#Chapter02 - 6K Ku Kejar Kau, Kau Ku Kejer

5/03/2016

Ini edisi ketiga

Edisi Pertama #Chapter00 - Sesumbar Orang Malas
Edisi Kedua #Chapter01 - Mengenai Kamu

Setelah sukses membeli printer untuk 'tulisan itu' yang gue ceritakan dipost sebelumnya kali ini gue mau cerita sedikit perkembangan si tulisan itu. Semoga aja ini cukup menarik untuk kalian baca ya. Kalopun enggak menarik ya baca aja sih, emang susah ya? Tinggal baca doang juga.

Oia, hari ini adalah hari pendidikan nasional. Jadi aku masih bertanya, kenapa ya yang dibuat hari libur tanggal satu Mei nya bukan tanggal dua nya?

Apa kalian bisa menjawabnya?

Lanjut setelah tulisan itu kembali gue jamah setelah sekian lama. Gue sampai dibagian gue akan daftar untuk presentasi di depan dosen biar tulisan itu emang cocok untuk diteliti. Cocok banget malahan.

Karena udah lama dicuekin, tulisan itu pun terbengkalai

Tulisannya di beberapa halaman sudah mulai berdebu, di beberapa halaman lainnya sampai ada warung yang jadi tempat nongkrong abang-abang supir angkot. Dan beberapa halaman sisanya malah sampai muncul perumahan liar. Ilustrasi aja si. Saking lamanya.

Nah karena gue sebagai pemerintah pusat tulisan itu enggak mau gue kalo kelamaan buat ngegusur sampai sampai nanti harus ada pertumpahan darah. Gue pun mengambil keputusan cepat untuk mengembalikan tulisan itu ke fungsi awalnya yakni menjadikan gue orang dengan nama belakang S.Pd

Masih terbayang wajah dosen gue ketika setelah empat bulan gue ketemu dia lagi. Dia dengan senyum ibu kepada anaknya bilang kurang lebih gini "Aduh, kamu kemana aja si? Ibu sempet kira kamu ganti dosen loh. Lama banget deh kayaknya, sibuk ya?" Gue pun hanya bisa senyum sambil menahan rasa malu yang lumayan gede sampai bikin gue terbatuk-batuk. Jujur gue emang batuk, tapi bukan karena malu, karena gue emang keren. Bye

Singkat cerita dia pun memulai bimbingan. Dan seperti bayangan gue. Dia pun meminta waktu seminggu untuk mengoreksi tulisan itu. Gue mau enggak mau harus terima, padahal itu pendaftaran berakhir sekitar 10 hari lagi. Dan gue harus membuang 7 hari diantaranya untuk nunggu hasil koreksi-an dia. 

Gue sempat meminta dia mempercepat koreksinya, tapi dia bilang enggak bisa soalnya hari selain hari yang udah ditentukan itu dia enggak bisa ke kampus, atau bahkan enggak bisa ditemui. Gue pun menerima dengan perasaan getir.

Hari yang telah ditentukan itu maksudnya kamis ya. Karena gue juga bimbingan dihari kamis.
Hasil koreksian itu maksudnya revisi skripsi ya.
Dan Presentasi itu maksudnya seminar proposal ya.

Sehari sebelum hari yang telah ditentukan, rabu, dia sms gue yang intinya dia mengundurkan ngasih hasil koreksian nya empat hari setelah hari kamis (senin-red). Dengan perasaan getirpun gue teriak di tempat makan deket kampus. Temen gue, dosennya sama kayak gue, ngasih ide buat to the point aja, bilang kalo hari jumat adalah pendaftaran terakhir.

Oia temen gue itu dosen satu dan dua nya sama. Jadinya kita kayak dua sejoli. Ih jijik

Satu Jam
Dua Jam
Tiga Jam

Gada balesan. Gue pun udah pasrah aja kalo emang enggak bisa besok dosen tersebut ngasih koreksian tulisan gue. Gue pun tidur dengan tenang. Eh harusnya si enggak bisa tidur ya. Gue bisa tidur karena gue berharap hari pendaftaran terakhir akan diundur. Sangat berharap.

Besoknya, kamis, gue yang lagi dalam perjalanan buat ngajar dapet telpon dari dosen itu. Dia bilang kalo dia kasihan sama gue kalo sampai enggak bisa daftar. Akhirnya dia memaksakan dirinya yang lagi sakit untuk tetep dateng ke kampus. 

Ah ini dosen emang idaman banget dah.

Setelah bertemu dengan dosen dia pun menandatangani buku bimbingan. Sambil menulis "ACC Seminar Proposal" di bagian keterangan. Kalimat yang sangat sakral untuk mahasiswa tingkat akhir. Dia juga bilang kalo  dia bakalan keluar kota. Gue yang udah tenang mendengarkannya sambil lalu.

Saat sore nya, gue kira urusan gue berhenti disitu ternyata TTD yang penting itu bukan di buku bimbingan. Tapi dilembar persetujuan yang di tandatangani oleh dua dosen pembimbing dan ketua program studi (Prodi).

Mampus lah gue.

Hari jumat itu hari terakhir daftar, dosen idaman gue mau pergi ke Jogja, kalo dosen yang satu lagi mah enak lah. Dan ada sebuah keraguan bahwa ketua Prodi belom tentu hadir hari jumat.

Kamis sore gue nelpon dosen idaman, gue takut dia udah pergi malem ini. Sialnya telpon gue enggak di angkat-angkat. 

Dan pada titik ini gue pun benar-benar kembali hanya bisa berharap.
Sambil memutar lagu Sheila On 7 - Berhenti berharap, ditambah genangan air mata. Dan sejumput asa yang tak kasat mata.

Lebay lu

Sambil berharap gue tanya sama seorang pegawai kampus, gimana kalo sampai akhir pendaftaran gue belom lengkap berkasnya masih bisa daftar ga? Dia bilang bisa asal minimal 5 orang yang daftar, baru akan dibuatkan jadwal presentasi. Sip gue semakin tenang.

Kamis malem dosen idaman gue nelpon. Dia bilang kalo sorenya dia lagi nganter suaminya berobat. Aduh gue semakin enggak enak sama dia. Berkali-kali bimbingan dan dia mulu yang nelpon.

Gue bilang ternyata harus ada lembar persetujuan yang ditandatangani. Yang ternyata dosen tercinta yang idaman itu enggak tau. Untungnya dia belom pergi ke Jogja. 

Akhirnya dia nyuruh gue ke Stasiun Gambir hari Jumat jam 7 pagi, karena dia bakalan pergi jam 8. Dan perjuangan pun dimulai.

Jumat pagi jam 6.21 gue udah duduk sambil sambil menikmati segelas coklat dingin yang beberapa menit sebelumnya masih panas padahal. Alhamdulillah nya gue enggak sendiri nunggu dosen idaman di stasiun Gambir. Temen gue dateng sekitar jam 7.10 an. Kita emang udah janjian. Atau lebih tepatnya gue yang ngabarin dia dateng ke stasiun gambir jam 7. Karena dosen idaman itu nyuruh gue ngasih tau dia juga.

Singkat cerita nunggulah gue dari jam 6.21 sampai jam 8.35

(Hanya jam perkiraan ya)

Benar

Gue nunggu dua jam lebih di stasiun. Ya enggak begitu lama lah. Tapi cukup menguras habis jam tidur gue karena gue udah kudu rapih sekitar jam 5an. Untung rumah gue deket. Nah temen gue itu yang kasihan dia tinggal di daerah Harapan Indah, Bekasi. Lumayan lah ke stasiun Gambir.

Setelah selesai meminta TTD dosen di stasiun gue pun menuju kampus pusat untuk ketemuan sama dosen idaman yang satu lagi. Awalnya janjian sekitar jam 10an di pasca sarjana kampus gue daerah rawamangun. Karena dosen idaman yang ini lagi s3. 

Nah setelah gue dan temen gue nyantai sambil ngopi. Tiba-tiba gue dapet kabar kalo dosen idaman yang satu lagi itu enggak jadi ke kampus. Alasannya karena dia mau ngejengguk temen nya yang baru selesai lahiran. Dan kami disuruh kerumahnya di daerah stasiun Kranji, Bekasi.

Temen gue pun bilang "eh buset dia ke kampus kok kayak kita ya. Cuman buat maen doang"

Karena ini adalah hari terakhir gue dan temen gue pun mau enggak mau menuju ke rumah beliau. Kami boncengan. Pake motor die gue yang bayar parkir. AHAHAHA. Gue culas memang.

Singkat cerita jarak yang lumayan jauh itu ditempuh kurang lebih sejam sama temen gue dengan motor 125cc nya.

Setelah sampai, duduk, tandatangan dan sedikit basa-basi. Tuh dosen pun menawari gue dan temen gue dengan makanan dan minuman sebagai bekal diperjalanan balik ke kampus. Karena kami terlihat sangat kelelahan.

Enggak lama ada seorang perempuan paruh baya keluar dari kamar ke ruang tamu tempat kami berada, dia bilang motor yang ditaro diluar untuk dimasukin aja. Tapi dosen idaman yang satu lagi ini pun dengan sigap menjawab "enggak lama-lama kok" 

Astaga, gue diusir perlahan.

Karena dia bilang abis solat jumat mau ke RS, dan posisi udah jam sebelas (mepet jumatan) kami pun pamit.

Sampai kampus, solat jumat, makan.

Sekitar jam dua gue baru inget alasan gue ke kampus itu mau daftar untuk presentasi. Shit.

Gue buru-buru langsung ke TU kampus untuk minta TTD ketua Prodi kemudian daftar. Yang sialnya ternyata itu ketua prodi udah pulang. Dan gue enggak bisa daftar sebelum punya TTD dia.

Kumplit juga hari jumat berkah gue..

Ibu-ibu TU yang baik itupun bilang, bulan Mei masih bisa daftar kok. Senin aja ya...

Dan hari senin ini. Tuh Ketua Prodi enggak dateng.

Sampai hari ini gue belom daftar buat presentasi.

Great ga pengalaman gue?

Ah sial gue enggak punya foto hari jumat berkah itu, soalnya cowok berdua si. Jadinya malu kalo pake foto.


Seeyou

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 kicauan

Write kicauan
Marisa Asnia
AUTHOR
4 Mei 2016 21.15 delete

Omg kak, Allah Mahatahu yang Terbaik. Manteb bet. Smoga kedepannya dimudahkan dilancarkan kak. Semangats!!

Reply
avatar
19 Mei 2016 08.43 delete

Greget sekali pengalamannya mba :D

Reply
avatar

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon