Tampilkan postingan dengan label momen bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label momen bahagia. Tampilkan semua postingan

Dekade Yang Sip!

5/28/2020 0

Akhirnya blog yang enggak jelas juntrungannya ini genap berumur
sepuluh tahun.
Hari ini pas banget dia berusia 10 tahun alias satu dekade

Walau belum menghasilkan uang yang banyak. Gue tetep bersyukur memilikinya karna dia bisa menjadi tempat gue membuang segala uneg-uneg. Gue cuman bisa berharap uneg-uneg tadi akhirnya bisa menghasilkan uang 😂

Sepuluh tahun,

Jika diibaratkan seorang manusia, masih anak-anak. Masih usia SD. Kurang lebih kelas 4/5 SD. Masih jadi orang yang sangat bergantung.

Sama kayak blog ini, tetep akan butuh gue sebagai pengeraknya. Dia enggak akan menjadi apa-apa selama gue enggak berbuat apa-apa.

Tahun 2010,
Waktu itu gue kelas 1 SMA

Gue membuat blog ini di Warung Internet dekat rumah daerah Tanjung Priok. Warnetnya rame sama bocah-bocah yang main poker atau game facebook lainnya.

Kalian mungkin tau kalau tahun 2010-an banyak orang masih suka permainan-permainan yang ada di facebook atau mungkin sekarang masih 🤨

Awalnya gue agak malu buat bikin, karena di sana itu setiap komputer di jajar mengelilingi tembok.
Apapun yang dilakukan pasti ketauan sama yang OP atau sama pengunjung lain.
Gue malu aja dikelilingi sama pemain poker gue malah buat blog.

Kurang lebih warnetnya kayak gini
sumber : https://apollo-singapore.akamaized.net/v1/files/0htr6fcgsme12-ID/image;s=850x0

Gue jadi pengunjung tetap di sana selama beberapa minggu sebelum akhirnya membuat blog ini. Selain untuk mengakrabkan diri sama lingkungan, juga buat ngerjain tugas sekolah. (alias Copy-Paste halaman Wikipedia enggak diedit sama sekali formatnya)

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk dilalui
Gue masih inget postingan pertama gue diisi sama bahasa yang enggak jelas dan penulisan yang enggak banget. Lu baca aja dah.

Bahkan paling parah tahun lalu
Gue cuman buat satu postingan

Minat ngeblog gue bisa dibilang menurun tiap tahun, mungkin karena punya banyak kegiatan yang menyibukkan atau karena paham kalau blog ini menyulitkan gue yang enggak pinter-pinter banget buat merangkai kata.

Padahal untuk mengisi blog si empunya mesti mau berjuang dan melawan Writer's block. Lah gue malah diturutin.

Gue sekarang enggak tau harus nulis apaan lagi. 😁

Pokoknya gue cuman bisa berharap bahwa gue semakin rajin dan bisa menghasilkan sesuatu dari blog ini. Dan yang terpenting semoga kalian suka.

See You.
Perayaan 23 Tahun bersama 30 Orang

Perayaan 23 Tahun bersama 30 Orang

2/21/2017 2
A photo posted by Pak Dicky (@dddickyyy) on

Hari ini tepat sebulan yang lalu. Hari paling spesial yang pernah aku alami.

Januari Tahun 2017 menjadi Januari ke 23ku, selama aku hidup. Menempuh beragam tahun dengan beragam manusia yang berbeda. Enggak cuman suka yang kualami, banyak duka, kehilangan, dan beragam kenang yang silih berganti menemani hidupku selama 23 tahun terakhir.

Umurku hampir berjalan selama seperempat abad. Temanku silih berganti. Ada yang datang, ada yang pergi, dan ada yang pergi namun datang lagi. Semua adalah siklus hidup, tak bisa memilih hanya bisa menjalani.

Anggaplah ini latepost khas anak instagram kebanyakkan. Tadinya kutak ingin membuat post tentang ultah yang dirayakan oleh 30 orang berusia dibawah 12 tahun ini. Tapi kok rasanya diri ini tidak menghargai upaya mereka ya?

Lantas, kuputuskan untuk membuat ini khusus untuk mereka.

Jumat, 20 Januari 2017
Sehari sebelumnya partner kerjaku memberitahu muridku, bahwa besok aku akan berulang tahun. Entahlah apa maksudnya, tapi yang jelas aku berterimakasih kepadanya.

Kemudian banyak muridku yang bertanya "Besok bapak ulang tahun, ya? Yang keberapa pak?"

Aku senang bukan kepalang, untuk menyembunyikan rasa senang yang ada. Aku bilang saja "Bapak lahir tahun 1994. Coba hitung sendiri"

Ada yang menjawab dengan girang. "23 Pak"

Dan ada yang dengan polos bilang "Pak besok ulang tahun bapak dirayain"

Saat bel pulang banyak muridku yang bertanya "Pak besok boleh bawa HP, ya?" 

Ku jawab dengan pertanyaan juga "Buat apa bawa HP? Mau nelpon mama pas pulang? Bapak ada pulsa kok kalo buat nelpon doang mah"

Aku memang punya peraturan untuk tidak membawa HP, bukan karena takut dia lebih fokus dengan HP nya ketika aku menerangkan. Tapi lebih takut jika HP nya hilang, dan orang tua tidak menerima begitu saja.

Ketika lebih dari 15 menit membujuk, akhirnya aku mengijinkan mereka membawa HP. Itu juga karena ada yang sekali lagi dengan polosnya berkata "Buat foto besok pak"

Sabtu, 21 Januari 2017
Pagi datang, setelah doa bersama. Aku menyuruh mereka membuka buku matematika. Tidak ada satupun yang mengeluarkan buku tersebut. Dan ada beberapa orang yang menyaut kurang lebih seperti ini

"Enggak belajar dong pak. Hari spesial soalnya"

"Sesekali enggak usah belajar kek pak"

"Inikan hari spesial, enggak usah belajar ya pak"

Aku hanya tersenyum sebagai balasannya. 

FYI, aku tipikal guru yang sering senyum kepada muridnya. Mungkin ini menjadikan mereka tidak merasa dibebani, tapi ini malah menjadi bumerang bagiku. Karena mereka dibeberapa kondisi tidak mendengarku sebagai orang tua mereka di sekolah.

Lanjut ke hari itu, ada seorang siswi yang menangis. Entah tujuannya apa, tapi beberapa siswi lainnya ikutan menangis. Pada hari itu hampir semua siswa/i kompak untuk tidak mendengar apa yang ku ucapkan. Sebuah skenario standar yang mereka jalankan, tapi aku suka bukan kepalang.

Selanjutnya kuputuskan untuk ke ruang guru, karena aku tau. Mereka sedang menyiapkan diri untuk sebuah perayaan. Agak GR memang.

Beberapa saat kemudian, ada segelintir muridku yang menjaga agar aku tetap berada di ruang guru. Kata mereka "Bapak di ruang guru aja, kan enak ada AC nya"

Beberapa orang bergantian menjagaku, dan puncaknya ada seorang siswa yang berkata "Pak di ruang guru aja, kita mau bikin surprise buat bapak" lalu muncul lagi kalimat "kue nya belum datang pak"

Oke, mereka memang terlalu polos. Dan saya menyukai mereka.



A video posted by Pak Dicky (@dddickyyy) on



Beberapa guru ikutan berkomentar "alah lebay, pake enggak mau belajar" atau sekadar "surprise kok dikasih tau".

Memang, tahun ini aku tidak merayakan ulang tahun dengan seorang yang spesial. Tapi ini lebih dari itu. Aku merayakannya dengan 30 orang spesial yang aku sayangi, dan mereka menyukaiku.

Besar harapanku mereka tidak menemukan postingan apalagi blog ini.

NB: 
Akun Instagram itu, khusus untuk murid, wali muridku, atau siapapun yang mengenalku ketika aku telah menjadi guru. Disana aku membatasi postingannya. Jika hal tertentu terlalu pribadi untuk di hidangkan kepada murid, aku hindari untuk di post di sana.
Muridku jumlahnya 30 orang siswa/siswi tapi yang hadir mungkin kurang.

NB lagi:
Postingan ini kok kesannya resmi banget, ya?

Beginilah 22 Tahun Gue

2/03/2016 10

Itu cara bacanya
HB_DDR ya...
Baiklah, ternyata umur gue sudah berkepala dua di tahun yang ketiga. Kepala dan buntut nya sama-sama dua tuh. Ya semoga aja sama jodohnya juga. Dua juga, maksudnya :p

Mungkin sebagai cowok dikit kali ya yang dapet perayaan ulang tahun dari temennya, bahkan sebagian besar mungkin enggak. Kalaupun ada hanya sebatas "HBD, traktir ya" di facebooknya. Maka semenjak gue tau cowok bakalan seperti itu, gue pun memutuskan untuk punya pacar. 

(Berpikiran ABG) 

Astagfirulloh gue engga segitunya kok. Maaf ya cinta.

Tahun baru, semester baru, rutinitas baru, dan seekor wanita yang menemani juga 'kayaknya' baru...

Sampailah Januari pekan ketiga, seperti Januari pekan ketiga lainnya gue pun masih menyembunyikan ulah tahun di facebook. Udah empat kali gue ulang tahun di masa kuliah selama itu juga gue enggak pernah menunjukannya di facebook. Lagian gue juga males nulis di wall orang kalo mereka ulang tahun. Takutnya kan pas gue ulang tahun mereka enggak mau nulis apapun di wall sebagai wujud balas dendam. Gue takut itu terjadi.

(Kembali berpikiran ABG)

Nah tepat pekan ketiga januari, gue langsung deg-deg an. Berharap bakalan dapet kado, misalnya ijin buat menghamili atau paling enggak buat browsing-browsing nakal.

Eh bukan, bukan gitu. Gue enggak sejahat itu kok. Semoga

Pekan ketiga, si pacar ngajak buat kumpul sama teman yang lain. Alasannya si buat kumpul karena udah sebulan kita enggak ketemu 

(itu lama banget kan ya?)

Ada beberapa clue yang datang gitu aja, yang bikin yakin ini bukan sebatas 'kumpul' biasa

Beberapa hari sebelumnya temen yang juga ikutan bikin kejutan chat gue 
'lu ultahnya tanggal berapa, Dik?

Ditambah juga ada temen die yang keceplosan bilang
'kemaren dia pulang malem jauh-jauh demi elu tau, entar lu pasti tau'

Masih ditambah lagi, seorang temen cowok yang bisa-bisanya diajak kumpul sama cewek. Padahal biasanya dia di ajak buat makan bareng ama cewek di kampus aja enggak pernah mau.

Gue jelas mengapresiasi usahanya, dia mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. IYA, dipersiapannya.

Berbekal semua clue yang sudah jelas itu pun gue santai menghadapi hari yang telah ditentukan.

Karena gue cukup yakin bakalan disuruh nunggu dilokasi sampe pengen pindah agama. Gue pun mulai jalan jauh lebih lambat dibanding yang dijanjikan, dan mengendarai si putih pun gue sangat mengurangi kecepatannya. 

Pelan banget malah, itu pertama kalinya gue lama banget dijalan, setidaknya ketika gue udah mulai ngajar (kebiasaan jalan last minute)


Ini adalah bagian paling romantis
Nah, ketika sampai di lokasi. Gue parkir. Turun tangga juga santai, enggak buru-buru kayak pengguna commuterline yang mau transit kereta. Santai banget.

Pas sampai dibagian terakhir anak tangga, sampailah gue melihat tiga orang sedang duduk di bangku taman. Mereka membawa barang yang lumayan norak, beberapa balon, kue dan sedang cengo gitu aja.

Karena gue enggak mau mengagalkan mereka dengan langsung mendatangi. Gue pun memutuskan buat duduk di anak tangga yang terakhir. Berharap salah satu dari mereka sadar kehadiran gue. Dan gue pengen pura-pura baru ngeliat. Tapi ternyata salah satu dari mereka sadar lebih cepet daripada yang gue harap. Dan skenario gue dan si pacar pun gagal. 

Terlalu banyak kegagalan yang kami alami dalam sehari itu ya.

Pokoknya seharian itu kita saling ketawa, buat ngetawain seberapa cemen kita nya. 
'Kenapa elu ga pura-pura ga sadar, muter kek turunnya' kata seorang temen
'Ah ilah, kesel gue. Jauh banget dari skenario'
'Ah pertama kalinya bikin suprise segagal ini'
'Aduh, ini akward banget sumpah dah'
'Mas/Mba, mau milo nya' Lah ini abang kampret ngapain disini.

Walaupun Gagal tetep harus keliatan excited di foto

Akhirnya Punya Kerajaan Sendiri

10/28/2012 2
gue yang kawin, eh maksudnya yang
di tengah gitu
Sabtu pagi enam oktober 2012 akhirnya datang juga
Hari yang di tunggu-tunggu datang juga, 
Yang nunggu ya abang gue,
Dan lihat sekarang sudah berlalu lama.

Ya enam oktober lalu kuota terakhir sodara kandung gue baru aja melepas masa perjaka nya (apa udah lama lepasnya?), dia baru aja dipersunting dengan anak jawa-betawi yang udah jadi pacarnya setidaknya dua tahun belakangan.

Okeee, kenapa jadi serius gini ya.
Inti postingan ini, adalah rasa bersyukur gue akhirnya gue bisa menikmati kamar gue sendiri tanpa ada orang lain, akhirnya gue punya kerajaan sendiri dan gue suka itu
Emang si awalnya rada kurang terbiasa dengan 'kesendirian' ini. Tapi akhirnya gue bisa kok menjalani hari2 keren gue di kamar gue sendiri.

Emang si enggak bisa di pungkiri kebersamaan gue bersama sodara kandung gue ga bisa tiba-tiba gue lupain gitu aja. Ya ada si enggak enak nya, kaya misalkan kemarin pas lebaran haji, ini tahun pertama keluarga gue enggak ada bakar-bakar an daging sapi atau kambing. Humm, memang aneh si tapi gue toh harus mulai membiasakan dirikan ??

Dua doa gue untuk sodara kandung gue yang kedua nya sudah menjalani hidup jilid dua, semoga kalian bahagia dan mendapat yang kalian inginkan..
See you in the next pit stop

Perpisahan vs Jumpa Kangen

5/18/2012 0

Nanti bakal gue upload deh kedua event itu

"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran "*Kahlil Gibran*


Oke, mungkin ketika kalian baca ini gue udah dengan bangga menyandang sebagai alumnus SMA N 83 JKT, amin. Dan mungkin juga ketika kalian baca gue udah jadi bagian dari fakultas pendidikan Universitas Negri Jakarta atau mungkin juga Teknik. Terlepas dari semua itu gue punya acara yang dibilang sangat kontra maupun berlawanan dihari yang mungkin berdekatan. Yap udah baca kan judulnya? Maksud gue adalah Perpisahan SMA gue dan Jumpa Kangen temen-temen SD gue.

Perpisahan yang diselenggarakan pada Kamis, 31 Mai 2012, ini pun bertempat di Marina, Ancol. Rada memalukan si perpisahan masih didalam kota enggak kaya beberapa teman gue yang perpisahan aja di Jogja, aduh jadi ngiri. Tapi enggak apa-apalah yang penting bukan tempatnya tapi momentnya. Farewell party yang diselenggarakan oleh sekolah gue, gue rasa akan jadi acara yang berkesan karena tiap kelas akan menampilkan 'sesuatu' untuk kenang2an satu angkatan.

Hmm, gue suka binggung ama manusia. Semua dibikin ada pestanya. Menempuh hidup baru ada pesta pernikahan, sanak sodara yang mau pergi haji dibuat walimatu safar, terus mau perpisahan dibikin Farewell bahkan orang mati aja dibikin pengajian empat puluh harian sambil nyebar buku yasin berfoto yang gue heran fotonya selalu sama, pasti dalam keadaan berkerudung  dan menantap kosong ke kamera (untuk cewe) dan hanya menatap kosong tanpa ekspresi kekamera (untuk cowo) *apa semua orang difoto minimal satu kali dengan pose itu buat siap2 jadi cover yasin, OMG???*. Terus pindah rumah bikin nasi kuning, dapet gaji pertama makan-makan sekeluarga. Kayanya memang kita sebagai manusia enggak bisa lepas dari yang namanya pesta. Tapi pesta juga bisa diartikan membagi kebahagian dengan orang-orang terdekat juga kan???

Oke, satu paragraf di atas memang rada melenceng dari judul tapi enggak apa-apa kan? Jadi sekarang saatnya balik ke topic. Perpisahan vs  Jumpa kangen itu adalah fitrahnya manusia gimana enggak manusia itu harus mengalami berbagai perpisahan dalam jenjang kehidupannya setiap sisi jenjang pun menciptakan kekangenan yang mungkin muncul jika suatu saat digali kembali jadi bisa dibilang kedua acara diatas benar-benar saling berkaitan walaupun berlawanan. Dilihat dari segi apapun kedua acara ini enggak lepas dari manusia sebagai makhluk sosial berinteraksi dengan orang-orang sekitar yang jika berpisah bisa saja memerlukan sebuah pesta dan jika perpisahan sudah lama dan ada pihak yang ingin kembali maka diciptakanlah acara Temu kangen atau yang lebih dikenal dengan Reoni.

Oke, saat menyudahi postingan ini. See you

Pernikahan Oh Pernikahan

5/14/2012 0
"Selamat menempuh hidup baru".

Pasangan paling berbahagia pada harinya
bersama Anang-Ashanty kayanya :D
Mungkin kata-kata itu yang sering banget didenger atau dibaca ama kakak gue tercinta ,Novi Arnita, karena hari sabtu (12/05/2012) kamarin dia baru aja resmi menyandang gelar Ibu Jikrur (Jukrur nama laki nye). Yap dia baru aja nikah sabtu kemarin. Pernikahan yang bagi dia ,mungkin, bener-bener sakral itu pun dipenuhi tiga buah buku tamu hampir penuh dengan nama-nama. Itu juga beberapa nama ada yang ditulis nama sekolah tempat guru-guru tersebut ngajar (empok gue guru. Ibu juga guru alhasil banyak deh guru-guru pada dateng). Mungkin kalo ditulis satu satu  bisa ampe lima atau enam buku kali ya. (Buku isi kurang lebih tiga ratus nama).
Acara yang berlangsung dari jam sepuluh pagi sampai jam delapan malam ini berjalan cukup sukses karena enggak ada kejadian kaya di tipi-tipi saat saksi mau bilang 'sah' ada orang yang dengan sukses bisa masuk ruangan ijab kabul dan bilang 'enggak sah' dengan badan yang sudah melendung alias bunting dan bilang dengan PD tanpa malu-malu bahwa anak yang ia kandung adalah tabungan mempelai pria. Hahaha, tinggi banget ya gue ngayalnya. Acara pernikahan mungkin yang terakhir yang akan ibu gue gelar karena 'sisa' anak-anaknya adalah pria. (oke gue pria gue pastikan itu).
Tata 'rias' acara sakral ini didominasi oleh warna ungu yang notabene adalah warna kesukaan kakak gue itu. Benar-benar ungu tapi jangan dikira 'warna' pernikahan kemarin bikin eneg dengan cuman satu warna karena tiap-tiap dekorasi walau semua sama-sama ungu tapi dibedakan tingkat kecerahannya biar enggak ngebosenin dan bikin eneg kaya Matematika. Tampaknya bu Kiwang ,pensupply dekorasi pernikahan, benar-benar tokcer dengan warna ungunya. Dan orang-orang pendekornya pun dengan sukses 'mambangun' dan 'meratakan' dekorasi dengan waktu yang relatif sebentar, mereka hanya diberi tenggak waktu dari Jum'at sore selepas anak SD pulang ,karena nikahnya di Sekolahan, sampai malam untuk pemasangan dan minggu pagi hingga sore untuk pembongkaran. Good joob mang...
Pernikahan itu bener-bener bikin lemes ya?. Buat semua. Si penganten yang 'cuman' dipajang buat salim-saliman dan dipoto aja cape apalagi official kaya gue yang mondar-mandir beli batre, beli minum, foto-foto, rekam sana-sini serius bener-bener ngelelahin banget kemarin. Tapi kelelahan itu terbayar lunas dengan makanan yang enggak abis-abisnya gue makan. Gue bener-bener lepas kendali dalam pernikahan kemarin, mulut enggak ada berhentinya makan somay, makan eskrim, makan baso, sate, lauk dengan nasi (bukan nasi dengan lauk) dan comot sana-sini makanan lainnya. Kayanya gue bisa-bisa naek dua atau tiga kilo gara-gara kemaren. Tapi cukup menyenangkan bagi gue. Oke udah kepanjangan ya ? Gue udahan dulu deh next post gue pamerin poto-potonya. See You. Aduh, udah belah duren belom ya mereka? :D