(cerpen) Sesi Curhat

11/26/2011
Namaku Zuan Septian aku tak pernah memperdulikan apa yang kalian pikirkan tentang namaku yang aneh itu, bukan maksudku berpikiran buruk tapi memang hampir semua orang selalu menganggap namaku itu sangat aneh, ups kenapa aku jadi curhat gini ya. Aku ini seorang lelaki, oke cukup konyol aku ngomong gini, tapi biarlah. Oke, bagian itu memang terlalu lebai.
Sedikit intermezo aja kawan, kau tau bagaimana rasanya jatuh cinta ? itu rasanya seperti kau jatuh makin jauh tapi kau tidak pernah bisa sampai ke dasarnya atau itu kurang puitis bisa ku bilang jatuh cinta itu adalah jatuh yang paling enak dan paling di tunggu. Oke, sebenernya gada cerita dariku yang menurutku cukup manarik untuk dibagi denganmu pembaca yang entah kenapa membaca catatan hati ini kawan, tapi biarlah. Jatuh cinta itu katanya indah ? siapa bilang jatuh cinta itu tidak cuman indah tetapi juga menyenangkan dan yang paling dari cinta itu ya ketika kau lebih besar memikirkan 'nya' daripada nilai Pkn mu yang jarang tuntas atau kenapa kau tak bisa bicara banyak didepan kelas, atau memikirkan kenapa kau makin jauh dengan tuhanmu pokoknya jatuh cinta itu obat paling mujarab buat menghilangkan pikiran yang menurutku emang ga pantes buat dipikirin kawan :D.
Pernah ga kalian perhatiin si 'pencuri hati' kalian, kenapa ya ia akan selalu tampak cantik walau awalnya dia sangat jauh dari kategori seperti itu. Ketika kalian mulai menyukai nya kalian akan selalu melihat sisi baik dari dirinya, walau dia orangnya jutek dan ketus tapi kenapa yang kalian ingat malah senyuman nya katika ia meminta contekan atau bahkan yang kalian ingat malah sentuhan ringan nya ketika ia tertawa mendengar lelucon kalian, atau ketika untuk pertama kalinya ia membalas pesan singkat mu ketika puluhan pesan mu sudah  mulai memenuhi kotak masuknya, atau ketika apapun momen yang membuat kalian selalu mengingatnya ketika hendak tidur sekalipun. Oh apakah kalian semua mengalaminya atau hanya aku saja yang mengalaminya ? semoga saja tidak teman.
Jujur perempuan itu bukan siapa siapa bagiku pada awalnya, ia hanya teman chatting ku di dunia maya dan entah kenapa setelah kopi darat malah ia selalu muncul di hati dan hari ku. Oke mungkin awalnya ia hanya membuatku berharap bahwa ia sedang online ketika aku online dan perasaan itupun mulai naik ketika ia selalu ada ketika aku online dan semua berlanjut hingga pada akhirnya aku mendapatkan nomer hp nya. Ribuan pesan singkat pun mondar-mandir di kedua hp kami setelah tiga bulan aku pertama mengirimnya pesan. Lalu entah kenapa ia yang notabene adalah seorang perempuan tertutup pun makin membuatku penasaran bagaimana caranya agar aku bisa memilikinya lebih dari sekedar gelar teman saja.
***
"apa dia sudah mulai terlihat cantik kawan ?" kata anwar temanku setelah aku entah kenapa menceritakan tentang dewi kepadanya, yang bagiku sudah sering memenuhi pikiran dan hatiku.
"berarti kau mulai menyukainya kawan" benar kataku, ia sudah mulai terlihat cantik awal-awal ini dan aku sudah takut untuk mengakuinya. "apa ia juga sering muncul dimimpimu?" katanya seraya memandangku dengan tatapan penasaran.
"tak sering tapi ia pernah masuk ke dalam mimipiku" kataku sambil mengingat-ingat. "pesannya juga selalu pengaruh dengan keseharianku"
"benar kau sudah mulai menyukainya"
"apa yang bisa ku lakukan" kataku polos 
"tak ada, yang kau lakukan adalah apa yang keluar dari hatiku. Menyatakannya atau tidak. Cara yang paling gampang, biarkan ini berlalu dengan sendirinya" katanya seolah alih nya padahal bukan.
***
Tapi ternyata perjuangan ku pun ternyata tak semudah yang ku bayangkan pada awalnya. Dia entah senja keberapa bilang kepadaku ia akan pergi entah berapa tahun ke pulau asalnya Bali. Katanya ia tak lama tapi entahlah kenapa aku pun enggak rela melepasnya. Saat itu hubungan kami pun belum jelas statusnya entah hanya teman atau sudah lebih seperti sebuah hubungan tanpa status kawan. Aku pun berusaha melupakannya untuk sementara dan itu berhasil namun yang ada ia malah pergi untuk selamanya, pesawatnya jatuh saat ia akan kembali ke Jakarta entahlah aku tak bisa menggambarkan perasaan ku pada saat itu teman. Semalaman aku tak tidur dan hanya bisa melihat foto nya sambil sedikit sesungukan macam adegan film ayat-ayat cinta ketika maria tau si fakhri akan menikahi aisah, cukup memalukan kali di ingat ingat adegan itu kawan, bayangkan aku ini seorang pria loh. Tapi biarlah.

Oke ceritaku memang terlalu panjang tapi semoga kalian merasa terhibur atas ceritaku. Akhir kata ku ucapkan selamat malam kawan

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 kicauan:

Write kicauan

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon