Selamat Tanggal 25 yang Terlambat

11/26/2016 1

Selamat Hari Guru Nasional (HGN) hari dimana guru dimanjakan oleh peserta didiknya nya. Dimana banyak kecintaan disana. Hari dimana mereka seneng banget karena enggak belajar.
Eh

Guru, profesi yang sedang gue geluti ini emang cukup menarik. 

Guru setidaknya harus 5x lebih pintar dari peserta didiknya nya. Namun juga harus cerdas mengcover mereka yang bosen sama 'pembelajaran'. Guru harus punya beribu akal ketika pembelajaran harus tetep berjalan ketika mereka
 'bosan', guru harus membuat 'pembelajaran' tidak seperti 'belajar' menurut pandangan peserta didiknya.

Dari semua itu, profesi guru akan menjadi pekerjaan yang membanggakan. Apalagi ketika peserta didik senang saat gurunya datang, bahagia ketika disuruh mengerjakan persoalan yang diberikan. Bahkan akan sangat senang ketika gurunya enggak masuk :p

Hari guru, itulah yang terjadi setiap tanggal 25 November. Hari yang diciptakan untuk menghargai guru. Profesi yang menentukan akan jadi apa seorang anak puluhan tahun setelahnya.

Aku bangga menjadi guru, cukup bangga ketika menjadi bagian penting dalam sejarah tiap peserta didik yang menjadi tanggungjawab ku.

Dalam setiap resah yang menyelimuti peserta didik, dalam setiap harapan yang ditopang mereka, dan dalam setiap senang yang mereka lalui bersamaku. 

Ya.

Aku bangga.


Setelah Segalanya Menghilang

11/07/2016 0

Banyak hal yang akan terjadi tepat setelah segala hal disisimu tampak telah menghilang. Percayalah. 

Hal pertama yang terjadi, kamu akan kehilangan pola tidurmu. Siangmu akan tampak terlalu pagi, membuat kamu tidak punya kesempatan bercumbu dengan pagi sekali lagi. 

Setelah tidurmu. Hal selanjutnya yang mungkin akan terjadi, pola makanmu ikut hancur. Kamu akan sarapan ketika orang-orang sedang menunggu jam makan siang. Lalu kamu akan makan malam ketika kebanyakan orang sedang bercengkrama dengan mimpinya.

Hal selanjutnya yang akan kamu alami setelah segalanya tampak telah menghilang. 

Ini hal yang paling menyebalkan.

Kamu akan penuh dengan kepura-puraan. Pura-pura bahwa tidak terjadi apapun padamu, pura-pura hal yang terjadi tidak memengaruhi mu, bahkan pura-pura bahwa hal yang terjadi bukanlah bagian penting. Walau pada dasarnya hatimu menolak gagasan itu.

Hal keempat yang terjadi setelah segalanya tampak telah menghilang. Kamu akan membagi temanmu dalam beberapa porsi.

Porsi pertama, teman yang akan kamu lindungi dari cerita tentang segala hal yang telah terjadi padamu. Bukan karena ia tidak penting, tapi karena kamu rasa hal yang terjadi padamu tidak akan berubah ketika ia mengetahuinya. 

Porsi selanjutnya, temanmu yang akan kamu ceritakan tentang hal yang terjadi padamu dengan cara menertawakannya. Karena bagi temanmu yang masuk kedalam porsi ini, apa yang terjadi padamu tidaklah berat.

Porsi terakhir adalah temanmu yang akan kamu ceritakan persis sebagaimana kamu menanggapi apa yang telah terjadi padamu. Sedih, kecewa, marah ataupun pasrah. 

Kemudian Ia akan memberimu tanggapan yang kurang lebih sama seperti yang kamu inginkan.

Dan hal terakhir yang akan terjadi, 


kamu akan segera melupakannya.



See You



Tentang 'Pembelajaran Kelompok'

10/22/2016 0
Murid gue juara satu loh. HAHAH :p
Senja sudah menyentuh pekan kesebelas setelah saya, yang sok asik ini, menjadi guru. Beberapa pencapaian sudah dilalui. Beberapa bahkan menjadi capaian membanggakan. 

Apalagi ketika rata-rata nilai saat ulangan harian Matematika menyentuh angka 80. Kebanggaan memang, ketika anak yang sehari, 7-8 jam dalam kontrol saya. Membanggakan dalam guratan angka, memang.

Namun, kebanggaan itu sirna ketika saya menyadari kelas yang dalam kontrol saya menjadi kelas yang kurang tertib ketika berbaris, geradakan ketika solat, ribut bahkan sulit diatur oleh guru lain serta kurang bertanggungjawab dalam bersikap, misalnya berlebihan dalam bercanda. 

Hal yang paling menakutkan.

Hal itu yang menjadi salah satu alasan saya menjalankan pembelajaran kelompok. Salah satu tujuan awalnya adalah dalam kelas saya memiliki asisten . Asisten yang membantu saya dalam menjalankan peran, baik untuk mengatur kelas maupun dalam mendistribusikan ilmu. 

Sehingga, seperti yang sudah saya pelajari selama empat tahun belakangan, bahwa peran guru tidak melulu sebagai sumber utama. Namun, juga sebagai fasilitator dalam pembelajaran. 

Mungkin ada yang membutuhkan, saya buat panduan singkat bagi calon guru yang ingin menjalankan pembelajaran kelompok.

Dalam pembelajaran kelompok guru harus memiliki beberapa komponen. 

Pertama,
Poin kelompok. Disini berisi poin yang menambah dan poin yang mengurangi. Dalam keseharian poin ini jelas berguna dalam mengontrol peserta didik tanpa membuatnya menyadari sedang diatur. Namun, poin kelompok juga harus ditambah komponen selanjutnya.

Kedua,
Hak, dan Hukuman
Kelompok dengan poin terbaik harus memiliki keistimewaan. Misalnya pulang lebih awal atau mungkin hadiah kecil diakhir bulannya. Tujuannya membiasakan peserta didik bersaing menjadi kelompok terbaik.
Hukuman bagi kelompok dengan poin terendah juga harus ada. Misalnya kelompok dengan nilai terendah harus merapihkan bangku saat pulang. Atau hafalan beberapa ayat. 
Hukuman, dan hak 'sebaiknya' diberikan sampai didapatkan kelompok terbaik pada periode selanjutnya.

Ketiga,
Daya ingat
Poin, hak, serta hukuman jelas tidak berjalan maksimal jika guru lupa atau lalai dalam menjalankan. Misalnya lupa memberikan poin, lupa memberikan hak kelompok terbaik. Maupun lalai dalam memberikan hukuman. 
Poin ini yang kurang maksimal saya lakukan, seringkali saya lupa memberi hak apalagi hukuman. Dan akhirnya pembelajaran kelompok tidak berjalan maksimal.

Dan saya pun sedih.

See You

Yuk, Berburu Spot Unik di Jakarta!

10/14/2016 0
Setelah vakum beberapa purnama, kali ini gue mau berbagi sedikit tips biar lu kaum yang ada di Jakarta tidak terlalu suntuk sama kehidupan. Daripada kelamaan langsung aja ya. Tapi kali ini gue mau basa-basi dulu. :p

Sebagai tempat paling utama di Indonesia, banyak orang yang datang ke Jakarta untuk berbagai keperluan, baik untuk urusan bisnis, keperluan sekolah, berlibur, mengunjungi sanak saudara, bertemu sama mantan, atau bahkan untuk menetap di provinsi paling kecil di Indonesia ini.

Jakarta merupakan kota paling maju dan modern, diikuti kota-kota besar lain di Indonesia, karena Jakarta merupakan pusat administrasi negara. Dibalik hiruk pikuknya, banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik dari kota di luar Jakarta. Seperti Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, Monumen Nasional (Monas), Museum Fattahilah dengan gaya klasiknya di Kota Tua, dan lain-lain.

Selain tempat wisata yang disebutkan di atas, Jakarta juga sangat menarik untuk dikunjungi meskipun hanya sekedar berkeliling kota saat hari libur, apalagi pada malam hari, karena Jakarta memiliki sistem transportasi terpadu yang cukup nyaman seperti transjakarta yang dapat digunakan untuk berkeliling Jakarta hanya dengan sekali bayar.

Apalagi pada malam hari, jika mendongak ke atas, langit Jakarta seolah-olah dipenuhi kerlap-kerlip lampu dari gedung-gedung yang tinggi dan dari lampu-lampu hiasan di pinggir jalan. Keindahan tata kota seperti jalan-jalan, taman-taman di daerah pusat Jakarta juga memiliki daya tarik sendiri untuk dinikmati ketika dalam perjalanan. Tidak hanya itu saja, kelengkapan fasilitasnya turut memberi kenyamanan setiap pengunjungnya.

Nah, sebagai Kota paling penting di Indonesia, dan banyaknya orang yang berkunjung ke Jakarta dengan berbagai kepentingan, tentunya Jakarta memiliki banyak tempat penginapan dengan diskon hotel di Jakarta yang tentunya sangat membantu dalam urusan inapan yang nyaman, aman, dan tetap murah :D

Salah satu tempat penginapan yang recommended adalah penginapan di Morrisey Jakarta. Penginapan ini termasuk salah satu yang unik dan sedikit berbeda dari yang lain, karena pelayanannya berupa serviced apartment dengan desain interior bergaya minimalis-modern di setiap kamarnya.



Desain interior unik di Morrisey Jakarta (jadeayu.com)

Morrisey Jakarta ini mengambil gaya klasik vintage yang digabungkan dengan sentuhan modern, apalagi ditambah di luarnya terdapat bajaj dan vespa yang di pajang di depan lobby turut menambah keunikan tempat penginapan ini. Anda pasti akan betah berlama-lama dan mengambil banyak gaya foto di sini, atau bahkan betah untuk menginap beberapa hari lebih lama.

Di luar juga terdapat sepeda kumbang yang bisa digunakan gratis selama 2 jam, selebihnya harus membayar uang sewa. Dan jika ingin jalan-jalan bisa juga naik bajaj yang telah disediakan, gratis sampai sekitar Sarinah.

Di dalam kamarnya terdapat kitchen set dengan peralatan cukup lengkap dan juga ada laundry room beserta setrika dan meja setrikanya, sehingga memudahkan para tamu jika ingin masak atau cuci baju sendiri untuk sedikit menghemat cost.

Nah, beralih ke obyek wisata Kota Tua. Bagi Anda para penikmat arsitektur atau desain interior unik, atau sedang berburu spot yang bagus untuk menambah koleksi foto unik Anda, Jakarta telah menyediakan banyak tempat yang Anda cari.

Spot klasik di Kota Tua tentunya sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Tempat ini sering dijadikan sebagai lokasi berfoto dari berbagai macam kegiatan. Sepeda ontel dan rangka mobil klasik yang berjajar di halaman sampingnya juga turut menambah kesan klasik di tempat ini.


Suasana sore di kota tua (mediakutim.com)
Masih di kawasan Kota Tua, terdapat rumah akar yang sangat unik dan jauh lebih klasik. Suasana klasik kentalnya didapat dari akar yang menjulur di rumah ini. Biasanya orang-orang berfoto di rumah ini ketika sore hari, karena pada malam hari kesan rumah akar ini agak lebih seram.

Spot ke-tiga yang wajib dikunjungi adalah pelabuhan Sunda Kelapa. Letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Tua. Pelabuhan ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Padjajaran dan merupakan pelabuhan terpenting. Jajaran kapal Phinisi menambah kesan klasik dan keren!

Tempat ke-empat yang wajib dikunjungi bagi pemburu spot unik adalah Hutan Mangrove, Pantai Indah Kapuk. Tempatnya memang agak jauh ke utara, namun Anda pasti tak akan menyesal setelah mendapat foto unik dari tempat ini. Anda juga dapat menyewa perahu kecil untuk bisa berkeliling di perairan sekitar hutan mangrove.
Hutan Mangrove, PIK (libregrapics.asia)
Jadi, itu tadi beberapa spot unik dan menarik yang ada di Kota Tua, Jakarta. Yuk segera merapat ke sana. Selamat Berlibur.

See You

Tentang wisuda dan anak-anak

9/12/2016 2
Setelah wisuda gue jadi tau bahwa


Udah wisuda cuy

Wisuda adalah momen yang paling mendebarkan sekaligus menyedihkan. Mendebarkan karena wisuda membuat gue sah menjadi bukan mahasiswa lagi. Menyedihkan karena setelah wisuda gue jadi sadar bahwa gue udah cukup tua buat maen ke kampus. Wisuda bisa dibilang sebagai batas akhir gue bisa dengan nyatai ngerjain tugas, karena banyak temen yang belom ngerjain tugas kayak gue. 

Tapi didunia kerja enggak senyantai itu. Gue enggak bisa ngerjain tugas nunggu temen buat jadi contohannya. Yang ada nanti gue makin ketinggalan karena akan ada aja tugas baru yang nambah. Setelah kerja, saat jam pulang gue pengen langsung pulang. Karena hari yang melelahkan selanjutnya sudah menanti. Karena badan yang lemah ini harus segara diistirahatkan.

Gue tipikal guru yang enggak bisa diem aja di meja buat nenangin murid gue, kadang gue harus keliling kelas buat menenangkan mereka. Kalo gue sudah kesel gue akan teriak sekencang pita suara ini dapat menghasilkan suara.

Atau gue akan berhitung sampai sepuluh. Jika pada hitungan sepuluh mereka masih ada aja yang berdiri. Gue akan mengurangi poin kelompok yang anggotanya masih jalan atau berdiri.

Bekerja sebagai guru, menjadikan gue seperti orang tua mereka selama di sekolah. Kalo mereka mau jajan atau mau ke wc mereka harus ijin ke gue. Kalo mereka dijailin sama temennya laporan ke gue. Bahkan kalo uang mereka hilang mereka akan ngadu ke gue, berharap uang yang hilang tadi gue ganti.

Selama gue di sekolah gue harus menjadi pedoman yang baik buat mereka. Gue harus tegas negor mereka yang ngobrol di kelas, melakukan hal yang diluar batas, ataupun lari-larian di masjid saat akan solat berjamaah. 

Disisi lain gue belajar banyak hal dari mereka. Mulai dari gue hafal surat-surat pendek, makan jangan berdiri. Dan harus adil. Kalo di kelas ada peraturan enggak boleh makan di dalam kelas ya gue harus ikutan patuh sama aturan yang notabene gue sendiri yang buat, atau mereka akan protes sepanjang gue makan.

Banyak hal-hal lucu, misalnya seorang murid yang caper ke gue karena gue lagi makan mie. Yang notabene makanan kesukaan dia. Atau ketika gue punya makanan enak, mereka minta, misalnya enggak gue kasih mereka akan ngambek sama gue. Namanya juga masih bocah.

Celetukan-celetukan lucu, tindakan konyol mereka. 

Di kelas mah bercanda mulu, pas di foto tampangnya serius amat

Walaupun enggak bisa diatur, tapi bisa juara




Kegembiaraan hari kemerdekaan
Gue jadi petugas upacara weh :p

Pokoknya gue suka.

Semoga pekerjaan ini menjadi berkah buat gue 

Akhirnya sempat untuk update blog. Udah ah, masih banyak koreksian.

See you

Chapter Finnale - Jadi Begini Ceritanya

7/01/2016 10
Mak, dikit lagi Dicky jadi SP,d

Ini adalah postingan penutup, setelah menyelesaikan tentang 'tulisan itu' - SKRIPSI (red)

Ada baiknya, kalian baca dulu beberapa postingan sebelumnya

Jadi begini ceritanya...

Setelah menempuh perjalanan yang enggak gampang-gampang amat, akhirnya genap sudah gue malalui masa kuliah S1, setelah bertahun-tahun harus PP Priok-Setiabudi, setelah bertahun-tahun mengalami macet di Manggarai, menikmati lamanya lampu merah Matraman, berjam-jam di kantin deket kampus, menjadi anak yang akrab sama orang tua, mencoba susahnya menjadi anak kos, sampai menemukan oasis perjalanan melalui Jalan HOS. Cokroaminoto, gue pun akan mengakhirinya beberapa bulan kedepan.

NB : FYI, Jalan HOS. Cokroaminoto itu jalan paling asik setelah motor dilarang melalui Jalan Thamrin.

Jadi begini ceritanya...

Banyak yang sudah gue lalui selama menjalaninya masa kuliah. Mulai dari cupu mencari identitas diri, sok akrab sama mahasiswa baru atau senior, sampai cari muka sama beberapa dosen. Yang berbuah di akhir semester, senior ngasih jalan gue mendapatkan pekerjaan, dan dosen pembimbing yang sangat memudahkan gue menyelesaikan skripsi, jujur selama menulis skripsi, gue merasa kedua dosen itu kayak 'malaikat' dalam wujud manusia.

Tentunya Allah yang memberikan malaikat itu buat gue. Semenjak Allah memberi beragam kemudahan dalam menyelesaikan skripsi, gue enggak pernah absen untuk menyisipkan terima kasih kepada-Nya yang gue ucapkan berkali-kali.

Jadi begini ceritanya,

Skripsi yang menyiksa gue belakangan, yang sampe mengharuskan tipi di ruang keluarga dimasukin ke kamar orang tua, akhirnya selesai. Selesai sudah pertanyaan nyokap yang belakangan selalu ngomong "udah beres?" atau "daripada maen mending ngerjain" 

Haha, sudah selesai. Dan gue pun menyelesaikannya dengan beragam kepuasan, sambil mengucap syukur yang tak henti-hentinya.

Dilain sisi,

Sedih memang, ketika salah satu dosen penguji gue bilang "ini adalah momen terakhir kita bisa berdiskusi sama mahasiswa"

Jujur gue tambah sedih ketika dia juga mengucapkan "ini adalah tahapan akhir, selamat bagi kamu yang sebentar lagi akan menjadi sarjana" yang dia ucapkan kepada seluruh mahasiswa yang dia uji hari itu.

Memang si gue bukan mahasiswa dengan IPK yang memuaskan kalo dibandingkan sama temen-temen gue, dan gue juga bikin skripsi yang biasa aja. Tapi itu udah cukup mengantarkan gue ke jenjang asli dalam kehidupan. Yap, menjadi dewasa, dan menjadi pekerja. Udah cukup nyusahin orang tua. Udah cukup jadi beban bagi mereka beberapa puluh tahun belakangan. Dan inilah saatnya bagi gue untuk membalasnya.

Jadi begini ceritanya,

Gue kan pernah cerita di postingan ini, kalo gue lagi seleksi di sekolah swasta. Dan Alhamdulillah, sehari setelah gue sidang, gue dan teman-teman gue dinyatakan secara sah menjadi bagian dari sekolah tersebut. Yap, semenjak hari itu gue semakin yakin kalo kita dekat sama Allah, Ia akan memberi jalan tol bagi kita. Yap, jalan kehidupan yang tanpa hambatan.

Agak malu emang sama ibadah gue yang masih bolong, tapi Dia masih bisa cinta banget sama gue kayak gini.

Thanks, Allah.

Semua ini bagi gue berkah ramadhan.

Akhirnya gue semakin mencintai ramadhan, dan menanti ramadhan selanjutnya.

NB  : jujur nih ya, gue ga begitu kuat nahan laper pas ramadhan :p