Bagaimana Keadaanmu Saat Ini?

Bagaimana Keadaanmu Saat Ini?

1/01/2021 0

Sebagian besar orang merasa bisa mengubah keadaan.

Sebagian yang lain terlalu takut untuk mengalami perubahan.

Sisanya selalu bermimpi bisa mengatur ulang kehidupan.

Seakan semua bisa sesuai inginnya

Atau hanya ingin mencoba sesuatu yang baru.

Sesuatu yang tampaknya menjanjikan.

Sesuatu pada saat ini memunculkan rasa,
ini akan lebih baik.

Sesuatu yang mengairahkan alih-alih kebosanaan atau ketakutan

Tidak ada yang salah atas keinginan itu

Yap, 

Tidak ada yang salah atas ingin itu.

Perubahan untuk melarikan diri dari sekitarmu.

Seakan Kamu muak akan yang sedang kamu lalui

Atau karena sekitar memaksamu demikian.

Sekitar mendewasakanmu dengan paksa.

Perubahan memang tidak menyenangkan,

Ia sering kali mengusir kenyamanan yang sudah ada.

Ia menghamburkan kebiasaaan yang selama ini kamu bangun.

Ia menghardik segala hal yang telah kau yakini.

Tapi Ia tak semenakutkan seperti bayanganmu

Walau Ia menghancurkan nyaman, kebiasaan, dan yakin mu

Ia akan yang mengganti semuanya dengan yang baru

Jika kamu memilih tempat kerja baru, ia akan memintamu untuk menganti kenyamananmu atas rute yang biasa kamu pilih

Jika kamu memilih untuk hidup di tempat baru mungkin itu akan menghilangkan kebiasaanmu bertemu dengan teman selepas pulang.

Jika kamu memilih untuk memulai hidup baru dengan orang lain, dia akan meyakinkanmu bahwa keyaninanmu dulu akan sesuatu mungkin salah.

Tapi dari sekian banyak alasan yang mungkin kamu dengar,
Kamu, dan semua orang disekitarmu, membutuhkannya.

And By The Way,

Selamat Tahun Baru.

Seperti yang kamu tahu,
aku selalu suka 1 Januari.

06 06 2020

12/22/2020 0

Calon Suami dan Istri Saat ingin mengucapkan Janji Suci

Setelah beragam persoalan, lika-liku kehidupan yang kami alami bersama akhirnya Juni kemarin kamipun resmi menjadi pasangan suami-istri sah. Kaget, kagum, tak siap, gelagapan, itu yang kami berdua rasakan setiap harinya. Tapi sepasang suami-istri hebat pun pasti pernah mengalaminya, Kan?

Jujur, pada awalnya, saya kagum serta panik atas keberanian diri ini mengajak orang lain menikah dan membina rumah tangga bersama. Saya takut bagaimana saya bertindak akan melukai hari-harinya, dan apakah saya juga akan terluka atas tindakannya. Satu hal yang penting, kami telah dan akan terus berupaya untuk bersama. Semoga Allah memiliki rencana yang sama atas kami.

Saya takut akan masa depan seperti apa yang akan kami, dan anak-anak kami kelak hadapi. Namun, Saya juga sadar bahwa saya tidak akan pernah bisa mengetahui masa depan, tidak ada yang bisa meramalkan bagaimana keadaan diwaktu-waktu selanjutnya. Saya hanya bisa berencana dan tidak bisa benar-benar memastikan hasilnya. Saya hanya bisa menjalankan hari-harinya dengan semangat untuk berjuang bersama. 

Hari buruk tentu akan kami hadapi, semoga hari buruk itu bisa berganti menjadi hari yang indah setelahnya.

Itu yang coba saya tanamkan saat menyadari bahwa tidak ada dua orang yang selalui sependapat. Saya sadar kami akan menghadapi hari buruk karena tindakan satu sama lain, saya juga yakin bahwa kami bisa melaluinya dengan kepala dingin.

Kami pasangan suami istri baru, belum menginjak umur satu tahun. Banyak yang belum kami alami. Kami hanya harus bersiap dengan apapun yang akan menghampiri kelak. Doakan kami bisa dan akan selalu ingin berkerjasama.

Yuk! Kenali Diri

Yuk! Kenali Diri

7/07/2020 1
Hai, Bagaimana kabarmu?

Semoga selalu dalam keadaan yang baik-baik saja ya.

Dan semoga saat tulisan ini muncul. Pendemik sudah selesai, dan kita sudah beraktifitas normal. Bukan kenormalan baru, tapi normal yang pernah kita lakukan sebelumnya. Bukan kenormalan yang saat penghujung bulan Mei 2020 sedang genjar-genjarnya di bahas.

AMIN

Saya ingin mengajakmu untuk kembali mengenali diri sendiri. Tujuannya agar kita (aku atau kamu) semakin asik dalam menjalani kesaharian. Tanpa resah.

Setidaknya ada 5 tahap untuk mengenali diri sendiri. Ingat setiap langkah harus dilakukan dulu, sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Lakukan setiap tahap ketika kamu sedang santai, dan tidak merasa terganggu oleh lingkungan sekitar.

Ciptakan suasana yang paling kamu suka, misalnya mendengarkan musik, duduk di bangku yang paling nyaman, nyalakan AC/kipas angin, atau dimalam yang hening. Sesuaikan dengan dirimu!

Oia. Sebelumnya, kamu butuh kertas dan alat tulis. Atau jika kamu lebih nyaman dengan gawaimu, pakailah.

Saya mulai ya,

Tuliskan kesuksesan terbesar dalam hidupmu!

Yang paling maksimal, ya!

Percayalah kamu pernah mencapainya. Jika kamu beranggapan itu belum pernah terjadi, artinya kamu tidak pernah memberi dirimu penghargaan atas setiap pencapaian.
Apapun bisa dianggap sebagai kesuksesan.
Masuk ke perguruan tinggi atau sekolah yang kamu tuju
Diterima di tempat kerja yang menjadi angan-anganmu
Atau menjalankan bisnis yang kamu rencanakan sejak lama
Sudah?

Kedua jawablah pertanyaan ini.

“Tuliskan karakter dirimu yang kamu kenal sepanjang hidupmu?”

Tulis sebanyak yang kamu bisa. Semakin banyak semakin kamu mencoba untuk memahami diri, serta jangan lupa jabarkan karakter itu sedetail mungkin.

Saya berhasil mengenali 22 karakter.

Jangan intip tahap selanjutnya, sebelum rampung menuliskan karaktermu!

Tandai poin mana saja yang menjadi penyebab kamu bisa mencapai kesuksesan!

Dengan melakukan tahap ini, kamu memberi dirimu kisi-kisi agar bisa mengulang/melebihi kesuksesanmu.

Yang menjadi penyebab kesuksesan tidak selalu karakter positif.

Bahkan menurut saya karakter “Mudah emosi saat berada dikondisi yang diluar kendali” Bisa menjadi karakter orang sukses. Karakter itu akan memaksa seseorang merencanakan segala sesuatu dengan matang.

Intinya, semakin kamu detail menjabarkan karaktermu, kamu tidak akan kesulitan menjalani tahap ini.

Selanjutnya, tuliskan kegagalan terbesar dalam hidupmu!

Yang paling rendah, dan seburuk-buruknya yang pernah kalian alami!
Berat memang, tapi ini untuk lebih mengenali dirimu!

Misalnya
Gagal masuk sekolah / perguruan tinggi yang kamu tuju
Dipecat dari tempat kamu bekerja
Bisnismu gulung tikar.
Beberapa penyakit akibat pola hidup bisa kamu masukan disini.
Perlu menjadi perhatian,
Kegagalan itu harus memenuhi syarat bahwa ia sebenarnya bisa di antisipasi.

Tandai poin karaktermu (yang sudah kamu tulis sebelumnya) yang menjadi penyebab kegagalan tersebut.
Tujuannya menghindari kegagalan serupa terulang lagi.


Dengan lima langkah sederhana itu. Kamu setidaknya mulai memahami diri sendiri. Dan bisa menjalani keseharian yang lebih asik sembari mencari cara mengulangi kesuksesan sebelumnya alih-alih gagal di tempat/penyebab yang sama .

Oia, taktik ini saya dapat dari buku berjudul




“Survive” Menghadapi Quarter Life Crisis karya Efnie Indrianie.


Banyak ilmu yang bisa kamu dapatkan dari buku itu. Selamat mengenali diri sendiri ya.

See you 😉