glod yang terdiri dari 15GB untuk 4G saja, 5GB semua jaringan, 150sms-150menit nelpon(semua operator), dan unlimited WhatsApp, Line, dan BBM. Dengan biaya langganan 150rb perbulan. Semua rincian itu akan terset ulang setiap awal bulan. Dengan biaya 50k/1GB jika melebihi kuota yang disediakan. Tagihan akan muncul kurang lebih tanggal 1-10 setiap bulannya, dengan tanggal 27 untuk jatuh tempo pembayaran.

Bulan pertama (pembayaran November) saya dikenakan biaya sekitar 101k, dibulan kedua saya hanya membayar 65k. Aslinya saya harus membayar 166k dibulan kedua, namun menurut sistem saya sudah membayar sebesar 101k. Sepertinya dibulan pertama saya melakukan pembayaran double, soalnya sempat gagal jadinya saya coba dua kali dipembayaran pertama. Dalam setiap pembayaran dikenakan pajak sekitar 10%.

Dibulan pertama saya hanya membayar 101k, menurut hemat saya karena dibulan pertama saya hanya menggunakan prioritas kurang dari 3minggu, dengan sisa kuota yang masih sangat banyak. Sedangkan dibulan kedua, saya menyisahkan kurang lebih 1Gb sehingga saya harus membayar 165k. Dibulan desember kemarin (yang akan ditagih Januari ini) saya bahkan kelebihan 1 GB. Yang artinya saya kira kira harus membayar sekitar 220k.

Pemakian kurang dari 3 minggu (bulan pertama) menyisakan kuota yang banyak juga disebabkan oleh kualitas jaringan yang belum begitu stabil, dibulan kedua kualitas jaringan semakin stabil, dan dibulan ketiga ini, saya semakin merasa bahwa kualitas jaringan prioritas jauh lebih stabil dari bulan pertama. 

Anehnya ketika saya lakukan test speed, saya tidak pernah mendapatkan angka lebih dari 3Mbps (jika saya lakukan di rumah, notabene di pedalaman perumahan padat penduduk pada jam 'normal') Jika saya lakukan di jalan raya bisa menyentuh angka 17Mbps.
Saat membuat post ini (3/1) saya coba melakukan speed test. Hasilnya cukup mencengangkan.

1. Saya lakukan masih di daerah Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
2. Saya lakukan di SPBU Pertamina Jalan Raya Pelumpang Semper, Jakarta Utara
3. Saya lakukan di rumah, di daerah Tugu Selatan, Jakarta Utara

Diluar itu semua, kualitas jaringan XL prioritas (dibulan ketiga ini) tidak terlalu beda dengan yang prabayar jika digunakan untuk browsing atau sekedar melihat sosial media. Barulah terjadi perbedaan yang sangat kentara saat melakukan kegiatan streaming video (misalnya youtube, iflix, atau web streaming lainnya). Sepanjang bulan Juli-Oktober prabayar XL tidak bisa memberikan streaming video yang lancar untuk aplikasi VOD (Video On Demand) seperti Iflix. Namun semenjak saya menggunakan prioritas, streaming di Iflix sama sekali bukan kendala. Dengan catatan saya tidak melakukannya di jam-jam padat (18.00-20.00 WIB).

Hal seperti kualitas sinyal tidak bisa disamakan ya. Setiap daerah berbeda. Bahkan di rumah teman saya yang masih berada dalam satu kelurahan yang sama, kualitas jaringan XL sangat menyebalkan.

Sejauh ini saya puas dengan kualitas yang saya dapatkan dari Priotitas, hanya saja dengan nomer telpon yang cuman 10 Digit menjadikan nomer saya sering mendapatkan sms spam. Isinya sebagian besar menawarkan kredit mobil atau sekadar gathering sesama pengguna merek mobil. Namun setelah saya komplain via twitter ke @MyXLCare, sms spam itu jauh berkurang.


Selanjutnya saya tertarik menggunakan layanan Mifi atau Home Router dari XL Go. Siapa yang sudah coba?

If you wondering, saya enggak dibayar sama XL bikin postingan ini.
Kaya penting aja blog ini :D

See You.

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 kicauan

Write kicauan
13 September 2018 18.49 delete

Sekarang masih pake XL prio bro?
Selama ini pakai, ada kendala gk?
Kalo ada, gmn penanganan tim XL terhadap user prio, apakah ada perlakuan khusus ato sama aja?

Reply
avatar
Cahyo
AUTHOR
25 September 2018 18.14 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon