Setelah berhenti

9/10/2017

Berhenti

Itulah kata yang menggambarkan diri saya.

Saya berhenti menjadi saya seperti yang saya harapkan.

Saya berhenti. Bila ingin menggunakan kata yang lebih halus, saya berhenti sejenak.

Memilah-milih kata yang cocok.

Hiatus, write block, hilang arah, atau tak lagi punya tujuan yang dulu saya miliki.

Saya hapus berkali kali kata yang terpikirkan.

Dan, saya memutuskan bahwa saya

Sempat berhenti, terhenti, ataupun istilah lain yang mengarah bahwa saya sedang berjalan di tempat.

Seharusnya saya tidak begini. 

Guruku pernah berkata,

Jika tidak bisa berlari paling tidak, berjalan.

Namun, yang terjadi, kondisi saya bukan keduanya. 

Saya berhenti.

Berhenti dari dunia yang dari tahun 2010 ingin saya geluti.

Saya berkaca, bahwa saya selalu berhenti ketika saya tidak berhasrat.

Dan harus saya akui, hasrat itu sudah tidak ada ditempat sebelumnya.

Saya berhenti,

Sekali lagi saya tegaskan bahwa diri ini punya beragam alasan yang mengarah kesana.

Padahal, saya tidak ingin berhenti,

Sangat tidak menginginkan hal itu.

Saya tidak ingin dilupakan di dunia di mana saya ingin diingat.

Saya harus menghentikan pemberhentian ini.

Agar saya tidak terlalu lama bertahan ditempat yang bukan tempatnya.

Dan saya ingin tidak berhenti.

Walaupun saya tidak bisa berjalan,

paling tidak saya tidak berhenti.

Karena berhenti artinya tidak berjalan sama-sekali.

Hal itu bukan yang saya inginkan.

Setelah berhenti saya ingin kembali belajar untuk merangkak.

Dan saya ingin berjalan, bukan berhenti seperti saat ini,

Saya tidak boleh berhenti.

Seorang guru muda yang akan selalu belajar dari peserta didiknya, karena "Pembelajaran tidak hanya terjadi dari guru ke peserta didik, namun sebaliknya pun demikian".
Terimakasih Sudah Membaca

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Komentar tanpa moderasi tapi saya akan perhatikan setiap komentar.
I Love your comment EmoticonEmoticon