Tampilkan postingan dengan label kombun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kombun. Tampilkan semua postingan

to-do-list Single Person

1/24/2017 10

Sebagai fresh graduate dari Universitas Cinta yang Kandas (UCK), gue akan membagi beberapa hal yang harus dilakukan, maupun hal yang seharusnya enggak dilakukan ketika menjadi seorang single. Hanya sebatas bagi-bagi tips aja. Berbagi ilmu, jangan terlalu dijadikan pedoman. 

Tapi jika dirasa bermanfaat bolehlah dikirim ke temen-temen yang baru atau udah lama single. Kalo ingin mengundang gue dalam kehidupan kisah cinta kalian, boleh lah nulis kontak di kotak komentar dibawah. Eh

Baik, sebagai seorang jomlo yang baik. Hal pertama yang harus masuk dalam pemikiran lu adalah hidup enggak melulu soal pasangan. Atau bahkan hidup lu, dan obrolan lu enggak akan berkembang kemana-mana kalo sedang memiliki pasangan (apalagi untuk hubungan yang umurnya baru 1-2 tahun). 

Gue sudah meneliti beberapa orang terdekat, yang sedang berada dalam sebuah hubungan, kebanyakan dari mereka kerjaannya selalu berhubungan sama pasangannya. Misalnya pergi bareng pasangan, nge chat pasangan, dan kalo lagi ngumpul ya yang diomongin pasangannya juga. Atau yang terparah ngumpul sama temen eh pasangannya dibawa.

Daripada basa-basi berikut to-do-list Single Person

Milikilah Hobby

Perlu diluruskan bahwa sering ngechat mantan, stalking twitter mantan, nyari mantan di tinder, kirim salam lewat temennya gebetan, bercanda mesum, atau memandang gebetan dari jauh tidak dikategorikan sebagai hobby

Hobby yang gue maksud itu 'pelarian' saat lu ngerasa sepi. Hobby yang bisa lu lakuin berjam-jam tapi enggak membosankan. Hal itu harus secara reguler lu lakuin. Sehingga lu bisa menghilangkan sepi yang dirasa.

Gue punya beberapa referensi
Lakuin hobby-hobby baru, atau hobby lama yang berhenti karena hubungan (misalnya lu baru putus). 

Misalnya lari pagi/sore, baca buku, mengunjungi perpustakaan, ngerakit robot di minecraft, atau sekadar berjam-jam spaming di grup What'sApp.

Gue si lebih nyaranin hobby yang bisa dilakukan sendiri. Karena ketika lu butuh orang lain dalam hobby dan ada kondisi orang itu enggak bisa, lu tau sendirilah gimana jadinya.

Yes Man

Sebagai seorang single lu harus menjadi manusia yang 'ayoan'. Diajak nongkrong bisa, diajak jalan-jalan bisa, diajak sekadar ngenjreng gitar bisa. Pokoknya jangan jadi orang yang mager. Sebab ketika lu jadi orang yang 'ayoan' temen-temen lu akan selalu ngajak lu. Dan lu akan selalu punya kegiatan.

Karena jadi Yes-Man kayaknya mahal, jadi ketika lu lagi enggak punya duit ya bilang aja. Karena jika dia teman yang baik dia bakalan traktir lu pas ada duit, atau dia akan ngajak ketempat yang enggak perlu ngeluarin duit kalo dia juga lagi enggak ada duit. Misalnya ke kalijodo gitu.



Pria : Bersih, Wangi, Rapi + Cerdas
Wanita : Maching, Lembut, Tidak cacat sosial, Teman ngobrol yang asik

Itu adalah hal yang harus dilakukan ketika lu jadi single selanjutnya.
Pas jomlo jadilah jomlo yang elegan. Biar lu enggak disangka jomlo karena emang pantes aja jadi jomlo.

Bagi seorang pria lu hanya perlu bersih, wangi, dan rapi untuk memancing lawan jenis untuk mulai interaksi sama lu. Dan cerdas ketika dia memutuskan untuk berinteraksi.

Lu perlu bersih, rapi untuk memancing wanita dari jauh untuk mendekat. Ketika dia sudah dekat, lu perlu wangi untuk membuat dia pengen berinteraksi sama lu. Dan ketika lawan jenis terpancing untuk berinteraksi, lu harus jadi orang yang cerdas dalam berinteraksi. Tau kapan harus ngomong biar keliatan cerdas, tau kapan harus mancing nanya biar ada obrolan aja.

Enggak gampang si, tapi kenapa enggak dicoba?

Bagi seorang wanita lu perlu maching dalam berpenampilan, lembut dalam bertutur (dan tangannya), tidak cacat dalam berinteraksi di lingkungan sosial, serta teman yang asik pas ngobrol.

Maching dalam berpenampilan artinya pandailah memadupadakan busana. Kalau belum fasih cek aja #OOTD di instagram. Jangan pernah memadukan warna biru tua, dan merah dalam pakaian lu, karena itu nambrak dan enggak banget. Pakailah warna yang rasanya serasi dari atas hingga bawah. 

Jadilah wanita yang lembut dalam bertutur dan lembut juga tangannya. Tutur dalam berkata bukan artinya lu jadi wanita yang ngomong aja pelit. Bukan. Tapi baiklah dalam bertutur tau kapan harus jawab pertanyaan dan tau kapan harus nanya balik (biar obrolan terus berlanjut). Emang si wanita yang tangannya kasar itu orangnya rajin nyuci piring, baju dan lainnya. Tapi ketika seseorang pria pdkt dia enggak secara hakiki nyari istri yang mirip pembantu. So rawatlah tanganmu, girls.

Setelah hal visual tadi, tambahlah dengan pola pikir yang seru untuk digali dalam berinteraksi. Ya biar ada obrolan aja gitu.

Ps:
Beberapa paduan warna yang nabrak: Hijau tosca-pink, ungu-kuning, biru muda-pink, hijau-kuning, jingga-kuning, coklat-kuning, merah-kuning
Hal diatas nampaknya akan jadi norak kalo dipadukan.

NO MALL IN THE WEEKEND



Mall saat weekend memang diciptakan bagi yang sudah berpasangan. Baik hanya pacaran, maupun pasangan yang sudah punya hasil buah hubungan mereka. Enggak cuman mall aja si, segala jenis tempat keramaian akan selalu penuh dengan orang-orang yang kasmaran. Taman, pantai, gunung, tempat makan, atau bahkan jembatan (buat kaum pelit sama pasangan).

Jadi bijaklah dalam mengunjungi mall.

Nah hal-hal tadi adalah beberapa yang harus lu lakuin ataupun harus lu hindari ketika menyandang gelar jomlo. Enggak usah dianggap pusing, anggep aja sebagai masukkan dalam menjalankan pekan kesendirian.


See You

Tulisan ini adalah bagian dari tema bulan Januari 2017 Kombun  - #KombunJan2017

Manfaat Bersama Wanita Petelur

1/14/2017 6

Wanita petelur itu wanita yang berkerudung ya.

Jangan ada sentimen negatif terhadap postingan ini.

"Pakai hijab tapi pacaran"

"Kerdus banget. Kerudung si tapi masih aja pacaran"

"Kok ngajarin adik-adik hijabers untuk pacaran si"

Ini hanya murni tulisan dari seorang pria tidak tampan, belum mapan, dan tidak begitu beriman yang sempat beberapa kali memadukasih dengan wanita petelur.

Wanita petelur memang memiliki nilai lebih bagi gue. Menurut pendapat gue sejelek apapun wanita dengan kepala tertutup itu tetap aja kelihatan lebih menarik daripada wanita yang rambutnya kelayapan, dan berantakan.

Bagi gue Wanita petelur punya beberapa nilai yang memberi keuntungan untuk si pria. Berikut beberapa diantaranya.

  • Tempat makanan Insha Allah (halal)
Sebagai seorang pria muslim yang berusaha untuk menghindari makanan yang haram, gue mencoba sebisa mungkin mengkonsumsi makanan halal (Ya iyalah). Agar tubuh ini tidak mengalir di darahnya sesuatu yang haram.

Nah wanita petelur bisa membantu dalam kondisi seperti ini.

Lu pernah enggak survei tempat makan yang halal dengan cara melihat pelanggan yang datang? Misalnya ada satu aja wanita petelur yang makan disana, Insha Allah tempat makan itu halal.

Kakak gue pernah cerita, ketika dia mampir ke sebuah tempat makan. Ketika akan duduk dia diberitahu bahwa makanan disini tidak halal. Kebetulan dia memang tergolong kedalam wanita petelur. 

  • Tidak menggoda pria lain
Jujur deh wanita itu paling cantik, menarik, dan menawan pas mainin rambutnya. Entah menguncir rambut, memplintir-plintir ujung rambutnya, ataupun hanya sebatas menyelipkan rambut ke belakangan telinganya. Gue selalu terpesona pas wanita melakukan tindakan itu.

Wanita petelur tidak akan melakukan hal-hal tadi. Ya, paling ngibas hijabnya aja dan itu bukan pekerjaan yang gampang, dia bakalan pusing kalo sering ngelakuin tindakan kibasan hijab.

So pria yang lagi bersama wanita berhijab slow aja. Yang perlu dijaga adalah menahan diri untuk menggoda wanita lain.
  • Hadiah lebih bervariasi
Hadiah yang bisa dikasih untuk wanita berhijab juga lebih bervariasi. Misalnya pasmina, bergo, segiempat, khimar.

Tau kan perbedaan dari empat jenis kerudung tadi?

Gue juga gatau kok bedanya apa.
  • Ngelus kepalanya lebih menyenangkan
Efeknya beda banget. Karena perpaduan antara bahan kerudung serta rambut lebih gampang ngelusnya. Enggak kaya ngelus wanita langsung ke rambutnya, ribet, entah nyangkut aja rambutnya, atau malah bikin berantakan. Dan jadi enggak romantis juga kan pas ngelus eh malah rambutnya ketarik. 

Bukannya dia seneng malah yang ada bakalan ngambek tuh cewek.

Mau ngelurusin, alasan gue menyebut wanita berhijab sebagai wanita petelur karena kuping mereka enggak keliatan. Dalam pelajaran IPA SD, cara ngebedain hewan petelur atau beranak dengan memperhatikan kupingnya ada atau enggak. Tau, kan?

Udah dulu ya.
Ini murni pendapat gue ya. Jangan berpikiran yang aneh-aneh.
See you.



Ps:
Kerdus = Kerudung Dusta
(Kali aja kan ada yang enggak tahu)
Tips Buat Asikin Tongkrongan

Tips Buat Asikin Tongkrongan

4/13/2016 18

Hai, semua. Apa kabar? Sehat?

Kembali lagi di blog yang keren dan sangat mempesona ini. Atau anggaplah demikian.

Kali ini gue mau bagi-bagi tips. Tips ini enggak mudah gue buat. Gue harus berdiam diri selama beberapa detik setiap selesai boker untuk menyempurnakan teori gue ini.

Di tambah gue kudu sering berhenti di flyover cempaka putih arah sunter sambil merenungi teori ini. 

Selain itu, gue juga kudu sering solat wajib. Namanya juga wajib, ya mesti toh?

Setelah melakukan beberapa syarat tadi gue pun berhasil menyimpulkan tipsnya.

Berikut adalah hasilnya, 

Awalnya tingkatkan frekuensi, lalu turunkan

Anggaplah ini awal-awalnya lu ngumpul sama temen baru. Diawalan perjumpaan sih baiknya, menurut gue, tingkatkan frekuensi ketemu. Buat apa? 

Jelas, untuk meningkatkan keterikatan emosional dalam kelompok yang baru lu bangun. KUANTITAS lah yang penting. Tujuannya biar lu semakin akrab, dan tau sela apa yang bisa dipakai untuk ngasikin.

Contohnya, lu enggak akan tau kan seorang temen asik atau enggak kalo pas kalian ketemu dia baru aja kena musibah kakinya kesandung meja setiap dua jam beberapa hari belakangan. Kalian pasti dapet kesan kalo dia orangnya enggak asik. Tapi siapa yang tau? Kalo ternyata sikap membosankan itu cuman diawal-awal pertemuan.

Dan emang sikap alamiah seseorang untuk jaga sikap sama yang jarang ketemu.

Diawalan pertemanan kalian, intenslah bertemu. Paling enggak dalam sebulan bisa lah dua sampe tiga kali ketemu, kalo misalnya kalian enggak berada di lingkungan yang sama, karena percaya atau enggak kuantitas pertemuan kalian akan meningkatkan kualitas pertemuan kalian. 

Lalu,

Ketika lu sudah ngerasa keterikatan emosional antaranggota tadi sudah gede, inilah saatnya mengurangi ketemuan. Tujuannya juga jelas. Biar kalian enggak bosen aja gitu ketemuan terus. Nanti asiknya malah jadi turun.

Pokoknya bijak aja deh dalam mengolah ketemuan kalian.


Bikin Peraturan

Emang si ini enggak asik keliatannya. Masa nongkrong aja kudu ada peraturan. Tapi yaudah deh ikutin aja.

Misalnya peraturan enggak boleh maen hape kalo lagi ngumpul, dan kalo ada yang akhirnya enggak kuat dan megang hape. Dia harus beliin kalian makanan, atau misalnya kalian lagi nongkrong di tempat makan. Dia yang harus menanggung biaya makan pertemuan kali ini.

Atau misalnya ada yang ngerokok diantara kalian. Bikin peraturan enggak boleh ngerokok kalo lagi ngumpul. Kecuali dia menjauh. Hukumannya boleh sama kayak yang di atas. Ya, pokoknya sesuaikan aja sama isi kelompok lu.

Bisa juga bikin peraturan enggak boleh ada cinlok diantara kalian. Kalo yang kebetulan cinlok di tongkrongan, mereka harus langsung nikah paling enggak dalam empat belas purnama. Atau mereka berdua keluar dari tongkrongan

KETAWA KEJAM

Jangan Gampang Tersinggung

Karena asas nongkrong adalah

Tidak boleh ada pihak yang gampang tersinggung atau sekarang dikenal dengan Baper (bawa perasaan)

Kalo ada yang Baper membuat setiap bercandaan jadi kurang lepas aja. Takut menghancurkan moment. Ini mengharuskan anak tongkrongan emang harus kebal kalo di cengin apalagi dicengin mengenai mantan yang masih dalam kelompok yang sama.

Makanya gue kasih saran di point sebelumnya, enggak boleh ada cinlok.

Kalo lu pada dasarnya Baper. Mungkin lu terlahir bukan untuk jadi anak tongkrongan. 


Tapi kalo tetep ngeyel pengen buat tongkrongan, kenapa enggak buat tongkrongan para Baper. Biar saban nongkrong kalian bisa saling jaga perasaan tiap anggota.

Ah emang seru ya kalo gada ceng-ceng an antaranggota?

Dateng telat

Karena yang paling enggak enak dari janjian buat ketemuan adalah pasti ada aja yang datengnya beberapa jam kemudian. Dan nunggu adalah kegiatan yang enggak asik.

Nah ada baiknya, daripada lu kudu jadi orang yang nunggu. Mendingan lu ikutan dateng telat aja. Karena sesungguhnya keasikan tongkrongan itu terjadi dua jam setelah jam pertemuan yang ditentukan.

Bengis emang.

Jangan Pelit

Anak tongkrongan emang kudu sering berbagi, dari yang paling sederhana berbagi cerita (kesedihan lu, ambisi lu, keseharian lu), berbagi rokok, berbagi makanan, berbagi pacar. Ya pokoknya harus berbagi semua lah.

Karena kalo lu pelit yang ada nantinya lu enggak diajak lagi buat ikutan nongkrong. 

Gue pernah mengalaminya.

Harus ada Basecamp

Basecamp itu maksudnya ada tempat yang menjadi markas kalian ngumpul. Bisa salah satu rumah temen, tempat makan, space tertentu di kampus kalo masih kuliah, di taman, di halte busway, atau dimanapun.

Pokoknya yang menjadi tempat yang selalu digunakan buat ngumpul. Karena itu ngebuat lu enggak cuman cinta aja sama orangnya, tapi juga cinta sama tempatnya. Dan saban ke tempat itu lu bakalan selalu inget temen-temen lu yang asik.

Gue si tidak begitu menyarankan nongkrong di tempat makan. Selain mahal, untuk waktunya juga enggak bisa terlalu lama kecuali lu mau dipelototin sama pelayannya atau di batukin sama pengunjung lain. Atau lu nongkrongnya dari jam 12 malem sampe pagi. ITU BEBAS

Udah itu aja dulu ya...

Semoga gue semakin keren.

SeeYou


FYI, Nongkrong yang menjadi kegiatan liburan favorit kita-kita dalam bahasa Inggris pernah di deskripsikan sebagai 
Sitting, Talking and Generally Doing Nothing
Menurut New York Time tahun 2012


Kontrakers Sejati

3/13/2016 27
Iya hamparan perumahan gue kurang lebih begini

Bisa dibilang gue itu manusia Bekasi aslinya. Tapi karena ibu gue kerja sebagai PNS guru di Jakarta dan kudu dateng jam setengah tujuh. Jadinya gue dan keluarga bela-bela in ngontrak di Jakarta. 

Dulu sempet pulang-pergi Jakarta-Bekasi. 

Tapi ternyata lebih boros dan bikin cape. Awalnya nyokap pas masih seger mah ayo PP, tapi semenjak nyokap semakin tua. Die pun memutuskan buat ngontrak aja di Jakarta biar hemat dan enggak bikin cape. Di tambah sodara-sodara gue juga lumayan banyak yang jadi kontrakers di Jakarta.

Sebagai Kontrakers gue dan keluarga gue itu tipikal yang tidak setia dengan satu rumah aja. Terhitung sejak lima belas tahun terakhir gue ngontrak paling enggak lima tempat. Mulai dari sekamar doang, sampe rumah yang bisa buat mean bola. Iye gue pernah ngontrak di rumah yang gede banget. Mulai gue ngontrak berempat bersama dua sodara lainnya dan almarhum nenek gue. Ngontrak bareng tante gue. Ngontrak sekeluarga berlima. Sampai ngontrak cuman bertiga, bareng bokap, dan nyokap.

Kontrakannya juga banyak banget jenisnya. Ada yang dibelakang masjid, ada yang di belakang sekolahan, ada juga di tempat yang kalo mau keluar kudu ngelewatin rumah yang punya kontrakan. Ah gue harus negor mulu sama yang punya kontrakan. Harus pura-pura ramah. Eh. 

Gue juga pernah ngontrak di rumah yang ada di dalem pager orang. Jadi sebenernya jalur normal gue itu agak muter buat keluar. Tapi kalo mau cepet harus ngelewatin pager orang. Dan halaman rumahnya di keramik, jadi harus lepas sendal dan bilang "permisi ya". Agak canggung ketika pagernya lagi dikunci (tidak di gembok) harus buka dan menimbulkan suara yang mengganggu yang punya rumah. Jadinya gue harus mengendap-ngendap kaya maling. ini ajang yang tepat untuk melatih bakat gue kayaknya :p

Terbesit enggak lu sebuah pertanyaan "Kenapa gue sering pindah?" sekalipun enggak gue anggep iya. Gue pindah juga dengan beragam alasan. Mulai dari rumahnya yang kekecilan buat perabotan yang tiap tahun nambah, atau yang punya rumah pengen make rumahnya, atau rumah yang jadi kegedean (awalnya tinggal berlima bareng 2 kakak gue, dan nyokap, serta bokap. Saat mereka nikah jadinya gue cuman tinggal bertiga). Rumah yang ribet enggak bisa masukin motor dan banyak lagi.

Disisi lain rumah bagi gue adalah tempat paling nyaman di dunia. Sekalipun ngontrak, rumah menjadi persinggahan paling nyaman dan menyenangkan. Gue bisa berjam-jam menghabiskan waktu melakukan hal yang enggak penting. Tidur-tiduran, buka twitter. Dibanyak rumah kontrakan tadi, gue juga mengalami banyak perubahan hobi. Mulai dari hobi maen bola karena rumah luas, hobi baca karena suasana nya sepi, sampe hobi maen laptop karena punya kamar sendiri.

Walaupun gue sekarang males buat berlama-lama di rumah. Karena selalu dibawelin. Rumah tetep aja menjadi tempat paling dari segala yang paling.

Gue punya perpustakaan kecil di kamar gue, gue juga punya dinding yang isinya bisa memotivasi gue. Banyak tulisan yang motivasi ataupun catatan kegiatan, catatan belanja, to do list gue tempel disana, disana juga ada kaca. Jadinya, saban gue ngaca gue membaca hal-hal yang memotivasi gue. Satu yang kurang dari kamar gue yang sekarang adalah tidak adanya meja :(


Perpus Pribadi gue
Rapi ya? Namanya juga baru dirapiin
Pas ada yang komen no pic itu hoax langsung gue rapiin
Biar si perpus tidak mempermalukan si empu nya blog


Di kamar itu juga ada peta Jabodetabek. Enggak tau gue suka aja. Saban gue pergi yang jauh dan pulang. Gue suka melihatnya dalam peta. Jalur mana yang gue lewati hari ini. Dan betapa menyenangkannya lewat sana. Iya macet, debu dan banyak pengendara yang bikin jantungan maksud gue.


Ini Penampakan Peta Jabodetabek
Spot yang paling gue suka
Ada banyangan D di sana. Karena nama gue Dicky :p

Karena gue tau gimana enggak enaknya jadi pengontrak gue pun punya angan-angan buat punya rumah sendiri nantinya. Biar engga harus saban beberapa tahun pindah apalagi diusir sama yang punya rumah karena ga mau ngutangin dia lagi, jujur gue pernah diusir dengan alasan itu (analisis sok tau gue)

Udah ah, postingan ini banyak mengandung gibah.
See You

Postingan dipersembahkan untuk agenda tulisan kombun.com bulan maret plus giveaway nya rezapratama.com


NB:
Bulan April 2017 gue akan pindah kontrakan lagi. Yap, pindah lingkungan lagi.

Menghilangkan BT

12/24/2015 8

Belakang gue emang agak jauh dari BT, belakang gue emang lagi banyak banget kegiatan, tanggung jawab, serta tanggungan yang harus gue kerjakan. Mulai dari Skripsi yang tak kunjung tersentuh (btw, gue lupa buku konsultasi skripsi gue dimana), tagihan buat kembali melakukan 'rutinitas pacaran', ngumpul temen SD yang lagi genjer genjer nya, maupun ngajar sana sini yang bikin gue jadi tau seluk beluk kota. Ini enggak membuat gue terkesan pamer, Kan?



Nah gue mau sharing, apa si yang biasanya gue lakuin kalo gue lagi BT paling BT yang pernah gue alamin. Semoga ini bisa menginspirasi kawula muda.


Hal pertama gue akan mendengarkan lagu, entah kenapa lagu dan segala hal yang berkaitan dengannya itu kayak maha karya manusia yang paling sukses mempermainkan suasana hati. Iya mau seBT apapun gue, mood gue akan berubah menyesuaikan dengan suasana lagu yang gue dengerin apalagi kalo dengerinnya di kamar, dengan cuaca mendung, di rumah sendirian, pake earphone dengan volume terkencang yang mampu telinga gue dengar. 
Seketika itu juga mood gue dimaenin sama musik yang mengalir, ah elah. Kurang ajar emang. Gue suka semua jenis lagu, mulai dari pop, jazz (yang enggak terlalu ngejazz tapi nya :p ), bahkan untuk beberapa lagu dangdut gue suka. Semua gue suka kecuali beberapa musik yang lebih mirip orang yang lagi teriak.
Earphone dan lagu juga membuat lu jadi orang yang walaupun lagi enggak melakukan apapun alias gabut, tetep keliatan 'do something' 

Kalo "ngedengerin lagu" udah agak membosankan bagi gue, gue akan sedikit ngubek-ngubek isi hardisk gue, ngeliat foto, video maupun apapun yang ada disana, kadang emang berhasil membuat gue senang. Beberapa yang lain kadang malah membuat gue menyesal kenapa dulu pas moto gue jarang banget menampilkan muka yang sadar kamera. Beberapa malah nimbulin kenangan nan bangsat yang kembali muncul. Ah elah.

Selain ngubek isi hardisk gue juga bakalan ngelakuin broswing-broswing nakal, kayak ngeliat hp yang enggak bakalan gue milikin dalam waktu dekat, ngeliat google glass yang jauh dari jangkauan gue, ataupun ngeliat cewek manis berkerudung yang jarang mandi, blogwalking ketika kegiatan sebelumnya udah enggak begitu menarik.

Kalo hal yang bisa gue lakuin di kamar tadi udah cukup ngebosenin, gue akan maen ke rumah ponakan gue. Gue akan gendong, jungkir balik serta cium dia sampe dia mau nanggis kenjang..
Dia lucu gitu,, masih dua tahunan si ya.....
Pas si keponakan lagi sakit :(



Keren kan cara gue ngilangin BT, Ah gue ngerasa gagal sebagai blogger kalo kegiatan gue itu doang :(

Yang Paling Dari Tiap Bukber

7/28/2015 20

Momen Ramadan baru aja berlalu kurang lebih sepuluh hari yang lalu, kalo di ibaratkan luka Tetanus sekarang itu lagi fase kejang-kejang tapi tidak terlalu. Lalu hubungan nya apa? Enggak ada. Nah kali ini gue mau membuat beberapa bukber yang PALING. Bisa paling apa aja, paling jauh, paling ribet perencanaan nya atau paling mahal sekalipun. Daripada berlama-lama langsung aja deh.


Paling Jauh 'n Ribet
Ini adalah bukber kelas gue di PGSD UNJ. Lokasi yang sangat jauh membuat gue harus jalan kurang lebih 3 jam sebelum azan magrib berkumandang. Dan keputusan tadi sukses membuat gue jadi orang pertama yang dateng. Lokasinya sendiri di Perumahan Duta Indah di daerah Pondok Gede, Bekasi Regency. Ya intinya mah kalo di Bekasi ya jauh aja.

Bukber kali ini bertempat di tempat tinggal salah satu temen sekelas gue. Namanya Nurohmah, bukber ini juga bukber yang paling ribet perencanaan nya. Gimana enggak ini adalah bukber kelas yang akhirnya full tank. Hampir tiga tahun kita sekelas tapi inilah bukber paling berhasil yang bisa terlaksana. Walau enggak semua tapi paling enggak hampir seluruh penghuni kelas ikutan.
Kalo mau baca profil mereka bisa baca di artikel ini

Itu udah Maksimal Banget loh putihnya. Pake beberapa Blitz

Namanya artis, kamera yang moto banyak jadinya enggak fokus ke kamera ini deh

Paling Mendadak
Bukber kali ini adalah bukber ketika gue beberapa kali ke kampus untuk download film, atau game dan ternyata waktunya sampe azan magrib. Jadi mau enggak mau gue harus buka dulu baru pulang, awal-awalnya si gue bakalan makan takjil dan langsung pulang. Tapi muncullah ide buat ngajak beberapa temen yang gue temui di kampus buat bukber. Fix jadi deh. 

Segelintir anak Kombun

Ini adalah bukber setelah bukber
Ini Juga bukber setelah bukber bareng keluarga. Mendadak
Tapi bukan temen yang di temui di kampus


Paling Freak
Ini adalah bukber bareng Calon Maba UNJ Jalur Penmaba
Jadi dulu pas gue mau masuk UNJ, sampailah tercetus sebuah ide buat bikin grup yang isinya anak-anak yang ngebet mau masuk UNJ lewat jalur apapun, dalam hal ini PENMABA (cari aja di google)

Nah karena dulu jalur penmaba terlaksana saat bulan puasa (Puasa 2012), dan grup itu aktif banget saling bantu sebar info alhasil sampailah gagasan untuk buka puasa bareng. Dengan alasan demikian semenjak itu setiap puasa (2012-sekarang) selalu aja ada yang ngadain BUKBER, karena gue iseng. Gue pengenlah ikut acara bukber mereka yang rutin (walau cuman segelintir orang si). Gue ikut. Tiga tahun gue enggak ketemu mereka. Ada yang tambah kurus/gemuk. Tanpa berminyak, tambah ganteng (gue).

Gue sempet ngerasa enggak enak juga sama salah satu dari mereka, dia itu salah satu mahasiswa UNJ juga, saban gue ketemu sama dia di kampus gue selalu aja buang muka. Untung cowok, jadinya dia enggak ngungkit itu di acara. Enaknya ngumpul sama temen yang jarang ketemu itu, setiap omongan lucu, garing atau apapun yang tujuan nya buat mancing ketawa, mereka pasti ketawa walau kadang yang muncul ketawa kasian

Dari kiri
Esti, Ika, dan Herma

Dari kiri
Jodi, Rio, dan Gue


Paling Mahal
Bukber paling mahal adalah bukber bareng keluarga, yap karena ini ditraktir jadinya gue dan sodara-sodara gue secara beringas memilih makanan di tempat yang enggak bakalan sanggup (lebih tepatnya si enggak ikhlas) kalo harus bayar pake uang sendiri.
Ada lagi si bukber yang kurang lebih sama mahalnya, Bukber di SD tempat gue ngajar club sains saban sabtu. Di sana menunya emang tradisional, kayak martabak telor, kue-kue an, tapi kulitasnya itu loh yang bener-bener bikin lidah gue dimanjakan. Oia gue enggak sempet foto sama sekali disana, soalnya selain makanan enak, gue bisa ambil makanan sendiri, hilaf deh. Jadinya enggak kepikiran yang laen selain "Makan yang mana lagi ya?"

Bukber Paling Mahal
Sponsor Bukber kali ini


Beda hari, enggak mahal tapi sama keluarga juga
Paling Kasian
Ini bukber gue kurang lebih di dua minggu terakhir ramadan. Karena gue jaga stand Zakat di sebuah gedung perkantoran daerah Kuningan. Saban buka puasa gue bakalan cuman makan takjil (bisa gorengan, lontong, kurma) dan bakalan makan besar sejam setelahnya setelah sampai rumah. Sampe-sampe mulut gue enggak enak buat nelen. Kebanyakan gorengan yang masuk ke mulut gue.


"Postingan ini dipersembahkan untuk KOMBUN pada edisi #Juli2015."

#NulisRandom2015 Week 3-4

7/02/2015 2

Yes, akhirnya gue sukses untuk ikutan NulisRandom2015
Walau sekitar 5 hari gue ketinggalan buat postingan, dua postingan yang dipost agak terlambat. Gue pun akhirnya terlepas dari sebuah ikatan untuk menulis apapun selama sebulan penuh kemarin. Banyak pengalaman selama ikutan itu. Kayak gue harus menjadikan apapun yang gue liat, rasakan, bayangkan sebagai bahan untuk di posting.

#NulisRandom2015 Week 1-2

6/21/2015 4
Kalian mungkin tau apa itu #NulisRandom2015, sebuah ajakan dari seorang blogger untuk mengajak semua Blogger ataupun siapapun untuk menulis Random apapun selama sebulan penuh (Selama Bulan Juni 2015). Nah karena ambisi gue akan menulis lagi coba gue tinggi-in gue pun memutuskan untuk mengikutinya, Disini gue mau mindahin aja tulisan gue di Bagus Buat Dibaca dimana tumblr itu sengaja gue buat untuk menjawab tantangan tersebut. Daripada kelamaan langsung aja ya.
Oia gue ketinggalan untuk nulis di tanggal 1 Juni nya. Maaf ya

Sewaktu Kecil Dulu

5/23/2015 6
Dari dulu gue punya fantasi yang berbeda-beda mengenai gue bakalan menghabiskan waktu dengan cara bagaimana saat dewasa nanti. Gue termasuk anak yang punya banyak cita-cita yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Beberapa diantaranya si timbul karena gue baru mengenal dunia itu, beberapa karena bagi gue itu cukup keren buat diomongin pas kenalan sama cewek. Berikut beberapa cita-cita gue sewaktu kecil

Kamu

5/14/2015 2
Hai, Apa kabar?
Ucap ku pada kamu, yang sedari tadi asik dengan lamunan.
Kamu diam saja, hanya ujung bibirmu saja yang bergerak.
Aku mengulangi pertanyaan ku tadi.
Kali ini kamu menengok.

Sekolah Cerdas ComdevUNJ

10/08/2014 0
Salah satu kegiatan pengajaran
Pertama-tama mau ngasih tahu dulu comdev itu adalah sebuah organisasi dibawah sospol BEMUNJ yang kepanjangannya adalah Community Development. Sebuah organisasi yang bertujuan memberdayakan dan mengembangkan masyarakat. Sejauh ini COMDEV sudah punya 7 tempat. Gue berada di salah satunya. Namanya Rumah Cerdas ComdevUNJ (@SCcomdevunj) yang terletak di Rusun Pinus Elok di bilangan Penggilingan, Jakarta Timur.