Review Film 'Music and Lyrics'

Review Film 'Music and Lyrics'

2/27/2017 0
Sumber: Wikipedia

Sebuah film drama musikal dengan tema sederhana. Begitulah inti dari film yang liris satu dekade yang lalu ini. Seorang musisi pop yang tenar tahun 1980-an, Alex Fletcher, mencoba untuk bangkit agar eksistensinya di dunia musik tetap ada.

Kesempatan itu akhirnya datang ketika seorang musisi wanita yang sedang berada di puncak, Cora Corman, meminta Alex untuk membuatkannya lagu. Sebuah lagu bertema 'Way Back In to Love'. Awalnya Alex bingung, dan tidak yakin bisa membuatkan lagu. Tapi ia dipaksa oleh keadaan, bahwa ini mungkin satu-satunya cara agar dia kembali bangkit dalam dunia musik. Akhirnya, dia mengiyakannya.

Disaat yang sama, Alex memiliki seorang penyiram tanaman baru bernama Sophie Fisher. Karakter Sophie adalah seorang wanita yang cerewet, namun memiliki bakat dalam menulis lirik. Yap, bisa ditebak penyiram tanaman itulah yang membantu Alex dalam pembuatan lirik 'Way Back in to Love'.

Selama masa pembuatan lirik, mereka akhirnya jatuh cinta. Keduanya adalah sosok yang cerewet. Benih cinta muncul ketika Alex membantu Sophie untuk menghadapi mantan pacarnya (Sloan Cates). Sloan yang menjadikan Sophie sebagai tokoh utama dalam novelnya. Dalam novel tersebut sosok Sophie digambarkan sebagai seorang wanita yang selalu menghindar dalam menghadapi persoalan, menganggap dunia seperti dalam dongeng. 

Cora Corman adalah seorang penyanyi wanita yang berada di puncak karir. Dia adalah artis yang cukup berani dalam melakukan aksi di panggung. Permintaannya kepada Alex dikarenakan ia baru saja putus dengan pacarnya setelah dua bulan memadu kasih. Yap, saya beranggapan bahwa sosok ini terilhami dari penyanyi wanita kelahiran 13 Desember 1989. Itu loh yang namanya ada Swift-nya.

Tema cerita yang terlalu sederhana tampaknya yang menjadikan film ini kurang bermakna. Lalu sosok Alex sebagai pemeran utama masih kurang digali, serta pertemuan Alex dengan Sophie saya rasa menjadi terlalu kebetulan. Seharusnya ada bagian ketika Alex sudah berusaha maksimal membuat lirik sehingga membuat dia depresi, lalu barulah dia dipertemukan oleh Sophie. Agar sosok Alex dapat lebih digali, dan menghindari kebetulan yang kebangetan.

Lalu bagian pembuka film juga menjadi minus. Dalam film berdurasi 1jam-36 menit ini, bagian pembuka diisi oleh video clip band bernama 'POP'. Band POP adalah band tahun 1980-an dimana salah satu anggotanya adalah Alex. Video Clip tersebut saya rasa untuk menambahkan durasi film, dan agak terlalu memaksa.

Film dengan IMDb rate hanya berada di poin 6,5/10 dari 83,959 voters ini, membuat saya semakin yakin bahwa film ini tidak terlalu recommeded untuk ditonton. Saya menonton film ini karena lagunya yang enak untuk didengar, kemudian penasaran dengan filmnya. Iya, hanya itu saja.

Oke, see you.

Postingan ini saya persembahkan untuk tema bulanan #KombunFeb2017. Terimakasih kombun. Sudah memberi ide untuk postingan.
Perayaan 23 Tahun bersama 30 Orang

Perayaan 23 Tahun bersama 30 Orang

2/21/2017 1
A photo posted by Pak Dicky (@dddickyyy) on

Hari ini tepat sebulan yang lalu. Hari paling spesial yang pernah aku alami.

Januari Tahun 2017 menjadi Januari ke 23ku, selama aku hidup. Menempuh beragam tahun dengan beragam manusia yang berbeda. Enggak cuman suka yang kualami, banyak duka, kehilangan, dan beragam kenang yang silih berganti menemani hidupku selama 23 tahun terakhir.

Umurku hampir berjalan selama seperempat abad. Temanku silih berganti. Ada yang datang, ada yang pergi, dan ada yang pergi namun datang lagi. Semua adalah siklus hidup, tak bisa memilih hanya bisa menjalani.

Anggaplah ini latepost khas anak instagram kebanyakkan. Tadinya kutak ingin membuat post tentang ultah yang dirayakan oleh 30 orang berusia dibawah 12 tahun ini. Tapi kok rasanya diri ini tidak menghargai upaya mereka ya?

Lantas, kuputuskan untuk membuat ini khusus untuk mereka.

Jumat, 20 Januari 2017
Sehari sebelumnya partner kerjaku memberitahu muridku, bahwa besok aku akan berulang tahun. Entahlah apa maksudnya, tapi yang jelas aku berterimakasih kepadanya.

Kemudian banyak muridku yang bertanya "Besok bapak ulang tahun, ya? Yang keberapa pak?"

Aku senang bukan kepalang, untuk menyembunyikan rasa senang yang ada. Aku bilang saja "Bapak lahir tahun 1994. Coba hitung sendiri"

Ada yang menjawab dengan girang. "23 Pak"

Dan ada yang dengan polos bilang "Pak besok ulang tahun bapak dirayain"

Saat bel pulang banyak muridku yang bertanya "Pak besok boleh bawa HP, ya?" 

Ku jawab dengan pertanyaan juga "Buat apa bawa HP? Mau nelpon mama pas pulang? Bapak ada pulsa kok kalo buat nelpon doang mah"

Aku memang punya peraturan untuk tidak membawa HP, bukan karena takut dia lebih fokus dengan HP nya ketika aku menerangkan. Tapi lebih takut jika HP nya hilang, dan orang tua tidak menerima begitu saja.

Ketika lebih dari 15 menit membujuk, akhirnya aku mengijinkan mereka membawa HP. Itu juga karena ada yang sekali lagi dengan polosnya berkata "Buat foto besok pak"

Sabtu, 21 Januari 2017
Pagi datang, setelah doa bersama. Aku menyuruh mereka membuka buku matematika. Tidak ada satupun yang mengeluarkan buku tersebut. Dan ada beberapa orang yang menyaut kurang lebih seperti ini

"Enggak belajar dong pak. Hari spesial soalnya"

"Sesekali enggak usah belajar kek pak"

"Inikan hari spesial, enggak usah belajar ya pak"

Aku hanya tersenyum sebagai balasannya. 

FYI, aku tipikal guru yang sering senyum kepada muridnya. Mungkin ini menjadikan mereka tidak merasa dibebani, tapi ini malah menjadi bumerang bagiku. Karena mereka dibeberapa kondisi tidak mendengarku sebagai orang tua mereka di sekolah.

Lanjut ke hari itu, ada seorang siswi yang menangis. Entah tujuannya apa, tapi beberapa siswi lainnya ikutan menangis. Pada hari itu hampir semua siswa/i kompak untuk tidak mendengar apa yang ku ucapkan. Sebuah skenario standar yang mereka jalankan, tapi aku suka bukan kepalang.

Selanjutnya kuputuskan untuk ke ruang guru, karena aku tau. Mereka sedang menyiapkan diri untuk sebuah perayaan. Agak GR memang.

Beberapa saat kemudian, ada segelintir muridku yang menjaga agar aku tetap berada di ruang guru. Kata mereka "Bapak di ruang guru aja, kan enak ada AC nya"

Beberapa orang bergantian menjagaku, dan puncaknya ada seorang siswa yang berkata "Pak di ruang guru aja, kita mau bikin surprise buat bapak" lalu muncul lagi kalimat "kue nya belum datang pak"

Oke, mereka memang terlalu polos. Dan saya menyukai mereka.



A video posted by Pak Dicky (@dddickyyy) on



Beberapa guru ikutan berkomentar "alah lebay, pake enggak mau belajar" atau sekadar "surprise kok dikasih tau".

Memang, tahun ini aku tidak merayakan ulang tahun dengan seorang yang spesial. Tapi ini lebih dari itu. Aku merayakannya dengan 30 orang spesial yang aku sayangi, dan mereka menyukaiku.

Besar harapanku mereka tidak menemukan postingan apalagi blog ini.

NB: 
Akun Instagram itu, khusus untuk murid, wali muridku, atau siapapun yang mengenalku ketika aku telah menjadi guru. Disana aku membatasi postingannya. Jika hal tertentu terlalu pribadi untuk di hidangkan kepada murid, aku hindari untuk di post di sana.
Muridku jumlahnya 30 orang siswa/siswi tapi yang hadir mungkin kurang.

NB lagi:
Postingan ini kok kesannya resmi banget, ya?

(Bagian 1) Cinta, Haruskah sama?

2/12/2017 4


"Jadi siapa yang lebih buruk?" tanyaku pada seorang wanita. Kami hampir tiga jam di restoran cepat saji ini.

"Maksudmu?" Dia jelas bingung, karena pertanyaan ku tadi sama sekali tidak berhubungan dengan pembicaraan kami sebelumnya.

"Liat di ujung meja sebelah sana" Kataku sambil melirik kearah salah satu sudut restoran. Disana ada seorang pria dengan badan atletis makan dengan lahapnya, tak jauh darinya, ada pria dan wanita yang tampaknya sudah menikah.

"Ya?" kata wanita itu, masih kurang paham arah pembicaraanku.

"Liat cowok dengan badan atletis itu. Dia makan sendiri. Liat sekelilingnya? Paling tidak ada empat pasangan yang makan di sekitarnya. Dan liat sepasang yang ada disebelah kanannya. Mereka malah diam seribu bahasa, tak menghiraukan satu sama lain" Kataku menjelaskan. Berharap wanita di depanku paham.

"Tidak ada yang salah" Jawab wanita itu setelah beberapa saat.

"Ayolah. Aku rasa pria atletis itu lebih menikmati hidupnya. Dia makan dengan lahap, tersenyum kepada siapapun yang meliriknya. Dan lebih-lebih sudah lebih dari dua puluh menit dia tidak melihat telpon genggamnya" Kataku. Yap, aku sudah mengamati pria atletis itu cukup lama. 

"Waw" ujar wanita itu berusaha mengikuti arah pembicaraanku.

"Menurutmu apakah dua pasangan itu mempunyai kehidupan yang lebih bahagia daripada pria atletis di sebelahnya?" tanyaku mencoba membuka obrolan santai yang lebih serius

"Tampaknya mereka sudah menikah. Si pria seru dengan grup chatting kerjaannya, dan si wanita sibuk dengan grup ibu-ibu arisannya" jawab wanita di depanku. Sambil mencoba menyakinkan setiap kata yang keluar dari bibirnya.

"Jadi, siapa yang lebih buruk? Pria atletis yang bahagia namun sendirian, atau sepasang suami-istri yang saling tidak peduli?" ucapku semakin antusias.

Sebelum pembicaraan semakin jauh, aku ingin memperkenalkan diri.

Aku Johan Batubarra, dan wanita di depanku namanya Dewi Mustofa. Kami hanya teman. Kecuali aku yang kerap kali marah ketika dia pergi dengan temannya tanpa memberitahuku, atau dia yang sering kali memelukku ketika dia gagal menjalani ujian kuliahnya. Kami bertemu di suatu tempat yang aneh, menurutku.


Pertemuannya tiga tahun yang lalu. Ketika kami berlibur di suatu tempat. Kamar mandi pria wanita di campur. Aku yang sedang berkaca sambil memainkan asap rokokku merasa terganggu dengan tatapan wanita itu dibelakang. 

"Bisa kau matikan, rokokmu?" itulah kalimat yang keluar pertama kali ketika ia berada di sebelahku.

"Maaf" kataku langsung mematikan rokok yang masih baru itu.

"Kau seharusnya mencari ruangan khusus untuk merokok" jawabnya lagi sambil merapihkan kerudung tosca miliknya
Aku hanya diam, lalu pergi tanpa berkata apa-apa.

Beberapa bulan setelahnya kami tersadar bahwa kami berada dalam satu lingkungan. Aku adalah senior dia di kampus, semenjak itu kami intens bertemu. Dunia sempit memang. Terlalu sempit, malahan. Kami tidak pernah bertemu sebelum kejadian kamar mandi tadi. Aku bahkan tidak pernah melihat wanita semanarik dia. Padahal aku tipikal mahasiswa yang supel, dan suka bergaul sana sini.

Berjam-jam kami sering habiskan waktu berdua membicarakan segala macam kehidupan kuliah di kantin kampus. Organisasi yang sedang ia geluti, klub yang aku datangi, pengajian yang ia sering ikuti, ataupun sekadar skripsiku yang tak kunjung ditandatangani.

Kami akan berpisah tepat ketika rokok pertamaku dibakar. Katanya hampir seluruh anggota keluarganya adalah perokok aktif. Jadi dia tak ingin diracuni juga di luar rumahnya.

Awalnya perbincangan kami hanya bertahan paling lama satu jam, karena aku yang sudah sangat bergantung kepada rokok. Tidak tahan berlama-lama tidak membakarnya. Lalu lama-lama aku sadar, ia punya lesung pipi di pipi kirinya, dia selalu mengeryitkan dahi ketika dia lupa detail ceritanya. Dan yang paling penting dia selalu punya stok cerita yang menarik. Walaupun ceritanya tidak menarik paling tidak dia punya cara untuk menceritakannya dengan cara yang menarik. Lamban laun aku mulai mengurangi kebiasaan merokok. Bukan kerena apa-apa. Hanya agar perbincangan kami lebih lama.

Kembali ke restoran cepat saji. Dewi hanya diam, tampaknya dia punya cerita yang lebih menarik daripada hanya menanggapi pertanyaanku.

"Aku dijodohkan kepada seorang pria siap nikah oleh ustazahku" katanya membuka obrolan

"Ustazah itu mamamu?" tanyaku. Sungguh aku tidak mengerti apa yang sedang ia bicarakan.

"Ustazah itu guru ngaji, tapi perempuan. Jika yang lelaki itu Ustad" Jawabnya menerangkan.

"Kamu mau kapan solat makan siang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Sudah tiga tahun kami akrab. Tapi aku tak kunjung hafal istilah-istilah solat.

"Solat zuhur, maksudmu?" tanyanya bermaksud menyakinkan.

"Mungkin itu maksudku" jawabku sekenanya. Karena bagian ini akan terlalu sensitif setelahnya.

"Mau, asal kamu juga ikutan solat" katanya manja. Sambil memberi tatapan genit kepadaku.

Aku tak menjawab. Lalu kubakar saja rokokku agar dia cepat pergi.


Akan berlanjut, percayalah.

to-do-list Single Person

1/24/2017 10

Sebagai fresh graduate dari Universitas Cinta yang Kandas (UCK), gue akan membagi beberapa hal yang harus dilakukan, maupun hal yang seharusnya enggak dilakukan ketika menjadi seorang single. Hanya sebatas bagi-bagi tips aja. Berbagi ilmu, jangan terlalu dijadikan pedoman. 

Tapi jika dirasa bermanfaat bolehlah dikirim ke temen-temen yang baru atau udah lama single. Kalo ingin mengundang gue dalam kehidupan kisah cinta kalian, boleh lah nulis kontak di kotak komentar dibawah. Eh

Baik, sebagai seorang jomlo yang baik. Hal pertama yang harus masuk dalam pemikiran lu adalah hidup enggak melulu soal pasangan. Atau bahkan hidup lu, dan obrolan lu enggak akan berkembang kemana-mana kalo sedang memiliki pasangan (apalagi untuk hubungan yang umurnya baru 1-2 tahun). 

Gue sudah meneliti beberapa orang terdekat, yang sedang berada dalam sebuah hubungan, kebanyakan dari mereka kerjaannya selalu berhubungan sama pasangannya. Misalnya pergi bareng pasangan, nge chat pasangan, dan kalo lagi ngumpul ya yang diomongin pasangannya juga. Atau yang terparah ngumpul sama temen eh pasangannya dibawa.

Daripada basa-basi berikut to-do-list Single Person

Milikilah Hobby

Perlu diluruskan bahwa sering ngechat mantan, stalking twitter mantan, nyari mantan di tinder, kirim salam lewat temennya gebetan, bercanda mesum, atau memandang gebetan dari jauh tidak dikategorikan sebagai hobby

Hobby yang gue maksud itu 'pelarian' saat lu ngerasa sepi. Hobby yang bisa lu lakuin berjam-jam tapi enggak membosankan. Hal itu harus secara reguler lu lakuin. Sehingga lu bisa menghilangkan sepi yang dirasa.

Gue punya beberapa referensi
Lakuin hobby-hobby baru, atau hobby lama yang berhenti karena hubungan (misalnya lu baru putus). 

Misalnya lari pagi/sore, baca buku, mengunjungi perpustakaan, ngerakit robot di minecraft, atau sekadar berjam-jam spaming di grup What'sApp.

Gue si lebih nyaranin hobby yang bisa dilakukan sendiri. Karena ketika lu butuh orang lain dalam hobby dan ada kondisi orang itu enggak bisa, lu tau sendirilah gimana jadinya.

Yes Man

Sebagai seorang single lu harus menjadi manusia yang 'ayoan'. Diajak nongkrong bisa, diajak jalan-jalan bisa, diajak sekadar ngenjreng gitar bisa. Pokoknya jangan jadi orang yang mager. Sebab ketika lu jadi orang yang 'ayoan' temen-temen lu akan selalu ngajak lu. Dan lu akan selalu punya kegiatan.

Karena jadi Yes-Man kayaknya mahal, jadi ketika lu lagi enggak punya duit ya bilang aja. Karena jika dia teman yang baik dia bakalan traktir lu pas ada duit, atau dia akan ngajak ketempat yang enggak perlu ngeluarin duit kalo dia juga lagi enggak ada duit. Misalnya ke kalijodo gitu.



Pria : Bersih, Wangi, Rapi + Cerdas
Wanita : Maching, Lembut, Tidak cacat sosial, Teman ngobrol yang asik

Itu adalah hal yang harus dilakukan ketika lu jadi single selanjutnya.
Pas jomlo jadilah jomlo yang elegan. Biar lu enggak disangka jomlo karena emang pantes aja jadi jomlo.

Bagi seorang pria lu hanya perlu bersih, wangi, dan rapi untuk memancing lawan jenis untuk mulai interaksi sama lu. Dan cerdas ketika dia memutuskan untuk berinteraksi.

Lu perlu bersih, rapi untuk memancing wanita dari jauh untuk mendekat. Ketika dia sudah dekat, lu perlu wangi untuk membuat dia pengen berinteraksi sama lu. Dan ketika lawan jenis terpancing untuk berinteraksi, lu harus jadi orang yang cerdas dalam berinteraksi. Tau kapan harus ngomong biar keliatan cerdas, tau kapan harus mancing nanya biar ada obrolan aja.

Enggak gampang si, tapi kenapa enggak dicoba?

Bagi seorang wanita lu perlu maching dalam berpenampilan, lembut dalam bertutur (dan tangannya), tidak cacat dalam berinteraksi di lingkungan sosial, serta teman yang asik pas ngobrol.

Maching dalam berpenampilan artinya pandailah memadupadakan busana. Kalau belum fasih cek aja #OOTD di instagram. Jangan pernah memadukan warna biru tua, dan merah dalam pakaian lu, karena itu nambrak dan enggak banget. Pakailah warna yang rasanya serasi dari atas hingga bawah. 

Jadilah wanita yang lembut dalam bertutur dan lembut juga tangannya. Tutur dalam berkata bukan artinya lu jadi wanita yang ngomong aja pelit. Bukan. Tapi baiklah dalam bertutur tau kapan harus jawab pertanyaan dan tau kapan harus nanya balik (biar obrolan terus berlanjut). Emang si wanita yang tangannya kasar itu orangnya rajin nyuci piring, baju dan lainnya. Tapi ketika seseorang pria pdkt dia enggak secara hakiki nyari istri yang mirip pembantu. So rawatlah tanganmu, girls.

Setelah hal visual tadi, tambahlah dengan pola pikir yang seru untuk digali dalam berinteraksi. Ya biar ada obrolan aja gitu.

Ps:
Beberapa paduan warna yang nabrak: Hijau tosca-pink, ungu-kuning, biru muda-pink, hijau-kuning, jingga-kuning, coklat-kuning, merah-kuning
Hal diatas nampaknya akan jadi norak kalo dipadukan.

NO MALL IN THE WEEKEND



Mall saat weekend memang diciptakan bagi yang sudah berpasangan. Baik hanya pacaran, maupun pasangan yang sudah punya hasil buah hubungan mereka. Enggak cuman mall aja si, segala jenis tempat keramaian akan selalu penuh dengan orang-orang yang kasmaran. Taman, pantai, gunung, tempat makan, atau bahkan jembatan (buat kaum pelit sama pasangan).

Jadi bijaklah dalam mengunjungi mall.

Nah hal-hal tadi adalah beberapa yang harus lu lakuin ataupun harus lu hindari ketika menyandang gelar jomlo. Enggak usah dianggap pusing, anggep aja sebagai masukkan dalam menjalankan pekan kesendirian.


See You

Tulisan ini adalah bagian dari tema bulan Januari 2017 Kombun  - #KombunJan2017

Manfaat Bersama Wanita Petelur

1/14/2017 6

Wanita petelur itu wanita yang berkerudung ya.

Jangan ada sentimen negatif terhadap postingan ini.

"Pakai hijab tapi pacaran"

"Kerdus banget. Kerudung si tapi masih aja pacaran"

"Kok ngajarin adik-adik hijabers untuk pacaran si"

Ini hanya murni tulisan dari seorang pria tidak tampan, belum mapan, dan tidak begitu beriman yang sempat beberapa kali memadukasih dengan wanita petelur.

Wanita petelur memang memiliki nilai lebih bagi gue. Menurut pendapat gue sejelek apapun wanita dengan kepala tertutup itu tetap aja kelihatan lebih menarik daripada wanita yang rambutnya kelayapan, dan berantakan.

Bagi gue Wanita petelur punya beberapa nilai yang memberi keuntungan untuk si pria. Berikut beberapa diantaranya.

  • Tempat makanan Insha Allah (halal)
Sebagai seorang pria muslim yang berusaha untuk menghindari makanan yang haram, gue mencoba sebisa mungkin mengkonsumsi makanan halal (Ya iyalah). Agar tubuh ini tidak mengalir di darahnya sesuatu yang haram.

Nah wanita petelur bisa membantu dalam kondisi seperti ini.

Lu pernah enggak survei tempat makan yang halal dengan cara melihat pelanggan yang datang? Misalnya ada satu aja wanita petelur yang makan disana, Insha Allah tempat makan itu halal.

Kakak gue pernah cerita, ketika dia mampir ke sebuah tempat makan. Ketika akan duduk dia diberitahu bahwa makanan disini tidak halal. Kebetulan dia memang tergolong kedalam wanita petelur. 

  • Tidak menggoda pria lain
Jujur deh wanita itu paling cantik, menarik, dan menawan pas mainin rambutnya. Entah menguncir rambut, memplintir-plintir ujung rambutnya, ataupun hanya sebatas menyelipkan rambut ke belakangan telinganya. Gue selalu terpesona pas wanita melakukan tindakan itu.

Wanita petelur tidak akan melakukan hal-hal tadi. Ya, paling ngibas hijabnya aja dan itu bukan pekerjaan yang gampang, dia bakalan pusing kalo sering ngelakuin tindakan kibasan hijab.

So pria yang lagi bersama wanita berhijab slow aja. Yang perlu dijaga adalah menahan diri untuk menggoda wanita lain.
  • Hadiah lebih bervariasi
Hadiah yang bisa dikasih untuk wanita berhijab juga lebih bervariasi. Misalnya pasmina, bergo, segiempat, khimar.

Tau kan perbedaan dari empat jenis kerudung tadi?

Gue juga gatau kok bedanya apa.
  • Ngelus kepalanya lebih menyenangkan
Efeknya beda banget. Karena perpaduan antara bahan kerudung serta rambut lebih gampang ngelusnya. Enggak kaya ngelus wanita langsung ke rambutnya, ribet, entah nyangkut aja rambutnya, atau malah bikin berantakan. Dan jadi enggak romantis juga kan pas ngelus eh malah rambutnya ketarik. 

Bukannya dia seneng malah yang ada bakalan ngambek tuh cewek.

Mau ngelurusin, alasan gue menyebut wanita berhijab sebagai wanita petelur karena kuping mereka enggak keliatan. Dalam pelajaran IPA SD, cara ngebedain hewan petelur atau beranak dengan memperhatikan kupingnya ada atau enggak. Tau, kan?

Udah dulu ya.
Ini murni pendapat gue ya. Jangan berpikiran yang aneh-aneh.
See you.



Ps:
Kerdus = Kerudung Dusta
(Kali aja kan ada yang enggak tahu)

2 Ingin Terbesar dalam 12 Bulan Mendatang

1/04/2017 11

Tahun ini sudah masuk hari keempat. Yap semua emang tampak sangat cepat ketika lu menikmati liburan. Di minggu-minggu pertama setiap tahunnya kebanyakan orang normal membuat resolusi, sebuah tantangan yang orang buat untuk dirinya sendiri. Nah sebagai seseorang yang ingin dipandang normal gue pun akan membuat resolusi. Bukan resolusi sih tepatnya, hanya dua buah ingin yang seharusnya bisa diusahakan maksimal untuk tercapai.

12 buku dalam 12 bulan

Ini adalah salah satu ingin gue, biar jadi manusia yang normal. Gue berkeinginan membaca paling tidak 12 buku dalam tahun ini. Terlalu sedikit memang, tapi paling enggak gue ingin kembali meningkatkan minat gue akan dunia baca-membaca. Karena gue adalah guru, dan guru perlu menguasai banyak hal. Setelah ditinjau dari tranding topic twitter, baca adalah salah cara untuk menguasai banyak hal. Jadi gue harus rajin baca kalo mau menguasai banyak hal.

Ya paling enggak biar enggak gelagapan lah kalo ditanya murid sesuatu yang enggak ada di buku cetak.

Sebagai pembuktian gue akan membuat catatan buku yang sudah terbaca kedalam blog yang udah lama vakum (Bagus Buat Dibaca - Red). Besar harapan gue kalo bacaan gue bisa merubah diri gue. Karena "Kamu adalah apa yang kamu baca"

Entahlah itu kutipan dari siapa.

Olahraga sekali dalam sepekan
Setelah mengaca cukup lama, dan berkonsultasi dengan dimas kanjeng. Gue sampai di kesimpulan bahwa diri gue sudah terlalu gendut untuk jadi manusia normal. 

Gue, mau enggak mau, harus kembali membiasakan diri berkeringat secara teratur paling enggak satu kali dalam sepekan. Biar badan ini enggak gampang keringetan (apalagi keingetan) atau cape untuk kegiatan yang sederhana. 

Badan gue udah enggak asik cuy gerak dikit cape, lari dikit ngos-ngosan, dan beragam keluh kesah lainnya kaum gendut kebanyakan.

Sebagai pembuktian gue akan ngetweet dengan foto saban gue olahraga, gue beri nomor serta gue jadikan favorit. Oia, sekarang namanya bukan fav lagi ya? Tapi love.

Udah ya, resolusinya jangan kebanyakkan. Nanti gue pusing sendiri buat wujudinnya.

Gini dulu deh postingan pertama di 2017 ini. 
Semoga tahun sebelum tahun ini lebih sial daripada tahun ini.


See You.

ps : Bantulah gue dalam mewujudkan resolusi ini. Bukan menghantui  ;p