Tampilkan postingan dengan label pgsd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pgsd. Tampilkan semua postingan

Renungan untuk seorang Guru

2/25/2018 6
sumbernya biasa pixabay.com

Guru, adalah profesi paling berpengaruh dalam tumbuh kembang seseorang. Dalam pendidikan formal (yang diwajibkan) setidaknya 9 tahun seseorang ditemani oleh guru-guru nya. Gue bilang jamak, karena memang dalam sembilan tahun tadi seseorang akan berganti guru. Yang menyaksikan, dan membantu setiap perubahan yang dialami. Walau kadang-kadang guru menyebabkan trauma, tak jarang juga guru dianggap orang tua kedua si anak. Yang lebih mengetahui, bahkan mau memahami daripada orang tua kandungnya.



Entah karena gue masih baru sebagai seorang guru, atau bagaimana gue selalu ngerasa wajar kok gue dapet gaji yang kecil. Soalnya gue masih selalu ngajar dengan pola baca-buku-kerjain, masih sangat jarang gue bercerita panjang lebar untuk meningkatkan minat murid belajar sama gue, atau jarang gue melakukan praktek, uji coba, atau hal-hal lain untuk mengajak murid gue sejenak keluar dari kursinya. 

Sampai pada tahap itu gue selalu kepikiran


Apa yang gue lakukan selama kuliah?

Apa enggak ada ilmu yang bisa gue pake?

Rasanya gue hanya melakukan rutinitas yang dulu gue jadiin latar belakang karya tulis gue. Gue selalu mengajar dengan cara guru aja yang pinter, murid hanya baca-kerjain-duduk, atau segala hal yang enggak meaning full banget buat mereka. Padahal dulu pas kuliah, gue selalu memegang prinsip 'jika kerja nanti, gue harus kreatif, gue harus jadi guru yang disenangi anak-anak, gue harus jadi guru yang membuat muridnya senang ketika gue datang'.

Tapi setelah setahun gue berprofesi demikian, gue malah makin jauh dari angan-angan tadi. Rasanya gue enggak seprofesional yang gue harap.

Dan yang terparah gue membenarkan tindakan gue. Gue mencari beragam alasan. Mulai dari pekerjaannya melelahkan, gaji yang tidak memadai, fasilitas sekolah yang sangat tidak menunjang, dan yang paling klise 'ada yang salah dari sistem pendidikan kita'. Atau beragam alasan lain yang intinya tidak ingin menjadi pihak yang salah. Waktu belajar banyak gue pake malah buat duduk di meja sambil main handphone atau yang lebih parah gue pake waktu belajar buat menilai PR mereka. Yang rasanya sangat tidak profesional.

Dan gue hanya bisa mengeluh perihal tadi.


Tips Menjadi Guru yang Menyebalkan

6/29/2017 5
sumber : https://pixabay.com

Sebelum menuju topik postingan kali ini, saya mau mengucapkan.

Selamat Idul Fitri, 1438H. Semoga Ramadhan tahun ini memberi berkah untuk kita semua, dan kita kembali menjadi insan yang baik, baik kepada insan lain maupun ke Allah sebagai sang pencipta.

Saya melewatkan bulan puasa kemarin dengan tidak membuat secuilpun postingan untuk diposting di blog ini. Maafkan kesalahan saya. Semangat saya sedang turun. Mungkin karena saya ngeblog untuk mendapatkan apresiasi bukan karena pengen nulis.

Dengan segala kerendahan hati yang suci ini. Saya minta maaf untuk semua yang nyasar ke blog ini. Dan saya juga minta maaf kepada diri sendiri yang kurang memberi dorongan yang sedikit lebih keras.

Back to topic

Kali ini saya mau membahas bagaimana si caranya untuk menjadi guru menyebalkan, guru yang tidak disukai oleh muridnya. Guru yang menjadikan siswa tidak menyukai berada di sekolah. Silakan lanjut membaca.

  • Kasih PR terus
Yap, beri murid kalian banyak PR, mulai dari PR mengerjakan LKS, wawancara, cari informasi di koran atau internet, atau sekadar merangkum. Apalagi menjelang pembagian rapot, kalian bisa berdalih untuk menutup nilai yang kurang. Jangan beri dia kesempatan untuk bermain dengan temannya di rumah. Karena toh murid tidak akan belajar jika tidak diberi PR. Guru senior atau pun guru baru sering menerima aduan seperti itu dari wali murid, kan? 

Karena wali murid pun mendukung, sudah seharusnya kalian memberi mereka PR yang banyak. Agar si murid, 'belajar' di rumah? Setuju?

Setelah memberi PR, kalian bisa gunakan jam pelajaran di sekolah dengan mengoreksi bersama. Jadi, kalian tidak perlu repot-repot menghabiskan jam kosong kalian untuk mengoreksi. Ditambah kalian juga tidak dipusingkan membuat rencana kegiatan pembelajaran. 
  • Jarang bikin permainan
Tidak usahlah bikin permainan yang melelahkan kalian sebagai pengajar. Daripada harus berteriak, mengatur ini itu, atau mengganggu malam kalian untuk merancang permainan. Repot sekali, kan?

Efek permainan itu banyak, murid jadi senang dengan kalian, pembelajaran jadi kurang menjemukan, murid banyak bergerak artinya kalian harus bergerak lebih banyak lagi. Ditambah dengan melakukan permainan kelas jadi berisik dan pastinya mengganggu kelas lain.

So, hindari permainan dalam pembelajaran. Dan kalian akan fix jadi guru yang menyebalkan. Selamat!
  • Kerjakan apa yang ada di buku
Sumber: https://pixabay.com

Buku dibeli buat apa? Untuk dipelajari? So, daripada pusing mikirin kegiatan pembelajaran lain. Lebih baik kerjakan apa yang ada dibuku. Kan walimurid /pemerintah sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk membayar buku. Bagaimana jika mereka protes bukunya tidak digunakan dengan maksimal?

Pemerintah mungkin tidak protes, tapi yang mengajar di sekolah swasta mungkin akan diprotes wali muridnya jika bukunya jarang digunakan. Apakah saya benar?

Banyak informasi yang bisa didapatkan murid dari buku, kadang bahkan kalian sebagai guru tidak bisa mengimbangi informasi itu. Nah, karena buku adalah tempat segala ilmu dapat ditemukan, ngapain pusing-pusing. 

"Anak-anak, kerjakan halaman sekian sampai sekian. Di buku tulis, soalnya salin." Keluarkan kalimat sakti itu setiap hari. Yap, guru menyebalkan sudah kalian sandang.
  • Tidak bercerita
Berbicara tentu perlu energi. Dan energi kalian itu mahal. Jadi buat apa membuang energi untuk bercerita panjang lebar yang kadang malah ditanggapi murid dengan mulut menguap dan mata mengantuk. Enggak efektif dan efisien.
  • Jangan belajar dalam kelompok
Nilai dirapot adalah nilai individu tidak ada rapot yang dibagikan untuk kelompok. Jadi jika dalam pembelajaran dilakukan kelompok, bukannya itu percuma saja?

Pembelajaran dengan berkelompok tentu ada saja beberapa murid yang enggak cocok sama murid lainnya. Malah sampai adu argumen yang maunya menang sendiri. Daripada dibuat riweh sama urusan macam itu, ya pembelajaran kerjakanlah secara sendiri-sendiri. Jangan beri dia waktu untuk bersosialisasi dengan murid lainnya dalam pembelajaran. Murid ke sekolah untuk belajar bukan bersosialisasi.
  • Galak
Ketika gagal menguasi kelas, ini waktunya kalian mengeluarkan suara terbesar yang bisa kalian buat. Tatap mata murid dan buat kesan mata kalian seolah-olah bisa keluar dari tempatnya. Jika perlu jewer telinga nya hingga merah. Nah, kalo sudah begitu kalian akan ditakuti oleh murid alih-alih dihormati.

Saat kalian galak, kalian bisa menutupi bahwa kalian sebagai guru tidak terlalu menguasai materi. (Jika memang demikian).

Lakukan tips-tips tadi, jika ingin jadi guru yang menyebalkan.

Trust me, it's work.

See you.

Chapter Finnale - Jadi Begini Ceritanya

7/01/2016 10
Mak, dikit lagi Dicky jadi SP,d

Ini adalah postingan penutup, setelah menyelesaikan tentang 'tulisan itu' - SKRIPSI (red)

Ada baiknya, kalian baca dulu beberapa postingan sebelumnya

Jadi begini ceritanya...

Setelah menempuh perjalanan yang enggak gampang-gampang amat, akhirnya genap sudah gue malalui masa kuliah S1, setelah bertahun-tahun harus PP Priok-Setiabudi, setelah bertahun-tahun mengalami macet di Manggarai, menikmati lamanya lampu merah Matraman, berjam-jam di kantin deket kampus, menjadi anak yang akrab sama orang tua, mencoba susahnya menjadi anak kos, sampai menemukan oasis perjalanan melalui Jalan HOS. Cokroaminoto, gue pun akan mengakhirinya beberapa bulan kedepan.

NB : FYI, Jalan HOS. Cokroaminoto itu jalan paling asik setelah motor dilarang melalui Jalan Thamrin.

Jadi begini ceritanya...

Banyak yang sudah gue lalui selama menjalaninya masa kuliah. Mulai dari cupu mencari identitas diri, sok akrab sama mahasiswa baru atau senior, sampai cari muka sama beberapa dosen. Yang berbuah di akhir semester, senior ngasih jalan gue mendapatkan pekerjaan, dan dosen pembimbing yang sangat memudahkan gue menyelesaikan skripsi, jujur selama menulis skripsi, gue merasa kedua dosen itu kayak 'malaikat' dalam wujud manusia.

Tentunya Allah yang memberikan malaikat itu buat gue. Semenjak Allah memberi beragam kemudahan dalam menyelesaikan skripsi, gue enggak pernah absen untuk menyisipkan terima kasih kepada-Nya yang gue ucapkan berkali-kali.

Jadi begini ceritanya,

Skripsi yang menyiksa gue belakangan, yang sampe mengharuskan tipi di ruang keluarga dimasukin ke kamar orang tua, akhirnya selesai. Selesai sudah pertanyaan nyokap yang belakangan selalu ngomong "udah beres?" atau "daripada maen mending ngerjain" 

Haha, sudah selesai. Dan gue pun menyelesaikannya dengan beragam kepuasan, sambil mengucap syukur yang tak henti-hentinya.

Dilain sisi,

Sedih memang, ketika salah satu dosen penguji gue bilang "ini adalah momen terakhir kita bisa berdiskusi sama mahasiswa"

Jujur gue tambah sedih ketika dia juga mengucapkan "ini adalah tahapan akhir, selamat bagi kamu yang sebentar lagi akan menjadi sarjana" yang dia ucapkan kepada seluruh mahasiswa yang dia uji hari itu.

Memang si gue bukan mahasiswa dengan IPK yang memuaskan kalo dibandingkan sama temen-temen gue, dan gue juga bikin skripsi yang biasa aja. Tapi itu udah cukup mengantarkan gue ke jenjang asli dalam kehidupan. Yap, menjadi dewasa, dan menjadi pekerja. Udah cukup nyusahin orang tua. Udah cukup jadi beban bagi mereka beberapa puluh tahun belakangan. Dan inilah saatnya bagi gue untuk membalasnya.

Jadi begini ceritanya,

Gue kan pernah cerita di postingan ini, kalo gue lagi seleksi di sekolah swasta. Dan Alhamdulillah, sehari setelah gue sidang, gue dan teman-teman gue dinyatakan secara sah menjadi bagian dari sekolah tersebut. Yap, semenjak hari itu gue semakin yakin kalo kita dekat sama Allah, Ia akan memberi jalan tol bagi kita. Yap, jalan kehidupan yang tanpa hambatan.

Agak malu emang sama ibadah gue yang masih bolong, tapi Dia masih bisa cinta banget sama gue kayak gini.

Thanks, Allah.

Semua ini bagi gue berkah ramadhan.

Akhirnya gue semakin mencintai ramadhan, dan menanti ramadhan selanjutnya.

NB  : jujur nih ya, gue ga begitu kuat nahan laper pas ramadhan :p

#Chapter02 - 6K Ku Kejar Kau, Kau Ku Kejer

5/03/2016 2

Ini edisi ketiga

Edisi Pertama #Chapter00 - Sesumbar Orang Malas
Edisi Kedua #Chapter01 - Mengenai Kamu

Setelah sukses membeli printer untuk 'tulisan itu' yang gue ceritakan dipost sebelumnya kali ini gue mau cerita sedikit perkembangan si tulisan itu. Semoga aja ini cukup menarik untuk kalian baca ya. Kalopun enggak menarik ya baca aja sih, emang susah ya? Tinggal baca doang juga.

Oia, hari ini adalah hari pendidikan nasional. Jadi aku masih bertanya, kenapa ya yang dibuat hari libur tanggal satu Mei nya bukan tanggal dua nya?

Apa kalian bisa menjawabnya?

Lanjut setelah tulisan itu kembali gue jamah setelah sekian lama. Gue sampai dibagian gue akan daftar untuk presentasi di depan dosen biar tulisan itu emang cocok untuk diteliti. Cocok banget malahan.

Karena udah lama dicuekin, tulisan itu pun terbengkalai

Tulisannya di beberapa halaman sudah mulai berdebu, di beberapa halaman lainnya sampai ada warung yang jadi tempat nongkrong abang-abang supir angkot. Dan beberapa halaman sisanya malah sampai muncul perumahan liar. Ilustrasi aja si. Saking lamanya.

Nah karena gue sebagai pemerintah pusat tulisan itu enggak mau gue kalo kelamaan buat ngegusur sampai sampai nanti harus ada pertumpahan darah. Gue pun mengambil keputusan cepat untuk mengembalikan tulisan itu ke fungsi awalnya yakni menjadikan gue orang dengan nama belakang S.Pd

Masih terbayang wajah dosen gue ketika setelah empat bulan gue ketemu dia lagi. Dia dengan senyum ibu kepada anaknya bilang kurang lebih gini "Aduh, kamu kemana aja si? Ibu sempet kira kamu ganti dosen loh. Lama banget deh kayaknya, sibuk ya?" Gue pun hanya bisa senyum sambil menahan rasa malu yang lumayan gede sampai bikin gue terbatuk-batuk. Jujur gue emang batuk, tapi bukan karena malu, karena gue emang keren. Bye

Singkat cerita dia pun memulai bimbingan. Dan seperti bayangan gue. Dia pun meminta waktu seminggu untuk mengoreksi tulisan itu. Gue mau enggak mau harus terima, padahal itu pendaftaran berakhir sekitar 10 hari lagi. Dan gue harus membuang 7 hari diantaranya untuk nunggu hasil koreksi-an dia. 

Gue sempat meminta dia mempercepat koreksinya, tapi dia bilang enggak bisa soalnya hari selain hari yang udah ditentukan itu dia enggak bisa ke kampus, atau bahkan enggak bisa ditemui. Gue pun menerima dengan perasaan getir.

Hari yang telah ditentukan itu maksudnya kamis ya. Karena gue juga bimbingan dihari kamis.
Hasil koreksian itu maksudnya revisi skripsi ya.
Dan Presentasi itu maksudnya seminar proposal ya.

Sehari sebelum hari yang telah ditentukan, rabu, dia sms gue yang intinya dia mengundurkan ngasih hasil koreksian nya empat hari setelah hari kamis (senin-red). Dengan perasaan getirpun gue teriak di tempat makan deket kampus. Temen gue, dosennya sama kayak gue, ngasih ide buat to the point aja, bilang kalo hari jumat adalah pendaftaran terakhir.

Oia temen gue itu dosen satu dan dua nya sama. Jadinya kita kayak dua sejoli. Ih jijik

Satu Jam
Dua Jam
Tiga Jam

Gada balesan. Gue pun udah pasrah aja kalo emang enggak bisa besok dosen tersebut ngasih koreksian tulisan gue. Gue pun tidur dengan tenang. Eh harusnya si enggak bisa tidur ya. Gue bisa tidur karena gue berharap hari pendaftaran terakhir akan diundur. Sangat berharap.

Besoknya, kamis, gue yang lagi dalam perjalanan buat ngajar dapet telpon dari dosen itu. Dia bilang kalo dia kasihan sama gue kalo sampai enggak bisa daftar. Akhirnya dia memaksakan dirinya yang lagi sakit untuk tetep dateng ke kampus. 

Ah ini dosen emang idaman banget dah.

Setelah bertemu dengan dosen dia pun menandatangani buku bimbingan. Sambil menulis "ACC Seminar Proposal" di bagian keterangan. Kalimat yang sangat sakral untuk mahasiswa tingkat akhir. Dia juga bilang kalo  dia bakalan keluar kota. Gue yang udah tenang mendengarkannya sambil lalu.

Saat sore nya, gue kira urusan gue berhenti disitu ternyata TTD yang penting itu bukan di buku bimbingan. Tapi dilembar persetujuan yang di tandatangani oleh dua dosen pembimbing dan ketua program studi (Prodi).

Mampus lah gue.

Hari jumat itu hari terakhir daftar, dosen idaman gue mau pergi ke Jogja, kalo dosen yang satu lagi mah enak lah. Dan ada sebuah keraguan bahwa ketua Prodi belom tentu hadir hari jumat.

Kamis sore gue nelpon dosen idaman, gue takut dia udah pergi malem ini. Sialnya telpon gue enggak di angkat-angkat. 

Dan pada titik ini gue pun benar-benar kembali hanya bisa berharap.
Sambil memutar lagu Sheila On 7 - Berhenti berharap, ditambah genangan air mata. Dan sejumput asa yang tak kasat mata.

Lebay lu

Sambil berharap gue tanya sama seorang pegawai kampus, gimana kalo sampai akhir pendaftaran gue belom lengkap berkasnya masih bisa daftar ga? Dia bilang bisa asal minimal 5 orang yang daftar, baru akan dibuatkan jadwal presentasi. Sip gue semakin tenang.

Kamis malem dosen idaman gue nelpon. Dia bilang kalo sorenya dia lagi nganter suaminya berobat. Aduh gue semakin enggak enak sama dia. Berkali-kali bimbingan dan dia mulu yang nelpon.

Gue bilang ternyata harus ada lembar persetujuan yang ditandatangani. Yang ternyata dosen tercinta yang idaman itu enggak tau. Untungnya dia belom pergi ke Jogja. 

Akhirnya dia nyuruh gue ke Stasiun Gambir hari Jumat jam 7 pagi, karena dia bakalan pergi jam 8. Dan perjuangan pun dimulai.

Jumat pagi jam 6.21 gue udah duduk sambil sambil menikmati segelas coklat dingin yang beberapa menit sebelumnya masih panas padahal. Alhamdulillah nya gue enggak sendiri nunggu dosen idaman di stasiun Gambir. Temen gue dateng sekitar jam 7.10 an. Kita emang udah janjian. Atau lebih tepatnya gue yang ngabarin dia dateng ke stasiun gambir jam 7. Karena dosen idaman itu nyuruh gue ngasih tau dia juga.

Singkat cerita nunggulah gue dari jam 6.21 sampai jam 8.35

(Hanya jam perkiraan ya)

Benar

Gue nunggu dua jam lebih di stasiun. Ya enggak begitu lama lah. Tapi cukup menguras habis jam tidur gue karena gue udah kudu rapih sekitar jam 5an. Untung rumah gue deket. Nah temen gue itu yang kasihan dia tinggal di daerah Harapan Indah, Bekasi. Lumayan lah ke stasiun Gambir.

Setelah selesai meminta TTD dosen di stasiun gue pun menuju kampus pusat untuk ketemuan sama dosen idaman yang satu lagi. Awalnya janjian sekitar jam 10an di pasca sarjana kampus gue daerah rawamangun. Karena dosen idaman yang ini lagi s3. 

Nah setelah gue dan temen gue nyantai sambil ngopi. Tiba-tiba gue dapet kabar kalo dosen idaman yang satu lagi itu enggak jadi ke kampus. Alasannya karena dia mau ngejengguk temen nya yang baru selesai lahiran. Dan kami disuruh kerumahnya di daerah stasiun Kranji, Bekasi.

Temen gue pun bilang "eh buset dia ke kampus kok kayak kita ya. Cuman buat maen doang"

Karena ini adalah hari terakhir gue dan temen gue pun mau enggak mau menuju ke rumah beliau. Kami boncengan. Pake motor die gue yang bayar parkir. AHAHAHA. Gue culas memang.

Singkat cerita jarak yang lumayan jauh itu ditempuh kurang lebih sejam sama temen gue dengan motor 125cc nya.

Setelah sampai, duduk, tandatangan dan sedikit basa-basi. Tuh dosen pun menawari gue dan temen gue dengan makanan dan minuman sebagai bekal diperjalanan balik ke kampus. Karena kami terlihat sangat kelelahan.

Enggak lama ada seorang perempuan paruh baya keluar dari kamar ke ruang tamu tempat kami berada, dia bilang motor yang ditaro diluar untuk dimasukin aja. Tapi dosen idaman yang satu lagi ini pun dengan sigap menjawab "enggak lama-lama kok" 

Astaga, gue diusir perlahan.

Karena dia bilang abis solat jumat mau ke RS, dan posisi udah jam sebelas (mepet jumatan) kami pun pamit.

Sampai kampus, solat jumat, makan.

Sekitar jam dua gue baru inget alasan gue ke kampus itu mau daftar untuk presentasi. Shit.

Gue buru-buru langsung ke TU kampus untuk minta TTD ketua Prodi kemudian daftar. Yang sialnya ternyata itu ketua prodi udah pulang. Dan gue enggak bisa daftar sebelum punya TTD dia.

Kumplit juga hari jumat berkah gue..

Ibu-ibu TU yang baik itupun bilang, bulan Mei masih bisa daftar kok. Senin aja ya...

Dan hari senin ini. Tuh Ketua Prodi enggak dateng.

Sampai hari ini gue belom daftar buat presentasi.

Great ga pengalaman gue?

Ah sial gue enggak punya foto hari jumat berkah itu, soalnya cowok berdua si. Jadinya malu kalo pake foto.


Seeyou
SDN Pasgis 01 Pagi

SDN Pasgis 01 Pagi

10/27/2015 4
Nah belakang blog ini lagi jarang dijamah sama yang punya, akhirnya dia agak berjamur di beberapa posisi maupun berdarah di beberapa rindu yang menderah, alah.

Cuman mau ngasih tau, kalo gue sekarang lagi PKM (praktek keterampilan mengajar), PKM itu salah satu mata kuliah yang menandakan gue sudah menjelang akhir masa perkuliahan. Dan cuman mau ngasih tau lagi, Sekarang itu tanggal 27 Oktober, artinya kurang lebih sebulan lagi gue ngajar di sekolah ini. 

Akhirnya gue enggak harus dipanggil 
kak pomade, 
kak kembar, 
dipanggil kak ganteng, 
kakak yang enggak pernah marah, 
kakak yang gampang senyum, 
kak yang seksi. etdah

Yang terakhir itu gue yang maksa mereka

Beberapa pengalaman gue alami di sekolah 
Mulai dari guru yang nyantai, yang ngegampangin banget semua permintaan kita begitupun sebaliknya.
Penjaga sekolah yang asik bahkan suka ngecengin guru-guru, guru yang aneh, guru yang satu almamater
Salah satu guru baru satu almamater lebih deket sama kita, daripada salah satu anggota kelompok yang lebih sering nongkrong sama guru-guru
Penjual nasi uduk yang selalu bilang "nasinya nambah ga say?"
Anak Penjaga sekolah yang ngomong nya suka enggak jelas, meluk-meluk temen gue
Beberapa siswa yang selalu bilang "kak katanya mau ngajar kelas kita lagi" atau "kak entar ngajar lagi ya"
Dewi Sekarwangi, cewek dengan nama jadul. Enggak kepikiran emak nya, masih namain anak dengan nama seperti itu

Nge gabut di Perpustaan
Skripsi dikoreksiin temen yang baik
Bercanda
bahkan tidur diperpusatakaan

Murid yang gampang akrab,
Murid yang caper
Murid yang meletin lidah
Murid yang ngajak foto
Murid yang meluk mesra banget
Murid yang secara tersirat ngatain gue ganteng. (WOY PERCAYA AJA!!!)
Murid yang bilang "kakak belom mandi ya?"
Murid yang kadang suka bilang "rumah kakak yang mana si?"
Murid yang dari jauh bilang "ih kakaknya wangi"
Murid yang bilang kalo temen gue lebih ganteng daripada gue. (jangan percaya yang ini)
Murid yang bakalan salim berkali-kali
Beragam cara nyalimnya
Ada yang di pipi
Ada yang dijidat
Ada yang di idung
Tapi banyak juga yang bener-bener ngecup tangan gue, sampe meninggalkan bekas kecupan di tangan. 
Atau gue yang iseng tahan tangan dibawah biar tuh anak nyamperin tangan gue

temen kelompok yang berlima, tapi ujung2nya berempat mulu
temen yang selalu dibekelin nasi, terus bagi2 ke dua orang cowok anak kosan
temen yang kalo lagi diem didepan hape pasti lagi foto
temen yang jarang banget keliatan, tiba2 ke kampus, tiba2 ngajar kelas 1, tiba2 ganteng
temen yang suka ngatur
temen yang suka makan es krim berkali-kali
temen yang kalo abis makan es krim giginya bakalan ngilu
temen yang kalo mau ngajar, dia bakalan 'kayaknya' prepare banget
temen kos an yang jarang nginep
temen kosan yang sering maen, tapi enggak pernah nginep
temen kosan yang suka ngomong
temen kosan yang gampang tersinggung
dan lain sebagainya

Udan dulu ah,
entar kebanyakan yang diceritain

Setelah Menjadi Anak Kost

9/26/2015 30
Hari pertama di Kost an tercinta

Hai, udah hampir sebulan enggak ngepost di blog ini. Enggak tau, pengen keliatan sibuk aja sampe enggak sempet buat update. Soalnya kalopun ngapdate gue bingung sama siapa, eh maksudnya bingung mau di update soal apa. Gue sekarang udah pure jadi anak kost. Jarang banget gue pulang buat sekedar nginep sehari dua hari di rumah. Jarang banget gue ketemu Keponakan gue, abang gue, mpok gue, even ibu dan bapak gue aja jarang banget ketemu.
Semenjak jadi anak kost banyak yang berubah dari gue, gue harus jadi lebih peduli sama temen sekamar, harus jaga perasaan mereka jangan sampe temen sekamar pake ada urusan berantem. Karena berantemnya anak kost itu menyebalkan, bisa-bisa dia enggak ikut patungan lagi. =D
Nah gue mau ngasih kesimpulan sedikit nih setelah kurang lebih dua puluh hari jadi anak kost. Boleh kan ya?

Jarang ke SPBU
Karena gue ngekost terbilang dekat ke SD tempat gue ngajar, jadinya gue tiap hari berangkat jalan kaki aja, paling gue kalo ngajar bimbel, ke halim atau private aja pake motor, jadinya bisa dibilang interaksi gue sama motor lagi kurang banget yang pada akhirnya gue jadi jarang maen ke spbu. Jarang banget antri ampe setengah jam di SPBU. Jadinya gue ngerasa lagi ngejalanin hubungan jarak jauh sama si SPBU, sungguh menyedihkan.
Dulu gue bisa saban dua hari ke SPBU buat isi bensin, sekarang mah bisa bisa seminggu sekali doang.

Enggak bisa nginep di kamar sendiri
Setelah gue perhatikan, gue hampir membawa semua isi kamar gue. Mulai dari kipas, kasur, colokan semua yang jadi isi utama kamar gue. Jadinya gue udah enggak bisa deh nginep di kamar gue sendiri, gue jadi kayak ngejalanin proses menjauh dari kamar kecil dan sumpek itu. Padahal banyak yang gue lalui di kamar mungil itu. Mulai dari telpon-telponan berjam-jam sama temen lama, maraton film, sampai menulis postingan blog juga di kamar mungil itu.
Kamar sumpek dan berantakan itu udah mulai rapih, udah mulai enggak sumpek dan enggak seperti dia lagi sekarang. Semua emang berubah secara cepat ya

Hedon untuk urusan makan
Setelah gue hitung makan adalah bagian paling boros yang gue keluarkan. Sehari itu gue bisa makan ampe 40Rb. Padahal kan anak kost enggak banyak duit, gue ngerasa gagal jadi anak kost.....
Hal ini terjadi karena temen yang janjiin mau bawa rice cooker enggak dibawa-bawa tuh barang, jadinya saban sarapan, makan siang dan malam. Gue selalu aja makan di luar. Oh menyebalkan sekali yaaa....
Gue malah jadi enggak ketulungan pengeluaran nya :(
....

Keliatan banget siapa yang peduli siapa yang enggak
Nah, ini adalah cara untuk menilai temen mana yang peduli beneran sama yang pura-pura peduli. Keliatan banget mana temen yang mau nya cuman peduli sama satu orang mana yang peduli sama semua nya. Mana yang enggak suka sama lu, mana yang pura2 suka sama lu.

Saban keluar cari makanan gue akan di tegor sama murid gue
Ini si konsekuensi dari gue milih tinggal enggak jauh dari sekolahan, yang juga berhubungan dengan tempat tinggal murid lu enggak jauh dari tempat lu tinggal, alhasil saban gue keluar rumah bentaran ada aja yang nyamperin sampe tereak-tereak in nama gue "Bapak/Kak dicky"
Gue juga jadi kurang sreg keluar rumah dengan celana pendek apalagi keliatan belom mandi.
Pernah ada yang negor, "kak diki belom mandi ya?"
Astagfirulloh


Udah dulu ya, gue sekarang nulis nya di kost an loh, harusnya si pulang dari tadi, tapi males banget gue pulang. Oke see you

3,5 Tahun, Sungguh?

9/05/2015 8

Hai Blogger atau pembaca setia blog gue
Maaf ya udah agak lama gue enggak ngurusin ini blog
Maklum lagi sibuk melupakan
Eh maksudnya
Sibuk gedein niat buat usulin judul, mulai bab 1, Nyari kontrakan
Gedein perut
Oia, gue jadi anak halim, setiabudi, ciledug, dan salemba loh beberapa hari belakangan. Walau tiap tempat cuman beberapa jam aja si.
Oia belakangan gue jadi sensitif sama tempelan, atau jarkoman yang dimulai dengan kalimat "Dibutuhkan guru/tutor/pengajar ...."
Gue bakalan kirim email kesemua tempat. Sampe enggak enggeh kalo lowongan nya itu untuk "Muslimah"
Nah selain sibuk nyari kerjaan buat menyokong PKM di depan mata, gue pun sibuk buat mulai meniatkan menulis skripsi.

Entah kenapa, jurusan gue mengeluarkan empat mata kuliah yang menjadi tanda berakhirnya masa gue sebagai maba yang baru aja gue lakonin sebangsa 3 tahunan. Namanya PKM, SUP, SHP, Skripsi*
Gue lupa yang akronim dari yang pertama, intinya tiga yang terakhir adalah sebuah rangkaian sampai akhirnya gue akan berdiri di depan orang sambil memakai toga seperti yang dulu pernah gue lakuin kayak gini.


Ini adalah foto gue beberapa hari yang lalu


Nah, baru banget tadi siang, jurusan gue mengadakan sebuah pengenalan mengenai SUP, SHP, dan Skripsi
Intinya dosen gue bilang, kalian di untungkan dengan dikeluarkan nya ketiga rangkaian ini semester sekarang. Artinya kalian dapat kesempatan untuk wisuda maret 2016. Dan tanpa komando semua mahasiswa dalam ruangan koor "Aaaamiiiin"
Entah kenapa gue langsung deg-deg an pas bilang kalian bisa wisuda maret, yang artinya wisuda satu semester lebih awal daripada jadwal aslinya. Artinya sebentar lagi gue bakalan jadi bapak guru, sebentar lagi update an blog gue isinya curhatan gue mengenai murid yang nyebelin, gemesin, dan lain hal.
Dan sebentar lagi hidup gue akan menyenangkan

Oia, mau curhatan aja di empat hari awal september ini
Jadi tanggal satu kemaren itu gue nyari kontrakan di daerah Pasar Rumput gitu, disana kontrakan emang agak susah untuk yang bulanan saja, sekalinya dapet eh ngebatesin penghuninya. Sekalinya dapet sempit banget. Ya namanya jakarta selatan kebanyakan rumah disana kan cuman buat malem doang, jadinya ya begitulah.
Tanggal tiga adalah hari gue fix 3 tahun sebagai bagian dari PGSD UNJ. Dan di hari itu gue melihat senior gue pada wisuda. Gue seneng, walau gue datengnya agak telat dan tuh tempat panas nya nauzubillah.
Lalu siang ini gue mengajukan judul, dosen gue di ganti. Padahal seharusnya enggak diganti karena gue dapet dosen yang sepaket**
Jadinya kemungkinan senen gue bakalan menghadap ke Kepala Jurusan gue, berharap kalo gue bisa dapet dosen yang sepaket tadi. Biar gampang
Dadah

NB
* PKM mah intinya ngajar di Sekolah, 
SUP (seminar usulan penelitian) menguji Bab 1,2,3 beserta daftar isi. Bukan menguji si cuman mendengarkan masukan dari beragam dosen. Kayak presentasi gitu, dijadwalin itu akhir september biar bisa ambil data pas ngajar di Sekolah
SHP (Seminar Hasil Penelitian), mempresentasikan hasil data yang sudah di ambil.
Skripsi, ya semua rangkaian tadi. Di tutup dengan sidang.
** Penelitian yang di lakukan oleh dosen tapi mahasiswa sebagai pelaksana nya
Bagaimana Kabarmu?

Bagaimana Kabarmu?

5/10/2013 0
Saya sesungguhnya malu. Sangat malah, Ketika saya enggak bisa bicara banyak tadi
Saya sudah dandan begitu rapih tadi, yang saya kira bakal membuat saya punya nyali untuk angkat suara.
Tapi, apa daya. Saya selalu pusing tak karuan ketika sedang berada di rombongan orang yang begitu banyak tadi (atau itu hanyalah alasan yang dibuat-buat? Entah)

Kami, sekitar 300an orang siang tadi, bercengkrama dengan orang tua kami di fakultas. 
Tapi dari obrolan-lebih-dari-satu-jam tadi, sepertinya kami tak mendapat yang kami inginkan
Kami, ya sekali lagi harus 'bersabar' menunggu
Surat Untuk PGSD

Surat Untuk PGSD

4/05/2013 0


Kami butuh alasan
Alasan kenapa kami manangkap kesan
Kami tak diperdulikan
Kami juga butuh alasan
Kesan yg Kami tangkap tak benar,  kami bukan tak diperhatikan
Tapi kami hanya belum diperhatikan



Entah siapa yang pertama yg mengelontorkan ide ini
Keluh kesah mu nyaris secara serentak keluar dari segala arah
Keluh yang mungkin siapapun ingin mengeluarkan nya
Namun, mereka tak tau harus kemana

Kami bergejolak
Yang kami tau kami berada di tempat yang tak seperti seharusnya
Kami seolah bersatu bergabung ingin coba diperhatikan
Bagi kami, bukan suasana nyaman dengan pendingin ruangan yang kami inginkan
Kami, ya, aku dan mereka. Berharap sesuatu yang membuat sarana prasarana berjalan selalu dalam keadaan seperti seharusnya
Tak seperti sekarang,

Listrik mati ditengah-tengah pembelajaran adalah sesuatu yang sering kali, kami alami

Setauku jurusan lain dalam fakultas kami, berada di sebuah fasilitas yang nyaris memanjakan. Walau kadang sinyal menjijikan
Tapi, mereka bisa belajar nyaman, tak harus bergerah-gerah an dengan mungkin 30 mahasiswa lain dalam kelas
Mereka memberi sama seperti kami, namun mereka mendapat melebihi yang kami dapat
kami tak berharap lebih, kami hanya menuntut listrik yang tak menentu itu yang sering kali sangat menganggu,
Walau kami tak memberi lebih, bukan berarti kami tak mendapat perhatian
Kami sama dengan yang lain, tapi kami butuh sedikit saja perhatian lebih
Kami janji, itu saja, kami tak mengharap sesuatu yang lebih dari itu.
Mungkin, sekarang hanya itu

You’re My Idol

You’re My Idol

3/20/2013 0

Kamu tau kan, dibalik tatapan yang ku beri ke kamu selalu ada tatapan kagum disana?
Saat seperti itu, aku selalu tak habis pikir kenapa orang seperti kamu ada.
Kamu baik, sangat baik malah. Itu si yang menjadi alasan ku mengangumi mu
Kamu itu salah satu wanita muslimah paling yang pernah aku kenal

Kamu juga wanita yang bekerja di tempat khayalan ku dulu.
Kamu wanita yang mungkin terlalu sempurna untuk hanya dikatakan sempurna
Kamu wanita yang lebih dari cantik, kamu lebih dari itu
Kamu juga wanita yang tidak pernah ku jumpai sedang murung

Kamu selalu terlihat tersenyum, mungkin sikap mu yang murah senyumlah yang membuatnya
Tampaknya semua urat-urat wajahmu telah bersekong-kong membuat wajah khas Indonesia mu terlihat selalu bersahaja
Kamu adalah tipikal wanita yang akan sangat berkembang, kecuali jika kamu sudah bersuami
Menurutku kamu tipe wanita yang akan sangat menuruti kemauan suami mu bahkan jika itu membuatmu tak berkembang

Namun,
Akhir akhir ini aku jarang melihatmu, atau hanya aku saja yang pura-pura tak melihat ?
Aku tak begitu paham alasan apa yang membuat tuhan jadi seperti sekarang.
Iya, menjauhkanku dari orang yang selalu sukses membuatku berdecak kagum saat melihatnya

Hmm, ku harap ini bukanlah kemauan mu. Kemauan mu menjauh atau seolah tak terlihat.
Kamu entah apakah kamu sadar ataupun tidak kamu perlahan sudah mulai pudar,
Senyum khasmu tak seindah dulu, atau hanya aku, yang sudah berubah?
Kamu juga tak lagi sukses membuatku mengangumimu layaknya dulu,

Kamu juga tak lagi seperti dulu, atau hanya aku saja yang sudah tak seperti dulu?
Hmm, aku rindu senyum khas milikmu.
Apalagi saat itu, saat itu ….

Mau masuk PGSD-UNJ ? Baca ini dulu..

3/01/2013 63
Lorong lantai 3
Oke, enggak usah basa basi kali ya. Ini adalah sedikit Fakta tentang PGSD UNJ yang dapat saya simpulkan setelah satu semester lebih dikit berkecimpung disana.
Mungkin kalian sudi membaca posting tentang Kesimpulan gue tentang "Kuliah" atau Kesimpulan gue tentang "Kuliah" 2 kedua post ini adalah kisah awal gue di Sana. Atau  Breaking News.




Kelas C - 2012
Kelas nya orang orang autis dikit
  • PGSD UNJ jurusan yang punya Gedung sendiri, LOH
Ini adalah gedung PGSD + parkiran di depan nya.

PGSD punya gedung sendiri. Paling enggak kalian kalo rebutan kelas ya berebutan sama temen se-jurusan. Gedungnya bekas peninggalan SPG 1. Ukuran gedungnya saya enggak tau pasti, menurut perkiraan saya sekitar 20mx100m an. Dan PGSD ketika sore hari (apalagi menjelang hujan) suasananya adem sekali, karena banyak pohon jadi banyak angin deh.
  • Ada istilah PJ, KM dan Ganti Jam
PJ singkatan dari Penanggung Jawab, dia adalah orang yang yang memastikan dosen datang atau tidak, mengabsen mahasiswa, dan jika ada tugas dialah (harusnya) orang yang paling ngerti. Dia juga pusat informasi akan suatu MK. Berat nih kayanya. Tapi enak kok jadi PJ, bisa kenal, dan akrab dengan dosen. Di beberapa MK bahkan dosennya menjamin A untuk PJ-nya, yang paling enak jadi PJ adalah jikalau ada perlu TTD dosen mintanya enggak begitu sungkan.

Kecuali mahasiswa akhir ye. Mahasiswa akhir mah walau enggak akrab sama dosen tetap saja minta. Wong butuh.

KM adalah ketua mahasiswa, saya tidak begitu paham inti tugasnya apa. Tapi PJ dan KM harus berakselerasi dan harmonis (cik ella). Di lain Pihak KM juga penentu segala keputusan di kelas dan memimpin kelas.

Ganti Jam, adalah pindah jam dari jadwal asli yang sudah di berikan oleh jurusan. Karna satu dan lain hal, bisa karna terlalu sore atau karna dosen yang ada keperluan lain. Ini lebih familiar untuk anak-anak non snmptn (non reg) karna yang saya perhatikan jarang sekali anak snmptn pindah jam, kebanyakan emang jadwal asli.

Ganti jam bisa berlangsung untuk satu semester atau untuk beberapa pertemuan saja.

NB: Karena sekarang musim PLPG akhirnya sering banget tiap awal semester jadwal perkuliahan enggak stabil. Artinya tiap MK enggak punya jadwal pasti. Sian emang mahasiswa, tapi kita mah apa atuh.
  • Pindah kelas? Sah Sah aja kok
Perlu kalian tahu PGSD itu di paketin perkelas untuk jadwal MK nya, tapi kalau satu atau dua diantara kalian mau pindah si sah sah aja, asal di kelas tujuan masih ada space (batas max perkelas 40) dan diijinkan sama kelas asli. Alasan pindah kelas si beragam tapi yang mayoritas karna dosen nya enggak asik perihal nilai. TAPI, enggak enaknya jadi makhluk asing di kelas orang lain adalah kalian merasa berada di dunia yang bukan tempat kalian seharusnya berada, elah.

Semester 5, dan 6 ada peminatan. Pas angkatan 2012 si kalian masih bebas milih mau masuk peminatan apa. Tapi mulai angkatan 2013 peminatan resmi berubah nama menjadi Penyeleksian Bakat dan Minat. Kenapa bisa gue bilang begitu? Karena kalian akan di seleksi berdasarkan nilai kalian lebih cocok masuk ke peminatan apa. Mungkin kejadian ini muncul karena jumlah salah satu peminatan yang gede sendiri dibandingkan peminatan lain pas zaman saya semester 5.

Paketan MK hanya sampai semester 6, mulai semester 7 kalian akan sedikit kuliah tatap muka nya. Hanya 1 atau 2 MK saja. Selebihnya kalian akan dipusingkan dengan proposal penelitian, Seminar Usulan Penelitian (SUP) - Sekarang dikenal dengan Sempro= Seminar Proposal, Ngajar di sekolah (PKM), Sidang Skripsi dan mulai mikirin mau nikah sama siapa.
  • Lingkungan nya nih

INILAH PGSD via Google Street

1 Sekolah Lab PGSD unj
2. Jurusan PGSD
3, mushollah tercinta


 Nomer dua ini kalo dari bawah

PGSD UNJ berada di kawasan emas Jakarta, lokasinya juga lumayan sejuk. Banyak pohon yang rindang baik dijalan menuju PGSD ataupun di dalam PGSD UNJ sendiri

Oia di PGSD juga ada sekolah labolatorium, semacam Labschol Rawamangun. Tapi hanya untuk tingkatan SD dan sekolah tersebut juga sekolah inklusif (untuk anak berkebutuhan khusus). Lokasinya berada di belakang gedung PGSD UNJ.
Selengkapnya dalam video aja ya.




Update Januari 2016

Ruang perpus sekarang menjadi ruang sidang plus tata usaha
Ruang sidang menjadi Perpus
Ruang Tata usaha menjadi kelas biasa
Masuk Lobby engak ada tembok yang mengganggu
  • Senioritas? BIG NO
Di PGSD UNJ enggak ada kok budaya misalnya jika melihat senior harus sambil bersimpuh lutut, atau cium tangannya. Enggak ada juga tempat yang harus dihindari ketika jadi mahasiswa baru. Semua aman disini, PGSD terlalu bagus untuk tercampuri urusan begituan.
Bahkan ada senior yang dikerjain sama junior nya.. Agak songong emang
  • Kampus pelosok kurang terjamah
Lokasi PGSD UNJ dari UNJ Pusat (kampus pusat) bisa dibilang jauh, hal itu pula yang menjadi kendala pendistribusian informasi. Banyak banget informasi yang enggak sampe ke PGSD seperti acara-acara yang dilakukan di kampus pusat atau keterlibatan kita dalam acara kampus pusat maksudnya acara yang diadakan di kampus pusat jarang diadakan juga di kampus PGSD UNJ. Dengan lokasi yang jauh dari kampus pusat ini yang membuat segelintir mahasiswa PGSD UNJ malas berkecimpung di organisasi selain organisasi tingkat jurusan. Jaraknya itu sekitar 10km.
  • OSPEK nya? Enggak fisik kok
Untuk OSPEK (atau dinamakan Masa Pengenalan Akademik) untuk pgsd sendiri tidak ada penyiksaan fisik sama sekali, selama MPA (sekitar 3 hari) kita selalu di hadirkan pembicara pembicara yang memotivasi, ya walau agak bosen sih.

ups

Ospek di bagi 3 bagian 
Briefing yakni selang beberapa hari setelah semua jalur selesai diumumkan tujuannya adalah memberi tahu apa yang bakalan dibawa untuk MPA (kebanyakan jurusan di UNJ si sistemnya gini)

Kalo PGSD plus PraBriefing
Jadi sebelum briefing (saat daftar ulang) kalian disuruh mendatangi gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Lantai 3 untuk menanyakan perlengkapan MPA yang dibawa pas BRIEFING. PGSD itu bagian dari FIP ya.

Oia, nama gedungnya juga menarik, kalian bisa menyebutnya dengan sebutan Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan atau Gedung Daksinapati. Karena jalan dilingkungan UNJ namanya Jalan Daksinapati dan gedung FIP termasuk sepuh disana.


Oia selain menanyakan segelintir perlengkapan pas briefing, di PraBriefing ini juga dipake oleh BEM Fakultas untuk memperkenalkan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Disitu kalian bakalan disuruh meminta semua STAMPEL UKM, setiap UKM bakalan memperkenalkan dirinya pas kalian minta stempel. Semacam pengenalan paksa gitu deh, eh.

Yang unik adalah saat MPA kalian akan disuruh menggunakan TAS anak SD. Ya kalian tau kan kayak gimana? Agak memalukan si apalagi buat yang gendut, hitam dan berotot kayak gue :(

Pembukaan dan Penutupan. Jelas dari namanya ini adalah untuk memulai dan mengakhiri masa MPA dan dilakukan serentak untuk Mahasiswa Baru Universitas Negeri Jakarta. Biasanya kedua acara ini diadakan di Gedung Serba Guna atau di Lapangan Veldrome yang terletak di Kampus B (Sebrang mol Arion)

MPA jurusan dan Fakultas. MPA jurusan adalah mpa yang dilakukan di jurusan, untuk pgsd sendiri mpa nya sangat enak kita bakalan seharian di aula pgsd sambil mendengar beberapa materi, saya lupa materinya apa aja. Begitu juga dengan fakultas hanya mendengar materi. Pokoknya selamat menjadi pendengar yang baik deh selama MPA


Catatan: MPA 2016 setahu saya hampir semua dipegang oleh dosen. Jadi pikirlah kayak gimana kegiatannya.
  • Deket Kemana - Mana nih
Taman Menteng, Monas, Senayan, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Daerah Jakarta, HI, Kawasan Sudirman, Epicsentrum, Setiabudi Building, RS Mata Aini, GBK adalah beberapa tempat elit yang ada di Jakarta dan jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus PGSD UNJ. Ada juga mal setiabudi, KPK, kedubes Australia, Salemba udah pokoknya daerah mahal semua dah.
  • Fasilitas? 
Ehm, sebenernya enggak enak juga si ngomong ini tapi ya namanya fakta tetep harus di kasih tau,
PGSD punya sekitar 18 ruang kelas kuliah yang tersebar dilantai 2 dan 3, perpustakaan, TU, Ruang sidang, Macro dan Micro Teaching (ruang kuliah yang AC nya paling berasa), ruang musik, dan lab ipa yang terletak di lantai dasar.

Ruang dosen, lab bahasa, lap TIK (saya gatau ini masih dipake atau enggak), terletak di lantai 2. Dan aula, skema (markas) BEM, Kelas seni (memuat beberapa hasil seni karya mahasiswa) dilantai 3. 

Untuk WC tidak ada dilantai 3 atau lebih tepat tidak dibuka. Karna PGSD UNJ adalah bekas sekolah Belanda dan salah satu bangunan bersejarah jadi wc lantai 3 tetap dalam bentuk asilnya (bilik- cewek cowok di campur) mungkin menurut saya hanya agar tidak benar benar hilang semua fasilitas aslinya. Oia lantai 2 dan 3 beralaskan kayu yang menutupi beton. Di beberapa titik kalo kita injak suka menimbulkan bunyi.

Ukuran kelas normal, meja dan kursi menyatu (khas kuliah) ada piano di aula lantai 3, ada keyboard rada jadul di salah satu kelas lantai 2. 


Dilain sisi Listrik di PGSD sering turun dan enggak semua kelas ada AC nya, ditambah kampus kita enggak ada wifi nya atau lebih tepat ada tapi dengan password dengan cakupan yang ada di sekitar ruang dosen lantai 2. 

Terus notabene PGSD enggak punya kantin sendiri, yang ada hanyalah kantin umum yang juga di kunjungi oleh pekerja tapi jajanan nya enggak mahal mahal amat kok.

UPDATE (12 April 2014)


Karena ini saya tulis kisaran setahun yang lalu. Jadinya ada beberapa fasilitas yang sudah tidak seperti yang saya gambarkan di atas. Banyak perbaikan di PGSD UNJ
.

Listriknya? Udah enggak seperti dulu, sudah tidak pernah turun karena kurang daya, kurang lebih ini sudah terjadi awal tahun 2014.


AC? Sekarang enggak cuman micro dan macro teaching yang AC nya berasa, sudah ada beberapa kelas yang ACnya berasa daripada dulu, karena di semua kelas sekarang terdiri dari 2 AC yang lumayan dingin. 


Kurang lebih yang berubah hanya itu, nanti saya kasih tau lagi deh.
  • Tugas kuliahnya enggak Manusiawi, Kayanya
Tugas mahasiswa kebanyakan adalah presentasi kelompok (itu untuk menutup karna acap kali dosen pergi) beberapa dosen ada yang memberi nilai karna Ia benar-benar memperhatikan tiap mahasiswanya ada juga dosen nya yang meng ctrl+A semua mahasiswa nya dengan nilai A.


Kenapa enggak manusiawi? Perasaan Enak deh? Siapa bilang, tugasnya enggak gampang ditambah kita harus mempersentasikannya bahkan kadang harus memperdebatkan nya di depan kelas, disamping itu bisa kejadian satu hari kita tampil 2-3 kali di tiap MK yang kebetulan jadwal presentasi di hari yang sama.
  • Rute menuju PGSD UNJ (update tengah malam 28-12-2014)
Anggap aja gue tidak melakukan hal bodoh berupa udah  nulis panjang-panjang, eh ke back, dan tidak ada yang tersimpan tulisan gue sebelumnya

PGSD UNJ itu terletak dikawasan emas Jakarta, kita itu halaman belakang dari The Peak 1 dan 2, yang elu kudu tau adalah menara kembar tertinggi di indonesia,

Kalo lu gatau kita itu di dekat sevel setiabudi :p eh bukan kita itu bisa dibilang satu tembok sama SMA Negeri 3 Jakarta yang dulu adalah sekolahnya si nikita mirzani eh willi gitu.

Kalo masih gatau, PGSD UNJ deket polsek setiabudi. nah kalo masih gatau, yaudah cari tahu sendiri aja ya

Oke gue disini bakalan ngeshare beberapa rute yang bisa lu tempuh buat menuju ke bagunan bersejarah ini,
  • Buat yang naik kendaraan pribadi (lebih baik motor si, selain lu bakalan kena tri in one di jalan sudirman, atau di corek-coret temen sekelas lu, PGSD itu bakalan sempit ya parkirannya kalo lu bawa mobil).... pokoknya kendaraan pribadi bagi gue adalah cara terbaik menuju kampus, karena kalo naik angkutan umum itu lu kudu jalan, jauh pokoknya. Nah kalo naik kendaraan pribadi, lu bisa menuju ke arah hotel Four Season (iya tempat nginepnya si Juventus pas lagi ke Indonesia), nah setelah itu lu menuju ke arah SMA 3, ngelewatin polsek setiabudi, nah negok deh ke kanan jalan akan ada sebuah gedung bersejarah bertuliskan PGSD dengan logo UNJ akan menyambut anda


  • Buat yang naik Kereta lu bakalan di sebut Angker (anak kereta). Stasiun terdekat adalah stasiun sudirman, dari stasiun ke kampus lu 'cuman' perlu jalan sekitar 1km an. ya segitu deh, cape banget pokoknya gue pernah nyoba dan gue perhatiin buat yang naik kereta dan baru nyampe kampus gue liat mereka itu kayak abis perjalanan suci keliling jakarta deh, cape dan gamau disenggol. tampangnya itu kalo ga marah banget ya cengegesan karena cape banget. oia akses dari stasiun ke kampus gada angkot, selamat. naik kereta adalah pilihan paling cerdas buat yang milih naik angkutan umum, selain murah, tingkat pelecehan sejauh ini gada, kereta juga tingkat ngaretnya ga keterlaluan. Ini gue sarankan buat yang rumahnya ga jauh dari stasiun. Bayangin ajah dari stasiun sudirman ke stasiun kampung bandang (sekitar mangga dua) itu cuman 2000 perak, itu di awal desember gue naik keretanya, tapi gayakin juga bakalan tetep murah semenjak ganti presiden banyak yang naik si :(

  • Buat yang naik BUSWAY eh Transjakarta deh, tau kan beda nya? Buat yang milih naik TJ halte paling deket adalah Dukuh Atas 2 (dulu si sebelum si MRT di bangun lu bisa turun di halte setiabudi jarak ke kampus sekitar 300meter) nah dari halte itu gajauh dari stasiun sudirman artinya lu harus jalan sekitar 1km an. di tambah tuh halte kecil jadinya di halte itu sering banget penumpang ngantri busway sampe 150m bahkan sampe ke jembatan penyeberangan nya. ya harus sabar sabar deh kalo naik busway, udah nunggu nya lama, kalo macet ikutan kena macet juga, terancam dilecehkan juga, bisa berjam-jam, bisa berdiri berjam-jam. Tapi dari sekian banyak minusnya TJ menawarkan angkutan yang udah mengelilingi jakarta ini dengan biaya murah, gada yang ngerokok, bisa tiduran tanpa takut kecopetan.

nih gampang nyaaa pake peta ya,,

peta 1

agak di zoom
peta 1 di zoom

nih gue kasih penjelasan.



  1. merah dilanjut sama oren adalah perjalanan ke halte dukuh atas 2
  2. merah-oren-pink adalah perjalanan ke stasiun sudirman
  3. yang hitam adalah asumsi perjalanan motor dari arah manggarai
  4. kuning-hitam itu asumsi perjalanan motor dari arah tanah abang
  5. merah sedikit-ke hijau adalah asumsi perjalanan pulang dengan motor dari PGSD. karena ada di jalan depan pgsd itu one way
oia yang gue lingkarin di gambar peta yang pertama itu skala kalo lu kali aja mau ngukur gitu.

OKE SIP, SEKIAN DARI SAYA. See you